Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Roti Maros" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Tampilan depan Roti Maros | |
| Nama lain | Roma (Roti Maros) |
|---|---|
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Sulawesi Selatan |
| Dibuat oleh | Masyarakat Maros |
| Suhu penyajian | Disajikan hangat |
| Bahan utama | Selai, kuning telur, santan, gula pasir, tepung terigu |
| Variasi | Roti Maros isi selai cokelat, srikaya, durian, nanas, vanili, atau stroberi |
Roti Maros adalah makanan khas dari daerah Bugis-Makassar. Roti ini mengambil nama daerah asal pembuatannya, yakni Kabupaten Maros.[1]
Sejarah
Sebelum dikenal masyarakat luas hingga seperti sekarang ini yang dikenal oleh seantero Provinsi Sulawesi Selatan, Roti Maros merupakan roti kampung biasa, yang dibuat bagi konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Seiring waktu, industri rumah tangga pembuat Roti Maros pun berkembang.
Pada awalnya, bentuk Roti Maros berwarna putih. Begitu pula dengan cara pembuatannya hanya menggunakan alat-alat yang cukup sederhana. Biasanya, digunakan alat pemanggang roti yang dindingnya terbuat dari batu bata. Sementara mesin pompa digunakan untuk membuat pembakaran.
Saat ini, pembuat Roti Maros sudah menggunakan peralatan modern, seperti oven, mixer, rak roti, loyang, dan proofing final box' untuk mempercepat pengembangan adonan roti dan mempercantik kulit roti setelah dipanggang.
Dahulunya, Roti Maros dibungkus dengan plastik bening, setelah itu ditutup dengan kertas roti. Namun, sejak harga kertas roti mahal pada tahun 1990-an, kertas roti diganti dengan kertas koran, yang ternyata justru menjadi ciri khas Roti Maros [2].
Ciri khas
Roti Maros mirip dengan roti kasur dan dibuat sama dengan roti pada umumnya dengan menggunakan tepung terigu, akan tetapi yang membedakannya adalah resep khusus pada isi rotinya yang dibuat secara turun-temurun berupa selai khas Maros.[1] Dengan kata lain, Roti Maros ini memiliki rasa yang khas dengan roti pada umumnya.
Bahan
Bahan untuk membuat Roti Maros dapat dibagi menjadi dua, yaitu bagian roti dan bagian isi yang berupa selai. Pada bagian rotinya terbuat dari tepung terigu, kuning telur, santan, dan gula pasir, sedangkan pada bagian isinya bervariasi, ada yang berupa selai srikaya, durian, nanas, vanili, cokelat, dan arbei. Namun, selai srikaya yang menjadi primadona dari Roti Maros ini.[1]
Tekstur dan rasa
Sebenarnya, Roti Maros tak jauh berbeda dari roti pada umumnya, tetapi memang bentuknya yang sedikit unik. Rotinya kecil-kecil dengan variasi berbagai isian di dalamnya. Roti Maros bertekstur lembut dan berisi selai srikaya khas Maros, sementara roti biasa yang sejenis berisi coklat atau selai nanas. Salah satu yang membuat rasa Roti Maros berbeda dengan roti lainnya adalah isian pada Roti Maros ini yang dibuat secara khusus, Roti Maros bercita rasa khas dan berbentuk potongan-potongan kecil yang di dalamnya terbuat dari selai kaya atau serikaya, kuning telur, santan, dan gula, sehingga rasanya manis dan gurih.[1]
Penyajian
Roti Maros sangat nikmat dimakan dalam keadaan panas atau hangat, karena setiap tempat penjualan Roti Maros juga tempat memproduksi Roti Maros sering kali disajikan dalam keadaan hangat bahkan masih panas-panas. Dari rasa, Roti Maros begitu lezat dan lembut. Kelezatannya begitu terasa karena ketika akan dipanggang, selai diletakkan di antara kedua roti, sehingga rasa selai dan roti berpadu. Cita rasa yang lezat ini dapat dipadukan dengan secangkir teh atau kopi di kala sore hari.[3]
Lokasi
Tidak semua daerah di Kabupaten Maros menjajakan Roti Maros. Roti ini hanya dijajakan di kedai-kedai sepanjang jalan Poros Maros-Makassar dan Pangkep dengan jumlah toko lebih dari 30 toko Roti Maros.[3] Jalan Poros Maros-Makassar letaknya sangat strategis untuk menjajakan makanan tradisional seperti Roti Maros ini, karena jalan ini sebagai jalan Trans-Sulawesi yang menghubungkan beberapa daerah-daerah di bagian utara dari provinsi Sulawesi Selatan hingga provinsi Sulawesi Tengah. Dengan keadaan ini, tidak sedikit pengendara dari luar daerah yang sedang dalam perjalanan singgah untuk mencicipi makanan khas daerah Maros ini. Selain itu, hampir semua Bus yang berangkat dari Makassar akan singgah terlebih dahulu di Roti Maros, di mana hal itu banyak dimanfaatkan untuk membeli oleh-oleh.
Referensi
- 1 2 3 4 Murdijati-Gardjito; Santoso, Umar; Harmayani, Eni (2023-02-17). RAGAM KUDAPAN MALUKU, SULAWESI DAN KALIMANTAN. Penerbit Andi. ISBN 978-623-99086-8-3.
- ↑ Herdianzah, Yan; Mubaraq, Husni; Nusran, Muhammad; Ahmad, Arfandi; Safutra, Nur Ihwan; Fole, Asrul (2024-05-31). "ANALISIS MUTU PRODUK ROTI MAROS SANGGALEA GROUP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT". JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI (dalam bahasa Inggris). 9 (2): 30–36. doi:10.33884/jrsi.v9i2.8179. ISSN 2621-1262.
- 1 2 Alyas, - (2017-07-06). "STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN (Studi Kasus pada Usaha Roti Maros di Kabupaten Maros)". Sosiohumaniora. 19 (2). doi:10.24198/sosiohumaniora.v19i2.12249. ISSN 2443-2660.
{{cite journal}}:|first=memiliki nama numerik
Lihat pula
Pranala luar
- Roti Maros - Voice of Indonesia Diarsipkan 2014-03-05 di Wayback Machine.