Minggu, 18 Oktober 2026
21:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sakramen Lutheran

Sakramen Lutheran

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Gereja Lutheran
Mawar Luther
icon PortalKristen

Sakramen Lutheran merupakan "tindakan kudus pranata ilahiah".[1] Penganut ajaran Lutheran meyakini bahwa kapanpun mereka diberikan secara benar dengan penggunaan komponen fisik yang diperintahkan Tuhan bersamaan dengan sabda pranata ilahi, Tuhan melalui cara yang khusus pada setiap sakramen hadir di dalam kata-kata & sabda serta komponen fisik.[1] Lutheranisme pun mengajarkan bahwa Tuhan sesungguhnya memberikan pengampunan dosa dan keselamatan abadi bagi semua yang menerima sakramen dan Tuhan bekerja di dalam setiap penerima sakramen untuk membuat mereka menerima pelbagai berkat dan untuk meningkatkan keyakinan yang mereka miliki.[1]

Karakteristik sakramen

Pada Konfesi Pengakuan Iman Augsburg, sakramen dimaknai sebagai

If we define the sacraments as rites, which have the command of God and to which the promise of grace has been added, it is easy to determine what the sacraments are, properly speaking. For humanly instituted rites are not sacraments, properly seen because human beings do not have the authority to promise grace. Therefore signs instituted without the command of God are not sure signs of grace, even though they perhaps serve to teach or admonish the common folk. – Apabila kita mengartikan sakramen sebagai ritus yang memiliki perintah Tuhan dan yang janji kasih karunia telah ditambahkan, sangat mudah untuk menentukan apa saja sakramen itu. Karena ritus yang dibentuk oleh manusia bukanlah sakramen, dilihat dengan tepat karena manusia tidak memiliki kuasa untuk menjanjikan kasih karunia. Oleh karenanya, tanda-tanda yang ditetapkan tanpa perintah Tuhan bukanlah tanda kasih karunia yang sejati, meskipun hal tersebut mungkin berfungsi untuk memberikan pengajaran dan nasihat manusia umumnya.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 Graebner, Augustus Lawrence (1910). Outlines Of Doctrinal Theology. Saint Louis, MO: Concordia Publishing House. hlm. 161. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-21.
  2. ↑ Article XIII: The Number and Use of the Sacraments, vv 3–4, Apology of Augsburg Confession, The Book of Concord, Minneapolis, MN: Augsburg Fortress, 2000, 219 – 220.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Gereja Lutheran ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan