Senin, 26 Oktober 2026
19:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sa danti

Sa danti

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Sa danti
250px-Bali_Sa.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinSa
Fonem[s]
Warga aksaradantya
Gempelan
(gempelan Pa yang didahului oleh suku)

Sa danti adalah salah satu aksara wianjana (huruf konsonan) dalam sistem penulisan aksara Bali yang melambangkan bunyi /s/. Jika Sa danti dari aksara Bali disalin dengan huruf Latin, maka akan ditulis "sa".

Fonem

Sa danti diucapkan seperti bunyi /s/ pada kata: "samudra" (bahasa Indonesia), sarpa (bahasa Sanskerta), sahasa (bahasa Bali), still (bahasa Inggris). Secara tradisional, menurut dasar ucapannya, Sa danti termasuk warga aksara dantya (konsonan gigi). Namun secara fonologi, bunyi /s/ merupakan konsonan rongga-gigi (alveolar), bukan konsonan gigi, sebab tidak dihasilkan dengan cara menyentuh lengkung kaki gigi atas dengan menggunakan lidah. Meski demikian, Sa danti tetap dikategorikan sebagai warga aksara dantya (konsonan gigi).

Penggunaan

Dalam sistem penulisan dengan aksara Bali, Sa danti digunakan pada kata-kata yang mengandung bunyi /s/, baik dari bahasa Bali, maupun bahasa non-Bali. Selama Sa danti tidak dibubuhi oleh pangangge suara, maka ia dibaca /sə/ atau /sa/. Lafal yang kedua sering terdengar dalam bahasa Bali.

Dalam buku Celah-celah Kunci Pasang Aksara Bali, terdapat beberapa teori tentang peralihan penggunaan Sa danti, menjadi Sa saga dan Sa sapa. Beberapa rumus yang digunakan adalah kesetaraan warga aksara, atau kesetaraan daerah artikulasi tradisional.

Sa danti (warga dantya) beralih menjadi Sa saga apabila mengikuti Ca murca (warga talawya), sebab Sa saga dan Ca murca berada dalam warga aksara yang sama. Contoh kata: pascima, pascad.

Bila Sa danti mengikuti Ra (warga murdhanya), maka Sa danti beralih menjadi Sa sapa, sebab Sa sapa berada dalam warga aksara yang sama. Contoh kata: warsa, rasa.

Sementara itu, konsonan rangkap [ks] dianggap satu fonem, dan fonem [s] tidak ditulis dengan Sa danti, melainkan Sa sapa. Contoh kata: paksa, aksara.

Lihat pula

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.

Pranala luar


Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan