Minggu, 20 September 2026
15:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Wolfhart Pannenberg

Wolfhart Pannenberg

250px-Bundesarchiv_B_145_Bild-F065001-0017%2C_Bonn%2C_CDU-Friedenskongress%2C_Pannenberg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wolfhart Pannenberg

Wolfhart Pannenberg (2 Oktober 1928  5 September 2014) adalah seorang teolog Kristen Jerman.

Kehidupan dan pandangan

Pannenberg dibaptiskan sebagai anak-anak dalam Gereja Injili (Lutheran), namun selain itu praktis tidak mempunyai hubungan apapun dengan Gereja pada tahun-tahun awalnya. Ketika ia berumur sekitar 16 tahun, ia mengalami pengalaman keagamaan yang kuat yang belakangan disebutnya "pengalaman terang"nya. Ia berusaha memahami pengalaman in dan mulai menyelidiki karya-karya para filsuf dan pemikir agama yang besar. Seorang guru sastranya di SMA yang juga anggota Gereja yang Mengaku pada masa Perang Dunia II mendorongnya untuk menyelidiki dengan sungguh-sungguh agama Kristen. Hal ini menyebabkan Pannenberg mengalami "pertobatan intelektual". Ia menyimpulkan bahwa kekristenan adalah pilihan agama terbaik yang ada untuknya. Hal ini membuatnya merasa terpanggil untuk menjadi seorang teolog.

Yang menjadi pusat karier teologi Pannenberg adalah pembelaannya terhadap teologi sebagai suatu disiplin akademis yang keras, yang mampu berinteraksi secara kritis dengan filsafat, sejarah, dan ilmu-ilmu alam.

Pannenberg barangkali paling terkenal untuk karyanya "Jesus: God and Man" ("Yesus: Allah dan Manusia"); dalam buku ini ia membangun suatu Kristologi "dari bawah". Ia mengambil klaim-klaim dogmatisnya dari suatu penyelidikan kritis terhadap kehidupan Yesus dari Nazaret. Bersaman dengan itu ia menolak Kristologi tradisional dari Konsili Khalsedon tentang "dua hakikat", dan lebih suka memandang pribadi Kristus dalam terang kebangkitan-Nya. Fokus terhadap kebangkitan sebagai kunci terhadap identitias Kristus ini telah membuat Pannenberg membela historisitasnya.

Buku-buku karya Pannenberg dalam bahasa Inggris

  • 1968. Jesus: God and Man. Philadelphia: Westminster Press.
  • 1969. Theology and the Kingdom of God. Westminster Press.
  • 1970. What Is Man? Philadelphia: Fortress Press.
  • 1972. The Apostles' Creed in Light of Today's Questions. Westminster Press.
  • 1977. Faith and Reality. Westminster Press.

Literatur sekunder

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan