Selasa, 27 Oktober 2026
10:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Gereja yang Mengaku

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:

Gereja yang Mengaku (aslinya bahasa Jerman:Bekennende Kirche; bahasa Inggris:Confessing Church juga disebut Confessional Church) adalah suatu gerakan perlawanan Kristen di Jerman Nazi. Pada 1933 Gleichschaltung memaksa gereja-gereja Kristen Protestan untuk bergabung ke dalam Gereja Protestan Reich dan mendukung ideologi Nazi. Mereka yang menentang terpaksa mengadakan pertemuan "di bawah tanah". Pada 1934, sekelompok pendeta dan jemaat mengukuhkan kembali dalam "Deklarasi Barmen" fokus Gereja kepada Yesus Kristus dan perlawanan mereka terhadap ideologi Nazi.

Banyak dari para pemimpin "Gereja yang Mengaku" ini, seperti Martin Niemöller dan Dietrich Bonhoeffer, dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi, dan sebagian di antaranya mati di sana. Orang-orang Kristen yang tidak setuju dengan Nazi kehilangan pemimpin mereka, dan terpaksa beribadah seperti yang pernah dilakukan oleh mereka yang hidup pada masa-masa gereja awal pada zaman Kekaisaran Romawi. Namun pemerintah Nazi lebih tidak toleran terhadap perbedaan-perbedaan dalam pemahaman keagamaan, dibandingkan dengan pemerintah Romawi. "Gereja yang Mengaku" terlibat dalam berbagai perlawanan, terutama sekali menyembunyikan orang Yahudi dari penangkapan rezim Nazi.

Pustaka

Pranala luar

40px-Germany_flag-map-icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kristen ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan