Senin, 28 September 2026
12:32 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Nurdin Johan

Nurdin Johan

pahlawan nasional Indonesia

Nurdin Johan
250px-Nurdin_Johan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto diri Nurdin Johan saat menjabat Bupati Maros
Bupati Maroske-1
Masa jabatan
1 Februari 1960 –1962
PresidenIr. Soekarno
GubernurA. A. Rivai
PendahuluAhmad Pawiloy
PenggantiKol. Inf. (Purn.) H. Muhammad Yasin Limpo (Pj.)
Informasi pribadi
LahirMaros
Meninggal21 April 1989
Partai politik20px-Logo_of_Indonesian_Democratic_Party.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PDI
Anak6

Nurdin Johan (lahir di Distrik Camba, Hindia Belanda – meninggal 21 April 1989) adalah seorang tokoh berketurunan Bugis. Dia menjadi bupati Maros yang pertama dari 1 Februari 1960 hingga 1962. Ia juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan melawan pasukan NICA Belanda di Kabupaten Maros pada periode 1945-1950. Sebagai bupati, ia adalah sebagai peletak dasar-dasar pembangunan di Kabupaten Maros.[1]

Perjuangan

Pada saat Proklamasi Kemerdekaan telah diraih, tidak serta merta keadaan di Sulawesi Selatan dan sekitarnya membaik, momentumnya dengan kedatangan Sekutu ternyata ikut juga pasukan Belanda/NICA yang merupakan bagian dari Sekutu (Inggris, Australia, Belanda).

  • Membentuk organisasi KRIS MUDA di Makassar (1946)
  • Tertangkap oleh NICA Belanda dalam penyamaran ke Makassar untuk melucuti senjata-senjata peninggalan Jepang menjalin aliansi-aliansi pejuang anti NICA Belanda di Makassar. (1949)
  • Salah satu dari 51 tokoh yang ikut dalam penandatanganan Piagam Permesta

Karier

  • Prakarsa KRIS Muda di Kota Makassar dari sebelumnya akar rumput dari PPNI (1946)
  • Mandataris Divisi II KRIS Muda Camba (November 1946 — Januari 1947)
  • Pimpinan Komandan Divisi II KRIS Muda Camba (November 1946 — Januari 1947)
  • Ketua Dewan Pemuda (1957)
  • Ketua Dewan Pemuda Indonesia Timur
  • Presidium Dewan Pemuda Se-Sulawesi (1957)
  • Kepala Daerah/Bupati Maros (1 Februari 1960 — 1962)
  • Anggota Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu 1982 Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan (1981 — 1982)

Penghormatan dan Tanda Jasa

250px-Jalan_Nurdin_Johan_%28Maros%291.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan Nurdin Johan di Kelurahan Turikale
250px-Jalan_Nurdin_Johan_%28Maros%292.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan Nurdin Johan di Kelurahan Turikale
  • Tanda jasa pahlawan

Jasad Nurdin Johan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Maccopa di Kota Turikale.

Atas jasa-jasanya, nama Nurdin Johan diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Kelurahan Cempaniga (Kecamatan Camba) dan Kelurahan Turikale (Kecamatan Turikale) dan juga diabadikan sebagai nama lapangan sepak bola di Desa Limampoccoe (Kecamatan Cenrana) Kabupaten Maros.

Referensi

  1. ↑ Pius, Romualdus (10 November 2011). Pius, Romualdus (ed.). "Mantan Bupati Maros Dijadikan Nama Jalan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 1 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Ahmad Pawiloy
sebagai Kepala Pemerintahan Negeri
Bupati Maros
1960–1962
Diteruskan oleh:
Kol. Inf. (Purn.) H. Muhammad Yasin Limpo (Pj.)
Politik & Pemerintahan
Eksekutif
Legislatif
Yudikatif
Pemilu
Kota
Lambang Kabupaten Maros
Sejarah
Pra-kemerdekaan
Pasca kemerdekaan
Lokasi Terkenal dan Wisata
Wisata Sejarah dan Religi
Wisata Kota
Pantai dan Laut
Gua dan Gunung
Air Terjun dan Permandian
Agrowisata
Hutan, Taman Nasional, dan Taman Bumi
Cagar Alam
Transportasi
Darat
Sungai
Laut
Udara
Seni & Budaya
Bahasa dan Kesusastraan
Drama dan Tarian
Upacara Adat
Cerita Rakyat
Lainnya
Festival Maros & Event Maros
Kuliner
Makanan
Minuman
Jajanan
Olahraga
Bencana
Bencana Alam
Bencana non-alam
Tokoh
Fauna & Flora Endemik
Fauna Endemik
Flora Endemik
Suku
Suku Asli
Suku Pendatang
Keamanan, Ketertiban & Pertahanan
Organisasi
Organisasi Pemerintah Daerah
Organisasi Non Pemerintah Daerah
Lainnya
Fasilitas Umum


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan