Sabtu, 03 Oktober 2026
09:32 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Neo-Lutheranisme

Neo-Lutheranisme

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Gereja Lutheran
Mawar Luther
20px-P_christianity.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKristen

Neo-Lutheranisme adalah sebuah gerakan kebangkitan abad ke-19 dalam Lutheranisme yang dimulai dengan Pietis memajukan Erweckung, atau Kebangkitan, dan dikembangkan dalam reaksi melawan rasionalisme teologi dan pietisme. Gerakan tersebut menyusul gerakan Lutheran Lama dan berfokus pada reasersi dari identitas Lutheran sebagai kelompok khas dalam masyarakat besar Kristen, dengan fokus yang diperbarukan pada Konfesi Lutheran sebagai sumber penting doktrin Lutheran. Ini terasosiasi dengan perubahan yang berfokus pada pembaharuan doktrin dan liturgi tradisional, yang berparalel dengan pertumbuhan Katolik Inggris di Inggris.[1] Ini terkadang disebut "Puseyisme Jerman".[2] Dalam Gereja Katolik Roma di Jerman, neo-Lutheranisme diparalelkan oleh Johann Adam Möhler. Kepala badan kesusastraan neo-Lutheranisme adalah Evangelische Kirchenzeitung, yang disunting oleh Ernst Wilhelm Hengstenberg.

Referensi

  1. ↑ Scherer, James A. (1993). "The Triumph of Confessionalism in Nineteenth-Century German Lutheran Missions" (PDF). Missio Apostolica (Scholar search). 2: 71–78. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Oktober 20, 2005.{{cite journal}}: Tautan eksternal dalam |type=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) An extract from Scherer's 1968 Ph.D. thesis, "Mission and Unity in Lutheranism". Scherer was Professor of World Mission and Church History at the Lutheran School of Theology at Chicago until his retirement.
  2. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1913). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan