Rabu, 23 September 2026
17:27 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Mohamad Prakosa

Mohamad Prakosa

Mohamad Prakosa
Ambassador_Mohamad_Prakosa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Potret resmi Muhammad Prakosa sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia
Duta Besar Indonesia untuk Italiake-21
Masa jabatan
17 November 2021 –17 Januari 2023
PresidenJoko Widodo
PendahuluEsti Andayani
PenggantiJunimart Girsang
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 2009 –17 November 2021
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Perolehan suara65.162 (2009)
75.657 (2014)
106.480 (2019)
PenggantiHarris Turino
Daerah pemilihanJawa Tengah IX
Menteri Kehutanan Indonesiake-7
Masa jabatan
10 Agustus 2001 –20 Oktober 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
PendahuluBungaran Saragih
PenggantiMalem Sambat Kaban
Menteri Pertanian Indonesiake-23
Masa jabatan
29 Oktober 1999 –23 Agustus 2000
PresidenAbdurrahman Wahid
PendahuluSoleh Solahudin
PenggantiBungaran Saragih
Informasi pribadi
Lahir(1960-03-04)4 Maret 1960
Meninggal17 Januari 2023(2023-01-17) (umur 62)
Partai politik  PDI-P
Suami/istriSri Agustini
Anak3
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada
Universitas California, Berkeley
PekerjaanBirokrat, Akademisi, Politisi
KabinetKabinet Persatuan Nasional
Kabinet Gotong Royong

Mohamad Prakosa (4 Maret 1960  17 Januari 2023) adalah seorang politikus, akademisi, diplomat dan mantan birokrat berkebangsaan Indonesia. Puncak kariernya sebagai politikus adalah sebagai Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan pada Kabinet Gotong Royong, anggota DPR-RI selama tiga periode, dan terakhir adalah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia sampai wafatnya.

Ia adalah lulusan tahun 1982 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar doktor di bidang Resource Economics and Policy dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1994. Prakosa dikenal juga sebagai politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Prakosa adalah kakak kelas Presiden Joko Widodo.[1] Ia memiliki seorang istri bernama Sri Agustini dan tiga orang anak: si kembar Nurul Anjalna dan Ahmad Eka Perkasa, serta Ahmad Rangga Buana.[2]

KPN_Mohamad_Prakosa.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Potret resmi Muhammad Prakosa sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Persatuan Nasional

Riwayat pendidikan

Prakosa memulai pendidikannya di SD Negeri Abepura tahun 1965 yang terletak di Jayapura. Kemudian pada 1971, ia melanjutkan di tingkat menengah pertama di SMP Negeri Abepura di kota yang sama. Di tingkat menengah atas pada 1974, ia pindah ke Yogyakarta di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Ia lulus SMA pada tahun 1977.[3]

Di perguruan tinggi, Prakosa menjalani kuliah di Universitas Gadjah Mada dengan program studi Kehutanan dari 1978 hingga 1982. Lima tahun berselang ada 1987, ia melanjutkan studi magister di Univesitas Tennesee di Amerika Serikat dengan program studi Ekonomi Kehutanan. Pada tahun 1989, ia langsung melanjutkan studinya di Universitas California Berkeley hingga 1994.[2]

Riwayat pekerjaan

Seusai tamat kuliah pada 1982, Prakosa meniti karier sebagai birokrat di Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia dipercaya menjadi salah satu pimpinan Proyek Reboisasi Hutan dari 1982 hingga 1984. Kemudian, dipercaya menjadi Kepala Sub Dinas Rehabilitasi Hutan di Dinas SKPD yang selama setahun (1984–1985). Selanjutnya, ia naik jabatan di Departemen Kehutanan sebagai Kepala Seksi Evaluasi dan Monitoring Proyek dari 1985 hingga 1987.

Di tahun 1987, ia menjadi dosen di Universitas Bengkulu. Profesi ini ia jalani selama 21 tahun hingga 2008. Pada 1999 dia dipercaya oleh Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertanian hingga 2000. Kemudian, ia ditunjuk kembali sebagai Menteri Kehutanan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri hingga tahun 2004.[2]

Tahun 2009 ia mencalonkan dan menjadi Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia terpilih lagi hingga 3 periode: 2009–2014, 2014–2019 dan 2019–2024. Belum selesai masa jabatannya di DPR pada periode ketiga, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar Indonesia untuk Italia pada 17 November 2021.[4] Di tengah-tengah jabatannya, ia meninggal pada 17 Januari 2023.[5]

Riwayat organisasi

Prakosa aktif di organisasi pada saat ida menjalani kuliah sarjananya. Ia menjadi Ketua Badan Perwakilan Kemahasiswa, Universitas Gadjah Mada dari 1980 hingga 1982.

Pada 1996 hingga 1999, ia pernah menjadi salah satu Wakil Ketua di organisasi internasional, Food and Agriculture Organization (FAO).[5]

Pada organisasi partai di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dia menjadi salah satu Ketua di Dewan Pimpinan Pusat dari 2006 hingga 2015.

Sejarah elektoral

Pemilu Lembaga legislatif Dapil Partai Perolehan suara Hasil
2009 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah IX PDI-P 65.162[6] checkY Terpilih
2014 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah IX PDI-P 75.657[7] checkY Terpilih
2019 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah IX PDI-P 106.480[8] checkY Terpilih

Referensi

  1. "Mengenal M Prakosa, Dubes Italia yang Pernah Melawan Perintah Megawati Soekarnoputri". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2023-01-31.
  2. 1 2 3 Perpustakaan Kehutanan. "Biografi Menteri Kehutanan, Mohamad Prakosa". Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
  3. Hadi, Fadjar, ed. (17 Januari 2023). "Profil M Prakosa: Eks Mentan dan Menhut, Kader PDIP hingga Dubes RI untuk Italia". KumparanNews. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
  4. "Duta Besar LBPP RI, Muhammad Prakosa Serahkan Credential kepada Presiden Republik Italia, Sergio Mattarella". KBRI Roma, Kementerian Luar Negeri RI. 18 Februari 2022. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
  5. 1 2 "Duta Besar M Prakosa Meninggal Dunia di Roma, Italia". Kompas.com. 18 Januari 2023. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
  6. "Anggota Terpilih Pemilu DPR 2009 Jawa Tengah". pemilu.asia. Diakses tanggal 15 Juni 2022.
  7. "Potret Keterpilihan Anggota Legislatif Hasil Pemilu 2014" (PDF). kemenpppa.go.id. Diakses tanggal 15 Juni 2022.
  8. "Hasil Pemilu 2019". kpu.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-20. Diakses tanggal 23 Mei 2022.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Bungaran Saragih
sebagai Menteri Pertanian dan Perkebunan
Menteri Kehutanan Indonesia
2001–2004
Diteruskan oleh:
Malem Sambat Kaban
Didahului oleh:
Soleh Solahudin
Menteri Pertanian Indonesia
1999–2000
Diteruskan oleh:
Bungaran Saragih
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Esti Andayani
Duta Besar Indonesia untuk Italia
2021–2023
Diteruskan oleh:
Junimart Girsang
Kabinet Gotong Royong (2001–2004)
Menko Polsoskam: Wiranto, Soerjadi Soedirdja (plt.), Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar Menko Perekonomian: Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Burhanuddin Abdullah Menko Kesra (sejak perombakan I digabung menjadi Menko Polsoskam): Hamzah Haz, Basri Hasanuddin Mendagri: Soerjadi Soedirdja Menlu: Alwi Shihab Menhan: Juwono Sudarsono, Mohammad Mahfud, Agum Gumelar (plt.) Menkumham: Yusril Ihza Mahendra, Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak, Mohammad Mahfud Menkeu: Bambang Sudibyo, Prijadi Praptosuhardjo, Rizal Ramli Menteri ESDM: Susilo Bambang Yudhoyono, Purnomo Yusgiantoro Menperindag: Muhammad Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan Mentanhut (bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I): Mohamad Prakosa, Bungaran Saragih Menhut (bernama Menteri Muda Kehutanan sejak perombakan I): Nur Mahmudi Ismail, Marzuki Usman Menhub: Agum Gumelar, Budhi Muliawan Suyitno Meneksla (bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I): Sarwono Kusumaatmadja, Rokhmin Dahuri Menakertrans: Bomer Pasaribu, Al Hilal Hamdi Menkes (bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I): Achmad Sujudi Mendiknas: Yahya Muhaimin Menag: Muhammad Tholchah Hasan Menkimpraswil: Erna Witoelar Menristek/Kepala BPPT: Muhammad A. S. Hikam Menkop UKM: Zarkasih Nur Menteri LH: Alexander Sonny Keraf Menteri OD (digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I): Ryaas Rasyid Menbudpar: Hidayat Jaelani, I Gede Ardhika Menteri PM dan BUMN (dibubarkan pada perombakan I): Laksamana Sukardi, M. Rozy Munir Mennegpora (dibubarkan pada perombakan I): Mahadi Sinambela Menneg PU (dibubarkan pada perombakan I): Rozik Boedioro Soetjipto Menneg Pemwan: Khofifah Indar Parawansa Mennegham (digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I): Hasballah M. Saad,  Menneg Transduk (digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I): Al Hilal Hamdi Menneg PAN: Freddy Numberi, Ryaas Rasyid (plt.), Anwar Suprijadi Menneg Maskem (dibubarkan pada perombakan I): Anak Agung Gde Agung Menmud Perpemkatim (dibentuk pada perombakan I): (jabatan baru), Manuel Kaisiepo Menmud Rekonas (dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II): (jabatan baru), Cacuk Sudarijanto Jaksa Agung: Marzuki Darusman, Baharuddin Lopa, Suparman (plt.), Marsillam Simanjuntak Panglima TNI : Widodo A. S. Mensesneg: Alirahman, Bondan Gunawan, Djohan Effendi
Menteri Kemakmuran
(1945–1946)
120px-Logo_Kementerian_Pertanian_Republik_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Pertanian dan Persediaan
(1946)
Menteri Kemakmuran
(1946–1949)
Menteri Persediaan Makanan Rakyat
(1949–1950)
Menteri Kemakmuran
(1949–1950)
Menteri Pertanian
(1950–1962)
Menteri Pertanian dan Agraria
(1962–1964)
Menteri Pertanian
(1964–2000)
Menteri Pertanian dan Kehutanan
(2000–2001)
Menteri Pertanian
(2001–sekarang)
Miring: Pelaksana tugas
Kategori
Jawa Tengah I
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Tengah II
Jawa Tengah III
Jawa Tengah IV
Jawa Tengah V
Jawa Tengah VI
Jawa Tengah VII
Jawa Tengah VIII
Jawa Tengah IX
Jawa Tengah X
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan