Kamis, 29 Oktober 2026
02:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Subordinasionisme

Subordinasionisme

Bagikan:
250px-Bartolom%C3%A9_Esteban_Murillo_-_The_Heavenly_and_Earthly_Trinities_-_1681-82.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Tritunggal Surgawi" disatukan dengan "Tritunggal Duniawi" melalui Inkarnasi Anak – Tritunggal Surgawi dan Duniawi oleh Murillo (ca 1677)

Subordinasionisme adalah sebuah pandangan bidat mengenai Tritunggal yang mengajarkan bahwa Anak (dan terkadang juga Roh Kudus) lebih rendah daripada Bapa, bukan hanya dalam ketundukan dan peran, tetapi juga benar-benar lebih rendah secara ontologis hingga derajat tertentu.[1] Doktrin ini menyatakan adanya tingkatan hierarkis dari pribadi-pribadi Tritunggal Sosial, yang menyiratkan bahwa Anak dan Roh Kudus lebih rendah secara ontologis.[2]

Referensi

  1. ↑ Papandrea, James Leonard (2012). Reading the Early Church Fathers: From the Didache to Nicaea (dalam bahasa Inggris). Paulist Press. ISBN 978-0-8091-4751-9.
  2. ↑ Giles, Kevin (2012-05-07). The Eternal Generation of the Son: Maintaining Orthodoxy in Trinitarian Theology (dalam bahasa Inggris). InterVarsity Press. ISBN 978-0-8308-3965-0.
Abad Klasik
120px-Muenster-100725-15996-%C3%9Cberwasserkirche-Schl%C3%BCssel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abad Pertengahan
Awal Abad Kiwari
Abad Kiwari
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan