Senin, 21 September 2026
16:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Matriks normal

Dalam matematika, suatu matriks persegi A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dengan entri-entri kompleks dikatakan normal jika ia bersifat komutatif atas perkalian matriks dengan transpos konjugat A ∗ {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}} {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}}; secara matematis dinyatakan sebagai A A ∗ = A ∗ A {\displaystyle \mathbf {AA} ^{*}=\mathbf {A} ^{*}\mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {AA} ^{*}=\mathbf {A} ^{*}\mathbf {A} }. Konsep dari matriks normal dapat diperumum menjadi operator normal di ruang vektor bernorma berdimensi tak hingga, dan elemen normal di aljabar C*.

Definisi

Ada banyak cara yang ekuivalen untuk mendefinisikan matriks normal. Misalkan A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } adalah matriks kompleks berukuran n × n {\displaystyle n\times n} {\displaystyle n\times n}, pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen:

  1. A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } adalah matriks normal.
  2. A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dapat diagonalkan oleh suatu matriks uniter.
  3. Ada suatu himpun vektor-vektor eigen dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } yang membangun basis ortonormal bagi C n {\displaystyle \mathbb {C} ^{n}} {\displaystyle \mathbb {C} ^{n}}.
  4. ‖ A x ‖ = ‖ A ∗ x ‖ {\displaystyle \left\|A\mathbf {x} \right\|=\left\|A^{*}\mathbf {x} \right\|} {\displaystyle \left\|A\mathbf {x} \right\|=\left\|A^{*}\mathbf {x} \right\|} untuk sembarang x.
  5. Norma Frobenius dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dapat dihitung dari nilai-nilai eigen A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }, yakni tr ⁡ ( A ∗ A ) = ∑ j | λ j | 2 {\textstyle \operatorname {tr} \left(A^{*}A\right)=\sum _{j}\left|\lambda _{j}\right|^{2}} {\textstyle \operatorname {tr} \left(A^{*}A\right)=\sum _{j}\left|\lambda _{j}\right|^{2}}.
  6. Bagian Hermite 1 2 ( A + A ∗ ) {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} +\mathbf {A} ^{*})} {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} +\mathbf {A} ^{*})} dan bagian skew-Hermitian 1 2 ( A − A ∗ ) {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} -\mathbf {A} ^{*})} {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} -\mathbf {A} ^{*})} dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } saling komutatif.
  7. A ∗ {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}} {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}} suatu polinomial (dengan derajat maksimum n − 1 {\displaystyle n-1} {\displaystyle n-1}) dalam A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.[a]
  8. A ∗ = A U {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} } {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} } untuk suatu matriks uniter A ∗ = A U {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} } {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} }.[1]
  9. U {\displaystyle \mathbf {U} } {\displaystyle \mathbf {U} } dan P {\displaystyle \mathbf {P} } {\displaystyle \mathbf {P} } saling komutatif, yang mengartikan kita memiliki dekomposisi kutub A = U P {\displaystyle \mathbf {A} =\mathbf {UP} } {\displaystyle \mathbf {A} =\mathbf {UP} } dengan suatu matriks uniter U {\displaystyle \mathbf {U} } {\displaystyle \mathbf {U} } dan suatu matriks semidefinit positif P {\displaystyle \mathbf {P} } {\displaystyle \mathbf {P} }.
  10. A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } saling komutatif dengan suatu matriks normal N {\displaystyle \mathbf {N} } {\displaystyle \mathbf {N} } yang nilai-nilai eigennya yang unik.
  11. σ i = | λ i | {\displaystyle \sigma _{i}=|\lambda _{i}|} {\displaystyle \sigma _{i}=|\lambda _{i}|} untuk semua 1 ≤ i ≤ n {\displaystyle 1\leq i\leq n} {\displaystyle 1\leq i\leq n}, dengan σ 1 ≥ ⋯ ≥ σ n {\displaystyle \sigma _{1}\geq \dots \geq \sigma _{n}} {\displaystyle \sigma _{1}\geq \dots \geq \sigma _{n}} dan | λ 1 | ≥ ⋯ ≥ | λ n | {\displaystyle |\lambda _{1}|\geq \dots \geq |\lambda _{n}|} {\displaystyle |\lambda _{1}|\geq \dots \geq |\lambda _{n}|} masing-masing adalah nilai-nilai singular dan nilai-nilai eigen dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.[2]

Kasus khusus

Di antara matriks-matriks kompleks, semua matriks uniter, Hermite, dan skew-Hermitian bersifat normal. Serupa dengan itu, di antara matriks-matriks real, semua matriks ortogonal, simetrik, dan skew-symmetric bersifat normal. Namun, tidak semua matriks normal merupakan matriks uniter atau (skew-)Hermite. sebagai contoh,

A = [ 1 1 0 0 1 1 1 0 1 ] {\displaystyle A={\begin{bmatrix}1&1&0\\0&1&1\\1&0&1\end{bmatrix}}} {\displaystyle A={\begin{bmatrix}1&1&0\\0&1&1\\1&0&1\end{bmatrix}}}

tidak uniter, Hermite, maupun skew-Hermitian, namun merupakan matriks normal karena

A A ∗ = [ 2 1 1 1 2 1 1 1 2 ] = A ∗ A . {\displaystyle AA^{*}={\begin{bmatrix}2&1&1\\1&2&1\\1&1&2\end{bmatrix}}=A^{*}A.} {\displaystyle AA^{*}={\begin{bmatrix}2&1&1\\1&2&1\\1&1&2\end{bmatrix}}=A^{*}A.}

Catatan kaki

  1. Bukti: Jika A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } normal, gunakan rumus interpolasi Lagrange untuk mengonstruksi suatu polinomial P {\displaystyle P} {\displaystyle P} sedemikian sehingga λ j ¯ = P ( λ j ) {\displaystyle {\overline {\lambda _{j}}}=P(\lambda _{j})} {\displaystyle {\overline {\lambda _{j}}}=P(\lambda _{j})}, dengan λ j {\displaystyle \lambda _{j}} {\displaystyle \lambda _{j}} adalah nilai-nilai eigen dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.

Referensi

Sumber

Kelas-kelas matriks
Batasan pada elemen matriks
Konstan
Batasan pada nilai eigen dan vektor eigen-nya
Batasan pada hasil perkalian atau inversnya
Dengan aplikasi tertentu
Digunakan dalam statistika
Digunakan dalam teori graf
Digunakan dalam sains dan teknik
Istilah yang berhubungan


Ikon rintisan

Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan