Senin, 28 September 2026
09:43 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Ebionisme

Ebionisme

denominasi Kristen

Bagian dari seri
Kristen Yahudi
Khotbah di Bukit karya Carl Heinrich Bloch
Golongan purba

Ebionisme adalah sebuah sekte yang muncul di dalam komunitas orang-orang Kristen Yahudi. Muncul sekitar abad pertama atau pada awal kekristenan dan pengikutnya disebut kaum "Ebionit".[1] Ebionit merupakan sekte di kalangan orang Kristen Yahudi yang muncul pada awal kekristenan.[1]

Ajaran

Kata "ebionit" berasal dari bahasa Ibrani, artinya miskin.[2] Sekte ini berkembang di sebelah timur sungai Yordan.[1] Ebionit mengajarkan bahwa Yesus hanyalah anak Maria dan Yusuf, yang pada waktu pembaptisan diangkat menjadi putera Allah dan dipersatukan dengan 'Kristus abadi', yang lebih tinggi dari malaikat agung, tetapi Yesus bukan Allah.[2] Menurut mereka, Kristus telah menjelma beberapa kali di dalam diri tokoh-tokoh seperti Adam.[2] Hal ini menyebabkan pandangan mereka tentang Yesus hanyalah sebatas guru dan bukan penyelamat.[2] Kelompok Ebionit menekankan bahwa hukum Taurat masih berlaku.[1][2] Mereka mempertahankan hukum Sabat, pembasuhan sebelum berdoa, peraturan tentang makanan haram, dan melakukan sunat.[2] Injil yang dipakainya hanyalah Injil Matius (tanpa bab 1 dan 2), yang disebut sebagai 'Injil orang Ebionit' atau 'Injil menurut umat Ibrani'.[2] Mereka menolak surat-surat Paulus dan menekankan hidup askese yang berat.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 F. D. Wellem. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994, halaman 86.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 A. Heuken .1993, Ensiklopedi Gereja. Jakarta: Cipta Loka Caraka. Hlm. 93.
Abad Klasik
120px-Muenster-100725-15996-%C3%9Cberwasserkirche-Schl%C3%BCssel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abad Pertengahan
Awal Abad Kiwari
Abad Kiwari
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan