Rabu, 23 September 2026
15:45 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Adopsionisme

Adopsionisme

denominasi Kristen

330px-Francesco_Albani_-_Baptism_of_Christ.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan karya Francesco Albani. Lukisan ini berjudul Baptisan Kristus. Lukisan ini menggambarkan peristiwa Yesus menjadi satu dengan Allah menurut aliran Adopsionisme

Adopsionisme (bahasa Inggris:Adoptionism) adalah paham yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah manusia biasa yang diadopsi menjadi Anak Allah.[1] Ajaran ini muncul dari kelompok Kristen Ebionit. Kemudian ajaran ini dikembangkan oleh golongan Monarkisme Dinamis pada abad ke-2 dan abad ke-3. Oleh karena itu, nama lain dari gerakan ini adalah Monarkisme Dinamis Pada abad ke-8, ajaran ini muncul lagi di Spanyol. Orang yang membangkitkan ajaran ini kembali adalah Elipandus (uskup Toledo) dan Felix (uskup Urgel).[2] Ajaran ini dinyatakan sebagai ajaran sesat pada akhir abad ke-2 dan secara resmi ditolak dalam Konsili Nicea I.[3]

Isi Ajaran

Yesus dipandang sebagai manusia yang bijaksana, baik hati, melakukan perintah Allah dengan sempurna, dan taat kepada Allah. Oleh karena itu, Yesus diadopsi oleh Allah dan dipersatukan dengan Roh Allah. Yesus diangkat menuju tinggak ilahi sebagai Anak Allah. Setelah itu, Yesus disembah sebagai Tuhan.[2] Mereka berpandangan bahwa kalimat: "Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mu Aku berkenan" (Markus 1:11) dianggap sebagai formula penobatan raja atau pengangkatan anak (pada saat itu Yesus diadopsi sebagai Anak Ilahi).[4]

Referensi

  1. Epifanius dari Salamis (403 M). Panarion. pp. 30:3 & 30:13.
  2. 1 2 . F. D. Willem. 2006. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 4-5.
  3. Harnack, Adolf Von (1889). History of Dogma.
  4. Browning, W (2015). Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hlm. 5.

Pranala luar

Wikisource memiliki teks artikel Ensiklopedia Britannica 1911 mengenai Adoptianism.
Abad Klasik
120px-Muenster-100725-15996-%C3%9Cberwasserkirche-Schl%C3%BCssel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abad Pertengahan
Awal Abad Kiwari
Abad Kiwari
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan