Minggu, 25 Oktober 2026
22:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Thomas Müntzer

Thomas Müntzer

Bagikan:
250px-Thomas_Muentzer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Thomas Müntzer.

Thomas Müntzer adalah seorang tokoh dari sebuah gerakan revolusi sosial sekaligus seorang penginjil keliling.[1] Ia lahir di Stolberg pada tahun 1489.[1] Pendidikannya diperoleh di Leipzig dan Frankfurt.[1] Thomas Müntzer banyak mendapat pengaruh dari Joachim dari Fiore dan Yohanes Huss sehingga ia menjadi seorang pendukung reformasi.[1] Ia memiliki cita-cita menciptakan masyarakat yang mempunyai kesetaraan dan tidak ada lagi pembedaan antara imam, raja, bangsawan dan milik pribadi.[1]

Pada tahun 1520, dengan perantaraan Martin Luther, Müntzer menjadi seorang pengkhotbah di salah satu gereja di kota industri Zwickau.[2] Khotbah-khotbah yang disampaikannya membuat orang-orang termotivasi untuk melakukan pemberontakan.[1] Akhirnya mulai terjadi hura-hara di kalangan buruh sehingga ia memutuskan untuk melarikan diri ke luar negeri pada tahun 1521.[2]

Ia kemudian muncul lagi ke Jerman dengan membawa teologinya sendiri.[1] Pemikiran Thomas Müntzer telah dipengaruhi pemikiran Meister Eckhart mengenai kemiskinan yang diartikan sebagai kemiskinan harta benda bukan miskin rohani.[1] Hanya orang-orang miskin yang telah mendapat penerangan batin sehingga merekalah yang berkenan pada Allah. Müntzer lalu berpendapat bahwa orang-orang kaya harus dibasmi.[1] Ketika terjadi pemberontakan petani di Jerman tahun 1525, Müntzer turut mendukung pemberontakan itu.[2] Raja-raja Jerman tidak tinggal diam dan menumpas pemberontakan tersebut. Thomas Müntzer ditangkap dan dibunuh pada tahun 1525.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia) F.D Wellem. 2003. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 140.
  2. 1 2 3 (Indonesia) Th. Van Den End. 1990. Harta dalam Bejana. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 174,175.


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan