Senin, 19 Oktober 2026
16:28 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kucing emas

Kucing emas

Bagikan:
Kucing emas
250px-Asian_Golden_cat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Subordo: Feliformia
Famili: Felidae
Subfamili: Felinae
Genus: Catopuma
Spesies:
C. temminckii
Nama binomial
Catopuma temminckii
(Vigors & Horsfield, 1827)
250px-AsianGoldenCat_distribution.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran spesies pada tahun 2015[1]
Sinonim

Pardofelis temminckii

Kucing emas[2](Catopuma temminckii) merupakan spesies Felidae berukuran sedang dari genus Catopuma. Umumnya kucing ini memiliki bulu yang polos dan berwarna kemerahan, tetapi juga kerap ditemukan variasi, seperti spesimen melanistik, berbintik seperti oselot, atau berwarna abu-abu. Ia juga sering dikenali dengan garis-garis putih yang berada dari wajahnya.

Habitat spesies ini berada di timur laut dari Anak benua India, Asia Tenggara dan Tiongkok. Status konservasinya telah menjadi rentan sejak 2023 di daftar merah IUCN akibat perburuan ilegal dan kerusakan habitat karena Asia Tengara menjadi wilayah yang mengalami tingkat deforestasi tercepat di di dunia. [3] Nama ilmiah spesies ini dinamai untuk menghormati ahli zoologi Belanda Coenraad Jacob Temminck, yang pertama kali mendefinisikan spesies kucing emas afrika pada tahun 1827.[4]

Taksonomi

Penamaan

Felis temmincki adalah nama ilmiah yang digunakan pada tahun 1827 oleh Nicholas Aylward Vigors dan Thomas Horsfield yang digunakan untuk mendeskripsikan kulit kucing berwarna cokelat kemerahan dari Sumatera.[5]Nama Temmincki digunakan untuk menghormati ahli zoologi Belanda Coenraad Jacob Temminck yang pertama kali mendefinisikan spesies kucing emas afrika pada tahun 1827.[4] Selanjutnya, nama latin Felis moormensis diusulkan oleh Brian Houghton Hodgson pada tahun 1831 dengan merujuk seekor kucing jantan muda yang ditangkap hidup-hidup oleh para pemburu dari Orang Tamang yang tinggal di Nepal.[6] Alphonse Milne-Edwards juga mengusulkan Felis tristis sebagai nama ilmiah pada tahun 1872 dengan merujuk seekor kucing emas berbintik dari Tiongkok.[7]

Meskipun sempat diklasifikasikan ke dalam genus Pardofelis pada tahun 2007,[8]revisi taksonomi menetapkan bahwa spesies ini tetap dipertahankan dalam genus Catopuma.[9] Keputusan ini didasarkan pada analisis morfologi yang menunjukkan bahwa struktur tengkorak serta karakteristik kaki dan ekornya terbukti berbeda dari spesies lain di dalam genus Pardofelis.[10] Klasifikasi ini sekaligus mengukuhkan kembali penggunaan genus Catopuma yang pertama kali diusulkan oleh Nikolai Severtzov pada tahun 1853.[11]

Pada tahun 2017, ada dua subspesies yang diakui sahih:[12]

  • C. t. temminckii yang tersebar di Sumatra dan Semenanjung Malaya.
  • C. t. moormensis yang tersebar dari Nepal ke arah timur hingga Asia Tenggara

Pembagian subspesies ini mengacu pada penelitian analisis genetik molekuler pada tahun 2016 yang meletakkan Tanah Genting Kra sebagai pembatas pemisah antara kedua subspesies.[13]

250px-Sundaland-at-the-Last-Glacial-Maximum-showing-the-modern-distribution-of-land-in-dark.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta paparan sunda pada glasial maksimum terakhir

Filogeni

Analisis filogenetik telah dilakukan pada DNA inti yang diambil dari sampel jaringan dari seluruh spesies yang masuk dalam famili Felidae. Analisis ini mengungkapkan bahwa radiasi evolusi famili ini dimulai di Asia pada zaman Miosen yang terjadi sekitar 14,45 hingga 8,38 juta tahun yang lalu.[14][15] Selanjutnya, analisis DNA mitokondria juga menunjukkan bahwa radiasi ini terjadi pada kisaran 16,76 hingga 6,46 juta tahun yang lalu.[9]Ditambah lagi, analisis DNA nukleus pada ketiga spesies, kucing emas membentuk garis keturunan bersama dengan kucing merah dan kucing batu yang berpisah dari nenek moyang bersama antara 8,42 hingga 4,27 juta tahun yang lalu.[14][15] Ketiga spesies ini dikelompokkan sebagai kelompok kucing teluk.[14]

Analisis DNA mitokondria ketiga spesies ini juga menunjukkan adanya divergensi genetik dari leluhur yang sama antara 8,47 hingga 0,41 juta tahun yang lalu.[9] Kedua model analisis DNA ini sepakat bahwa kucing batu adalah spesies pertama dari garis keturunan ini yang memisahkan diri, sementara kucing emas dan kucing merah berpisah satu sama lain sekitar 6,42 hingga 0,03 juta tahun yang lalu.[14][9]

Pemisahan antara kucing emas dan kucing merah diperkirakan terjadi pada akhir zaman Pliosen, sekitar 3,16 juta tahun yang lalu dan lebih dekat dari estimasi sebelumnya. Proses ini disebabkan atas naiknya permukaan air laut yang menenggelamkan Tanah Genting Kra dan memutus daratan Asia Tenggara dari Paparan Sunda sehingga memisahkan kedua spesies. Populasi di wilayah selatan yang berlokasi di paparan sunda dan berevolusi menjadi kucing merah yang sangat bergantung pada sisa-sisa habitat refugium hutan hujan tropis yang mengecil akibat perubahan iklim pada masa Glasial Maksimum Terakhir. Sebaliknya, populasi di wilayah utara atau di Indocina berevolusi menjadi kucing emas yang lebih adaptif dan menyebar ke wilayah paparan sunda di arah selatan, seperti Sumatra dan Semenanjung Malaya dengan memanfaatkan jembatan darat yang ada pada periode glasial Pleistosen. Perbedaan pada warna kulit pada kedua populasi menegaskan perpisahan evolusioner. Pada kucing teluk, spesies ini mengembangkan kamuflase pada morfnya yang lebih netral menyesuaikan hidupnya pada ekosistem hutan hujan, sedangkan kucing emas bervolusi dengan menunjukkan warna yang lebih terang dan lebih bervariasi menyesuaikan lingkungan yang beragam. [13]

Analisis genetik menunjukkan bahwa ada keragaman nukleotida yang rendah pada populasi spesies kucing emas. Kondisi ini menunjukkan bahwa spesies ini mengalami kendala populasi yang kemungkinan disebabkan oleh kejadian Letusan Toba Termuda pada sekitar 74.000 tahun lalu yang memusnahkan wilayah hutan tropis yang luas di kawasan Asia Tenggara sehingga memaksa populasi spesies yang masih hidup pindah ke dalam refugium ekologis di Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara Daratan. Setelah peristiwa letusan selesai, spesies ini mengalami penyebaran populasi yang berlangsung terus menerus sehingga menyebabkan repopulasi di wilayah yang berlokasi di luar Asia Tenggara Daratan sehingga menyebabkan populasi yang masih berada pada wilayah Asia Tenggara Daratan memilii polimorf yang lebih beragam, sedangkan populasi baru yang berada di wilayah Selatan Tanah Genting Kra memiliki morf yang mayoritas kemerahan.[16]

Di bawah ini adalah kladogram dari hubungan filogeni antar spesies ini :[14][15][9]

Felidae
Felinae

keturunan lain dari Felinae

Pantherinae

Karakteristik

250px-Fishing%26goldencatskulls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ilustrasi tengkorak kucing emas (bawah) (bottom) dan kucing bakau(atas).

Biometri

250px-Catopuma_temminckii_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesies ini dapat dikenali dari corak di wajah

Spesies ini memiliki ukuran yang hampir seukuran oselot. Mereka memiliki panjang kepala hingga ke badan berkisar antara 66 hingga 105 cm dengan ukuran ekor 40–57 cm. Beratnya berkisar 9–16 kg.[17]Panjang ekornya ekornya mencakup sepertiga hingga setengah dari total panjang tubuhnya.[18] Spesies ini memiliki 28 gigi[19] dan menunjukkan dimorfisme seksual dengan individu jantan berukuran lebih besar dibandingkan dengan betina.[20]Spesies ini juga memiliki corak wajah berupa garis-garis putih yang memiliki tepi berwarna cokelat tua atau hitam yang membentang dari hidung melewati pipi dan atas kepala. Hewan ini juga memiliki ekor lingkar dan bintik abu-abu yang mencolok. Selain itu, mereka juga memiliki sorot sudut di bagian dalam mata.[21] Dada, perut dan bagian dalam atas kakinya memiliki warna putih pucat dengan bintik-bintik pudar, sedangkan bawah kaki dan ekor memiliki warna kegelapan dari abu-abu ke hitam. Ekornya memiliki dasar warna putih dengan ujung ekor yang menggulung ke atas.[22]

Kucing emas memiliki polimorfisme warna yang terdiri dari morf emas, kayu manis, coklat, tutul, merah kecoklatan, abu-abu dan hitam.[23]

250px-Asiatic_Golden_Cat_-_geograph.org.uk_-_488071.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Variasi abu-abu di Kebun binatang Edinburgh
250px-Asian_golden_cat_at_Edinburgh_Zoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Variasi warna merah di Kebun binatang Edinburgh
250px-Pardofelis_temminckii_in_Lao_Zoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Variasi melanistik di Kebun binatang Lao di (Provinsi Vientiane).

Persebaran dan habitat

Kucing emas asia hidup dari wilayah Tibet, Nepal, Bhutan, India dan Bangladesh hingga ke Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Cina Selatan ke Malaysia dan Sumatra. Mereka lebih memilih habitat hutan yang yang diselingi lingkungan daerah berbatu dengan Hutan peranggas yang kering, hutan hujan tropika dan hutan subtropis tumbuhan hijau malar lembab. Mereka juga ditemukan di wilayah perdu, lahan rumput, perkebunan, subalpin dan hutan sekunder[24] Spesies ini ditemukan pada 80 m di atas laut[25] hingga 4600 di atas laut di Bhutan.[26]

Sejak seekor individu hidup ditangkap pada tahun 1831, Nepal telah diakui sebagai batas paling barat dari wilayah sebaran spesies tersebut[6][27] hingga ke Distrik Jajarkot.[28] Di dalam negara tersebut, spesies ini telah tercatat di Kawasan Konservasi Gaurishankar [29] dan bentang alam Kangchenjunga.[30] Morf melanistik terekam di Taman Nasional Makalu Barun[31], sementara morf abu-abu[32] dan cokelat diamati di kawasan Tinjure-Milke-Jaljale.[33]

Di Bhutan, lima morf terekam meliputi emas,abu-abu, melanistic (hitam), tutul dan kayu manis. Kelima morf ditemukan di Cagar Alam Ketat Torsa,[34] Taman Nasional Wangchuck Centennial,[35] Taman Nasional Phrumsengla,[36][37] serta hutan-hutan di Trashigang.[38] Empat bentuk morf, kecuali tutul terekam di Taman Nasional Jigme Dorji[39] dan Distrik Bumthang..[40][41] Morf tutul dan abu-abu juga terekam di Taman Nasional Jigme Singye Wangchuck.[42] Hanya morf melanistik yang terekam di Suaka Margasatwa Sakteng [43]dan Divisi Hutan Teritorial Sarpang. [44] Kucing emas Asia juga terekam di Suaka Margasatwa Jomotsangkha[45] dan Taman Nasional Kerajaan Manas.[46]

Seekor kucing emas dengan roset di tubuhnya pertama kali dideskripsikan dari spesimen asal Tiongkok pada tahun 1872.[7] Hewan ini terekam di kawasan lindung Qinling dan Pegunungan Min antara tahun 2002 hingga 2009.[47] Morf oselot terekam berada di Cagar Alam Nasional Tangjiahe dan Cagar Alam Nasional Changqing.[48] Morfi emas tersebar di sepanjang Qinling dan Pegunungan Hengduan, Himalaya Timur, Yunnan selatan[49] dan Cagar Alam Laohegou.[23] Morf warna abu-abu juga terekam di Himalaya Timur, sedangkan morfologi melanistik terekam di Yunnan selatan. Selain itu, morf kayu manis juga terekam di Yunnan selatan dan Himalaya Timur.[49] Di Ngarai Yarlung Tsangpo[23][50] dan Township Gedang, kelima morf terekam, yaitu emas, kayu manis, melanistik, tutul, dan abu-abu.[51]

Rekaman pertama kucing emas di Bangladesh sejak 1982 ketika sebuah kulit dari hewan ini dikumpulkan dari Jalur Bukit Chittagong. Kemudian, morf kayu manis direkam di Cagar Alam Bhanugach Barat di Moulvibazar[52] bersama dengan morf melanistik.[53] Spesies ini juga terekam di Cagar Bukit Patharia [54] dan Taman Nasional Satchari.[55]

Survei di Sumatra dan di Et-Nam Phou Louey Nasional Protected Area di utara Laos menunjukkan bahwa mereka lebih umum daripada kucing kecil sympatric, menunjukkan bahwa mereka lebih banyak daripada yang diyakini sebelumnya.[56][57] Survei di Thailand, Myanmar utara dan India barat Arunachal Pradesh mengungkapkan angka lebih sedikit.[58][59][60]

Karena deskripsi Hodgson tahun 1831 dari seorang individu laki-laki di Nepal bawah moormensis Felis binomial, negara ini diyakini bagian barat dari jangkauan felid itu.[61][62] Namun tidak ada spesimen telah dicatat di dalam negeri, sampai Mei 2009 survei perangkap kamera menghasilkan catatan fotografi pertama kucing emas melanistic Asia di Makalu Barun Taman Nasional di ketinggian 2.517 m (8.258 ft).[63]

Ekologi dan tingkah laku

250px-Asiatische-Goldkatze-Catopuma-temminckii-tier-katze-0001_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kucing emas asia dengan sepotong daging.

Kucing emas asia teritorial dan soliter. Pengamatan sebelumnya menunjukkan bahwa mereka terutama berkegiatan di malam hari, tetapi studi lapangan pada dua radio-berkerah spesimen mengungkapkan pola aktivitas arrhythmic didominasi oleh puncak aktivitas crepuscular dan diurnal, dengan aktivitas apalagi larut malam. Wilayah jantan adalah 47,7 km2 (18,4 sq mi) dan meningkat lebih dari 15% selama musim hujan. Wilayah betina adalah 32,6 kilometer persegi (12,6 sq mi). Kedua kucing bepergian antara hanya 55 meter (180 kaki) lebih dari 9 kilometer (5,6 mil) dalam satu hari dan lebih aktif pada bulan Juli dari bulan Maret.[20]

Kucing emas asia dapat memanjat pohon bila diperlukan. Mereka berburu burung, tikus besar dan reptil, ungulates kecil seperti muntjacs dan rusa sambar muda.[64] Mereka mampu menjatuhkan mangsa yang lebih besar dari diri mereka sendiri, seperti sapi kerbau domestik.[65] Di pegunungan Sikkim, mereka dilaporkan memangsa ghoral.[66]

Vokalisasi mereka termasuk mendesis, meludah, mengeong, mendengkur, menggeram, dan menggelegak. Metode komunikasi lainnya diamati dalam penangkaran kucing emas asia termasuk menandai dengan aroma, penyemprotan urin, menggaruk pohon dan kayu dengan cakar, dan menggosok kepala terhadap berbagai objek, seperti kucing domestik.[67]

Reproduksi

Tidak banyak yang diketahui tentang perilaku reproduksi ini agak sulit dipahami kucing di alam liar.[68] Sebagian besar dari apa yang diketahui, telah dipelajari di penangkaran. Betina kucing emas asia dewasa secara seksual antara 18 dan 24 bulan, sementara jantan dewasa di 24 bulan. Wanita datang ke estrus setiap 39 hari, di mana saat mereka meninggalkan tanda dan mencari kontak dengan jantan dengan mengadopsi postur reseptif. Selama hubungan seksual, pria akan merebut kulit leher perempuan dengan giginya. Setelah periode kehamilan 78 sampai dengan 80 hari, betina melahirkan anak satu sampai tiga anak kucing di tempat yang terlindung. Anak-anak kucing beratnya 220-250 gram (7,8-8,8 oz) pada saat lahir, tetapi tiga kali lipat ukurannya selama delapan minggu pertama kehidupan. Mereka lahir sudah memiliki pola kulit dewasa, dan membuka mata mereka pada enam hingga dua belas hari.[67] Dalam penangkaran, mereka hidup sampai dua puluh tahun.[69]

Ancaman

Kucing emas asia mendiami beberapa negara berkembang tercepat di dunia, di mana mereka semakin terancam oleh kerusakan habitat mengikuti deforestasi, bersama dengan basis ungulata menurun mangsanya.[1] Ancaman lain yang serius adalah perburuan untuk perdagangan satwa liar, yang memiliki potensi besar untuk melakukan kejahatan maksimal dalam waktu singkat.[64] Telah dilaporkan tewas dalam balas dendam setelah memangsa ternak, termasuk unggas tetapi juga hewan yang lebih besar seperti domba, kambing dan sapi kerbau.

Perdagangan satwa ilegal

Kucing emas asia terutama direbus untuk mendapatkan bulu mereka.[58] Di Myanmar, bagian tubuh 111 dari setidaknya 110 individu yang diamati pada empat pasar yang disurvei antara tahun 1991 hingga 2006. Angka secara signifikan lebih besar daripada non-spesies terancam. Di antara kulit teramati adalah spesimen dengan ocelot seperti mawar - bentuk langka 'tristis'. Tiga dari pasar yang disurvei terletak di perbatasan internasional dengan China dan Thailand, dan melayani pembeli internasional, meskipun kucing emas Asia benar-benar dilindungi oleh undang-undang nasional Myanmar. Pelaksanaan yang efektif dan penegakan CITES dianggap tidak memadai.[70]

Konservasi

Pardofelis temminckii termasuk dalam CITES Appendix I dan sepenuhnya dilindungi atas sebagian besar jangkauannya. Berburu dilarang di Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand, dan Vietnam. Berburu diatur di Laos. Tidak ada informasi mengenai status perlindungan yang tersedia dari Kamboja.[64] Di Bhutan felid yang dilindungi hanya dalam batas-batas kawasan lindung.[71]

Ukuran populasi kucing emas asia tidak diketahui dan sulit untuk memperkirakan. Itu dianggap sebagai melimpah di banyak negara sampai bagian akhir dari abad terakhir, di mana perburuan bergeser jauh dari harimau dan macan tutul untuk spesies ini. Di Cina dilaporkan menjadi kucing paling langka berikutnya selain harimau dan macan tutul.

Penangkaran

Per Desember 2008, ada 20 kucing emas asia di kebun binatang 8 Eropa yang berpartisipasi dalam Program Spesies Langka Eropa. Pasangan di Kebun Binatang Wuppertal Jerman berhasil dikembangbiakkan lagi pada tahun 2007, dan pada bulan Juli 2008, dua saudara kandung yang lahir dan ibu-dipelihara. Pada tahun 2008, anak kucing betina juga lahir di Parc des Prancis Félins. Spesies ini juga disimpan di Singapore Zoo..[72] Selain ini, sebuah kebun binatang beberapa di Asia Tenggara dan Australia juga menjaga kucing emas Asia. Di Amerika Utara Spesimen hanya memiliki individu tua dan miskin genetik.

Taksonomi

Kucing emas asia memiliki kemiripan besar dengan kucing emas Afrika, tetapi tidak mungkin bahwa mereka terkait erat karena hutan-hutan Afrika dan Asia belum terhubung dalam lebih dari 20 juta tahun. Kesamaan mereka lebih ke contoh evolusi konvergen.

Kucing emas asia mirip dengan kucing teluk Kalimantan baik dalam penampilan dan perilaku. Studi genetika mengungkapkan bahwa kedua spesies sangat erat terkait. Kucing emas Asia ditemukan di Sumatra dan Malaysia, yang hanya dipisahkan dari Kalimantan sekitar 10.000 hingga 15.000 tahun yang lalu. Pengamatan ini menyebabkan asumsi bahwa kucing Teluk Kalimantan adalah subspesies insular dari kucing emas asia.

Analisis genetik menunjukkan bahwa kucing emas asia, bersama dengan kucing teluk dan kucing marmer, menyimpang dari felids lainnya sekitar 9,4 juta tahun yang lalu, dan bahwa kucing emas asia dan kucing teluk dibedakan selama empat juta tahun yang lalu, menunjukkan bahwa kucing teluk adalah spesies yang berbeda jauh sebelum isolasi Kalimantan. Karena hubungan erat terbukti dengan kucing marmer, hal itu baru-baru ini menyarankan bahwa ketiga spesies harus dikelompokkan dalam genus Pardofelis.[73]

Mitologi

Di beberapa wilayah Thailand, kucing emas asia disebut Seua fai ("fire tiger"). Menurut legenda regional, pembakaran bulu kucing emas asia mendorong harimau menjauh. Makan daging diyakini memiliki efek yang sama. Orang-orang Karen percaya bahwa hanya membawa sehelai rambut dari kucing akan cukup.[74] Masyarakat adat Banyak yang percaya kucing ini menjadi ganas, tetapi di penangkaran telah dikenal sangat jinak dan tenang.

Referensi

  1. 1 2 3 4 Petersen, W.J.; Coudrat, C.N.Z.; Dhendup, T.; Ghimirey, Y.; Gray, T.N.E.; Shariff, M.; Montomery, C.; Mukherjee, S.; Rahman, H.; Kun, S. (2025). "Catopuma temminckii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2025 e.T4038A245236583. doi:10.2305/IUCN.UK.2025-1.RLTS.T4038A245236583.en. Diakses tanggal 22 November 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Evakuasi dan Pemulihan Satwa Kucing Emas (Pardofelis Temminckii) di Pasaman – BKSDA SUMBAR". bksdasumbar.ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2026-03-22.
  3. ↑ IUCN (2023-08-17). "Catopuma temminckii: Petersen, W.J., Coudrat, C.N.Z., Dhendup, T., Ghimirey, Y., Gray, T.N.E., Shariff, M., Montomery, C., Mukherjee, S., Rahman, H. & Kun, S.: The IUCN Red List of Threatened Species 2025: e.T4038A245236583" (dalam bahasa Inggris). doi:10.2305/IUCN.UK.2025-1.RLTS.T4038A245236583.en.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. 1 2 Sunquist, Melvin E.; Sunquist, Fiona (2002). Wild cats of the world. Internet Archive. Chicago : University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-77999-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  5. ↑ Vigors, N. A. & Horsfield, T. (1827). "Descriptions of two species of the genus Felis, in the collections of the Zoological Society". The Zoological Journal. III (11): 449–451.
  6. 1 2 Hodgson, B. H. (1831). "Some Account of a new Species of Felis". Gleanings in Science. III (30): 177–178.
  7. 1 2 Milne-Edwards, A. (1872). "Felis tristis, nov. sp.". Étude pour servir à l'histoire de la faune mammalogique de la Chine. Recherches pour servir à l'histoire des mammifères comprenant des considérations sur la classification de ces animaux. Paris: G. Masson. hlm. 223−224.
  8. ↑ O’Brien, Stephen J.; Johnson, Warren E. (2007-07). "The Evolution Cats" (PDF). Scientific American. 297 (1): 68–75. doi:10.1038/scientificamerican0707-68. ISSN 0036-8733.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. 1 2 3 4 5 Li, Gang; Davis, Brian W.; Eizirik, Eduardo; Murphy, William J. (2016). "Phylogenomic evidence for ancient hybridization in the genomes of living cats (Felidae)". Genome Research (dalam bahasa Inggris). 26 (1): 1–11. doi:10.1101/gr.186668.114. ISSN 1088-9051. PMC 4691742. PMID 26518481.
  10. ↑ Sicuro, Fernando Lencastre; Oliveira, Luiz Flamarion B. (2011). "Skull morphology and functionality of extant Felidae (Mammalia: Carnivora): a phylogenetic and evolutionary perspective: FELID SKULL MORPHOLOGY, FUNCTIONALITY, AND EVOLUTION". Zoological Journal of the Linnean Society (dalam bahasa Inggris). 161 (2): 414–462. doi:10.1111/j.1096-3642.2010.00636.x.
  11. ↑ Severtzow, M. N. (1858). "Notice sur la classification multisériale des Carnivores, spécialement des Félidés, et les études de zoologie générale qui s'y rattachent". Revue et Magasin de Zoologie Pure et Appliquée. X: 385–396.
  12. ↑ Kitchener, A. C.; Breitenmoser-Würsten, C.; Eizirik, E.; Gentry, A.; Werdelin, L.; Wilting, A.; Yamaguchi, N.; Abramov, A. V.; Christiansen, P.; Driscoll, C.; Duckworth, J. W.; Johnson, W.; Luo, S.-J.; Meijaard, E.; O'Donoghue, P.; Sanderson, J.; Seymour, K.; Bruford, M.; Groves, C.; Hoffmann, M.; Nowell, K.; Timmons, Z. & Tobe, S. (2017). "A revised taxonomy of the Felidae: The final report of the Cat Classification Task Force of the IUCN Cat Specialist Group" (PDF). Cat News. Special Issue 11: 36−37. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2018-07-30. Diakses tanggal 2018-06-15.
  13. 1 2 Patel, Riddhi P.; Förster, Daniel W.; Kitchener, Andrew C.; Rayan, Mark D.; Mohamed, Shariff W.; Werner, Laura; Lenz, Dorina; Pfestorf, Hans; Kramer-Schadt, Stephanie (2016). "Two species of Southeast Asian cats in the genus Catopuma with diverging histories: an island endemic forest specialist and a widespread habitat generalist". Royal Society Open Science (dalam bahasa Inggris). 3 (10): 160350. doi:10.1098/rsos.160350. ISSN 2054-5703. PMC 5098974. PMID 27853549.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  14. 1 2 3 4 5 Johnson, Warren E.; Eizirik, Eduardo; Pecon-Slattery, Jill; Murphy, William J.; Antunes, Agostinho; Teeling, Emma; O'Brien, Stephen J. (2006). "The Late Miocene Radiation of Modern Felidae: A Genetic Assessment". Science. 311 (5757): 73–77. doi:10.1126/science.1122277.
  15. 1 2 3 Werdelin, L.; Yamaguchi, N.; Johnson, W. E. & O'Brien, S. J. (2010). "Phylogeny and evolution of cats (Felidae)". Dalam Macdonald, D. W. & Loveridge, A. J. (ed.). Biology and Conservation of Wild Felids. Oxford, UK: Oxford University Press. hlm. 59–82. ISBN 978-0-19-923445-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-09-25. Diakses tanggal 2019-04-14.
  16. ↑ Patel, Riddhi P.; Förster, Daniel W.; Kitchener, Andrew C.; Rayan, Mark D.; Mohamed, Shariff W.; Werner, Laura; Lenz, Dorina; Pfestorf, Hans; Kramer-Schadt, Stephanie (2016-10-01). "Two species of Southeast Asian cats in the genus Catopuma with diverging histories: an island endemic forest specialist and a widespread habitat generalist". Royal Society Open Science. 3 (10): 160350. doi:10.1098/rsos.160350. ISSN 2054-5703. PMC 5098974. PMID 27853549.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  17. ↑ "Living Species - Asian Golden Cat". IUCN CatSG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-25.
  18. ↑ Bok, Alex. "Catopuma temminckii (Asiatic golden cat)". animaldiversity.org. Diakses tanggal 2026-03-25.
  19. ↑ Seidensticker, John (2004). Cats : Smithsonian answer book. Internet Archive. Washington, D.C. : Smithsonian Books. hlm. 6. ISBN 978-1-58834-125-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  20. 1 2 Grassman, Lon I.; Tewes, Michael E.; Silvy, Nova J.; Kreetiyutanont, Kitti (2005-02). "ECOLOGY OF THREE SYMPATRIC FELIDS IN A MIXED EVERGREEN FOREST IN NORTH-CENTRAL THAILAND". Journal of Mammalogy (dalam bahasa Inggris). 86 (1): 29–38. doi:10.1644/1545-1542(2005)086<0029:EOTSFI>2.0.CO;2. ISSN 0022-2372.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  21. ↑ "Asian Golden Cat Catopuma temminckii". IUCN CatSG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-03.
  22. ↑ Wangmo, S.; Wangchuk, S.; Gyeltshen, K.; Lhendup, S.; Wangchuk, D.; Sunwar, S. (2024). Mammals of RMNP. hlm. 45. ISBN 978-99936-992-2-4.
  23. 1 2 3 Wang, Yuan; Li, Dajiang; Dunzhu, Pubu; Liu, Wulin; Feng, Limin; Jin, Kun (2022-05-31). "Recognition of Coat Pattern Variation and Broken Tail Phenomenon in the Asiatic Golden Cat (Catopuma temminckii)". Animals (dalam bahasa Inggris). 12 (11): 1420. doi:10.3390/ani12111420. ISSN 2076-2615.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  24. ↑ "Asian Golden Cat Catopuma temminckii". IUCN CatSG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-10-04.
  25. ↑ Tempa, Tshering; Norbu, Nawang; Dendup, Pema; Nidup, Tshering (2011). Results from a Camera Trapping Exercise For Estimating Tiger Population Size in The Lower Foothills of Royal Manas National Park. Ugyen Wangchuck Institute for Conservation and Environment. hlm. 5. ISBN 978-99936-817-2-4.
  26. ↑ Petersen, W.J; Coudrat, C.N.Z.; Dhendup, T.; Ghimirey, Y; Gray, T.N.E; Shariff, M; Montomery, C; Mukherjee, S; Rahman, H; Kun, S (2025). Catopuma temminckii (Laporan). International Union for Conservation of Nature. doi:10.2305/IUCN.UK.2025-1.RLTS.T4038A245236583.en. Diakses tanggal 10 April 2026.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Ellerman, J. R.; Morrison-Scott, T. C. S. (1966). "Felis temmincki Vigors & Horsfield, 1827". Checklist of Palaearctic and Indian mammals 1758 to 1946 (Edisi Second). London: British Museum. hlm. 311−312.
  28. ↑ Basnet, D.; Rai, J.; Kathariya, R.; Baral, B. (2025). "Known western range of Asiatic golden cat extended to Jajarkot, Nepal". Cat News (83): 14–15.
  29. ↑ Koju, N.P.; Bashyal, B.; Pandey, B.P.; Thami, S.; Dhamala, M.K. & Shah, S.N. (2020). "New record on Asiatic Golden Cat Catopuma temminckii Vigors & Horsfield, 1827 (Mammalia: Carnivora: Felidae): photographic evidence of its westernmost distribution in Gaurishankar Conservation Area, Nepal". Journal of Threatened Taxa. 12 (2): 15256–15261. doi:10.11609/jott.5227.12.2.15256-15261.
  30. ↑ Lama, S. T.; Bugler, K. A.; Ross, J. G.; Paterson, A. M. (2024). "Diversity of mammalian species in the Kangchenjunga Landscape of eastern Nepal". European Journal of Wildlife Research. 70 (6): 118. Bibcode:2024EJWR...70..118L. doi:10.1007/s10344-024-01869-1.
  31. ↑ Ghimirey, Y. & Pal, P. (2009). "First camera trap image of Asiatic golden cat in Nepal" (PDF). Cat News (51): 17. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-07-26. Diakses tanggal 2017-07-10.
  32. ↑ Rai, J.; Yadav, K.; Ghimirey, Y.; Acharya, R.; Thapa, K. (2018). "Asiatic golden cat and red panda in Tinjure-Milke-Jaljale area". The Himalayan Naturalist. 1: 17.
  33. ↑ Rai, J.; Yadav, K.; Gc, S.; Acharya, R.; Thapa, K.; Ghimirey, Y. (2019). "First record of Asiatic golden cat Tinjure-Milke-Jaljale Area, Nepal". Cat News (69): 31.
  34. ↑ Ugyen, U. (2022). Hidden cameras reveal five different "colour morphs or variants" of the Asiatic golden cat (Catopuma temminckii) in Jigme Khesar Strict Nature Reserve, Haa: Photographic Evidence (Laporan). Department of Forests and Park Services. hlm. 7.
  35. ↑ Wangdi, K. (2025). "10 Asiatic golden cat color morphs in Wangchuck Centennial National Park, Bhutan". Cat News (83): 17–19.
  36. ↑ Dhendup, T. (2016). "Status of Asiatic Golden Cat Catopuma temminckii Vigors & Horsfield, 1827 (Carnivora: Felidae) in Bhutan". Journal of Threatened Taxa. 8 (4): 8698–8702. doi:10.11609/jott.2560.8.4.8698-8702.
  37. ↑ Namgyel, U. & Gyeltshen, J. (2024). "Occupancy and activity pattern of Asiatic golden cat and terrestrial pheasants in Bhutan's Phrumsengla National Park". Journal of Wildlife and Biodiversity. 8 (4): 329–342. doi:10.5281/ZENODO.13840668.
  38. ↑ Norbu, L.; Koirala, B.K.; Dechen, U.; Dorji, T.; Tshering, D.; Dorji, P.; Dorji, L.; Phuntsho, U. & Lhendup, U. (2022). "Camera trap evidence of polymorphic Asiatic Golden Cat (Catopuma temminckii) in Trashigang Forest Division, Eastern Bhutan". Bhutan Journal of Natural Resources and Development. 9 (1): 66–73. doi:10.17102/bjnrd.v9i1.71tidak aktif 4 April 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per April 2026 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ Jigme, K. (2011). "Four colour morphs of and the altitudinal record of Asiatic Golden Cat in Bhutan". Cat News (55): 12–13.
  40. ↑ Dhendup, T.; Tempa, T.; Norbu, N. (2016). "Camera trap records of Asiatic golden cat at high altitudes in Bhutan" (PDF). Cat News (64): 37–38. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 September 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ Vernes, K.; Sangay, T.; Rajaratnam, R.; Singye, R. (2015). "Social interaction and cooccurrence of colour morphs of the Asiatic golden cat, Bhutan". Cat News (62): 18–20.
  42. ↑ Wang, S. W. (2007). "A rare morph of the Asiatic golden cat in Bhutan's Jigme Singye Wangchuck National Park". Cat News (47): 27–28.
  43. ↑ Wangyel, S.; Dorji, K.; Tobgay, S. & Yangdon, N. (2020). "First photographic evidence of the Asiatic Golden Cat Catopuma temminckii Vigors & Horsfield, 1827 (Mammalia: Carnivora: Felidae) in Sakteng Wildlife Sanctuary, Bhutan". Journal of Threatened Taxa. 12 (2): 15262–15266. doi:10.11609/jott.5089.12.2.15262-15266.
  44. ↑ Tenzin, J.; Dhendup, T.; Dhendup, P.; Choki, K.; Dorji, T.; Dorji, S.; Nidup, C. (2019). "Six felid species occur outside protected areas in south-central Bhutan". Cat News (70): 25–27.
  45. ↑ Yongdrup, P.; Sherub, K.; Tshering, U.; Chaida, L.; Chaten (2019). "Abundance and Distribution of Asiatic Golden Cat (Catopumma teminckii Vigors and Horsfield) and Clouded Leopard (Neofelis nebulosa Grifith) in Jomotsangkha Wildlife Sanctuary, Bhutan" (PDF). Bhutan Journal of Natural Resources and Development. 6 (1): 19–26. doi:10.17102/cnr.2019.03tidak aktif 10 September 2026. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 Februari 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per September 2026 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ Dorji, L. (2021). "Golden newmorph news". Perspective.
  47. ↑ Li, S.; Wang, D.; Lu, Z.; McShea, W. (2010). "Cats living with pandas: the status of wild felids within giant panda range, China". Cat News (52): 20–23.
  48. ↑ Jutzeler, E.; Xie, Y. & Vogt, K. (2010). "Asiatic Golden Cat in China". Cat News (Special Issue 5): 40–41.
  49. 1 2 Fei D.; Shuyi Z.; Yuan W.; Dazhao S.; Xiaoli S. & Sheng L. (2024). "Distribution of the Asiatic golden cat (Catopuma temminckii) and variations in its coat morphology in China". Ecology and Evolution. 14 (2) e10900. Bibcode:2024EcoEv..1410900D. doi:10.1002/ece3.10900. PMC 10847886. PMID 38327691.
  50. ↑ Wang, Y.; Li, S.; Liu, W.; Zhu, X.; Li, B. (2019). "Coat pattern variation and activity rhythm of Asiatic golden cat (Catopuma temminckii) in Yarlung Zangbo Grand Canyon National Nature Reserve of Tibet, China". Biodiversity Science. 27 (6): 638–647. doi:10.17520/biods.2019070.
  51. ↑ Wang, Q.; Yang, B.; Zhu, R.; Wang, X.; Li, S.; Zhang, L. (2024). "Unveiling the Biodiversity and Conservation Significance of Medog: A Camera-Trapping Survey on Mammals in the Southeastern Tibetan Mountains". Animals. 14 (15): 2188. doi:10.3390/ani14152188. PMC 11311013. PMID 39123714.
  52. ↑ Akash, M.; Ahmed, S.; Biswas, J.; Alam, M.; Zakir, T.; Shafi, S.; Barkat, A. I.; Islam, T.; Debbarma, H.; Alom, K.; Guala, C. (2022). "What does a Discovery tell Us? Camera-Trapping Insight into the Asian Small-Clawed Otter in North-Eastern Bangladesh". Otter Specialist Group Bulletin. 39: 158–170.
  53. ↑ Akash, M. (2021). "Camera-trap study reveals rare wild cat in northeastern Bangladesh". The Business Standard. Diakses tanggal 2026-09-05.
  54. ↑ Rahman, M. A.; Suzuki, A.; Uddin, M. S.; Motalib, M.; Chowdhury, M. R. K.; Hamza, A.; Aziz, M. A. (2023). "Presence of medium and large sized terrestrial mammals highlights the conservation potential of Patharia Hill Reserve in Bangladesh". Journal of Threatened Taxa. 15 (6): 23283–23296. doi:10.11609/jott.8350.15.6.23283-23296.
  55. ↑ Zakir, T.; Debbarma, H.; Mahjabin, R.; Debbarma, R.; Khan, Z.; Rahman Minu, M. M.; Zahura, F. T.; Akash, M. (2021). "Are Northeastern Forests of Bangladesh Empty? Insights from Camera-Trapping into Spatiotemporal Activity Pattern of Mammals in a Semi-Evergreen National Park". Mammal Study. 46 (4). doi:10.3106/ms2020-0114.
  56. ↑ Holden, J. (2001) Small cats in Kerinci Seblat National Park, Sumatra, Indonesia. Cat News 35: 11–14.
  57. ↑ Johnson, A., Vongkhamheng, C., Saithongdam, T. (2009) The diversity, status and conservation of small carnivores in a montane tropical forest in northern Laos. Oryx 43: 626–633 DOI:10.1017/S0030605309990238
  58. 1 2 Lynam, A. J., Round, P. and Brockelman, W. Y. (2006) Status of birds and large mammals of the Dong Phayayen-Khao Yai Forest Complex, Thailand Diarsipkan 2011-07-27 di Wayback Machine. Biodiversity Research and Training Program and Wildlife Conservation Society, Bangkok, Thailand.
  59. ↑ Rao, M., Myint, T., Zaw, T., Htun, S. (2005) Hunting patterns in tropical forests adjoining the Hkakaborazi National Park, north Myanmar. Oryx 39(3): 292.
  60. ↑ Mishra, C., Madhusudan, M. D., Datta, A. (2006) Mammals of the high altitudes of western Arunachal Pradesh, eastern Himalaya: An assessment of threats and conservation needs. Oryx 40: 29–35.
  61. ↑ Hodgson, B. H. (1831) Some Account of a new Species of Felis. Gleanings in Science, Volume III. Calcutta 1832: 177–178.
  62. ↑ Ellerman J. R. and Morrison-Scott T. C. S. (1966) Checklist of Palaearctic and Indian mammals 1758 to 1946. London.
  63. ↑ Ghimirey, Y., Pal, P. (2009) First camera trap image of Asiatic golden cat in Nepal Teks tebalDiarsipkan 2011-07-26 di Wayback Machine. Cat News 51: 17
  64. 1 2 3 Nowell, K., Jackson, P. (1996). 'Wild Cats: status survey and conservation action plan. IUCN/SSC Cat Specialist Group, Gland, Switzerland.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  65. ↑ Tun Yin (1967) Wild animals of Burma. Rangoon Gazette Ltd, Rangoon.
  66. ↑ Biswas, B. and Ghose, R.K. (1982) Progress report 1 on pilot survey of the WWF-India/Zoological Survey of India collaborative project on the status survey of the lesser cats in eastern India. Zoological Survey of India, Calcutta.
  67. 1 2 Sunquist, Mel; Sunquist, Fiona (2002). Wild cats of the World. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 52–56. ISBN 0-226-77999-8.
  68. ↑ Jones, M.L. (1977) Record keeping and longevity of felids in captivity. In: Eaton, R.L. (ed.) The World’s Cats. Vol. 3, no. 3. Seattle: Carnivore Research Institute, Burke Museum, University of Washington.
  69. ↑ Prator, T., Thomas, W.D., Jones, M. and M. Dee (1988) A twenty-year overview of selected rare carnivores in captivity. Pp 191–229. In B. Dresser, R. Reece and E. Maruska, (eds.) Proceedings of 5th world conference on breeding endangered species in captivity. Cincinnati, Ohio.
  70. ↑ Shepherd, C. R., Nijman, V. (2008) The wild cat trade in Myanmar. TRAFFIC Southeast Asia, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.
  71. ↑ Wang, S. W. (2007) A rare morph of the Asiatic golden cat in Bhutan's Jigme Singye Wangchuck National Park. Cat News 47: 27–28.
  72. ↑ EAZA Felid TAG (2009) EAZA Felid TAG Annual Report 2007–2008 Diarsipkan 2011-07-20 di Wayback Machine. In: EAZA Yearbook 2007/2008. European Association of Zoos and Aquaria
  73. ↑ Johnson, W. E., Eizirik, E., Pecon-Slattery, J., Murphy, W. J., Antunes, A., Teeling, E., O'Brien, S. J. (2006) The late miocene radiation of modern felidae: A genetic assessment Diarsipkan 2010-05-27 di Wayback Machine. Science 311: 73–77
  74. ↑ Lekagul, B.; McNeely, J.A. (1977). Mammals of Thailand. Bangkok: Association for the Conservation of Wildlife.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Catopuma temminckii.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Catopuma temminckii.
Spesies Carnivora yang masih hidup
Prionodon (Linsang asiatik)
Felidae (kucing)
Pantherinae
Neofelis
Panthera
Felinae sensu stricto
Garis keturunan
kucing merah
Pardofelis
Catopuma
Garis keturunan
karakal
Caracal
Leopardus
Lynx
Garis keturunan
puma
Acinonyx
Puma
Garis keturunan
kucing kuwuk
Prionailurus
Felis
Viverroidea
    • lihat dibawah↓
Hemigalinae
Paradoxurinae
Paradoxurus

Viverrinae
sensu lato
Viverrinae
sensu stricto
Viverra
Genettinae
Poiana
(African linsangs)
Genetta
(Rabah)
Herpestoidea
    • see below↓
Hyaenidae
(hyena)
Proteles
Hyaeninae
(hyena penghancur tulang)
Crocuta
Herpestidae sensu lato
Eupleridae
(Malagasy
carnivorans)
Euplerinae
(Malagasy civets)
Eupleres (falanoucs)
Galidiinae
(vontsira)
Galidictis
Salanoia
Herpestidae sensu stricto (mongooses)
Suricata
Mungos
Helogale
Crossarchus
(kusimanse)
Urva
(garangan asia)
Bdeogale
Herpestes
(slender mongooses)
Canidae (anjing)
Urocyon
Vulpini
Nyctereutes
Vulpes
(rubah)
Canini
(anjing sejati)
Cerdocyonina
(zorro)
Speothos
Lycalopex
Canina
(canid mirip serigala)
Lupulella
Canis
Ursidae
(beruang)
Ailuropoda
Tremarctos
Ursinae
Ursus
Mustelida
Pinnipedia (anjing laut)
    • lihat dibawah↓
Musteloidea
    • lihat dibawah↓
Odobenidae

Otariidae
(anjing laut bertelinga:
anjing laut bulu,
singa laut)
Callorhinus
Otariinae
Zalophus
Neophoca
Arctocephalus
Phocidae
(Anjing laut nirtelinga
atau anjing laut sejati)
Phocinae
("anjing laut utara")
Phocini
Phoca
Pusa
Monachinae
("southern seals")
Monachini
(anjing laut rahib)
Neomonachus
Mirounga
(anjing laut gajah)
Lobodontini
(anjing laut antarktik)
Ailuridae
Mephitidae
(sigung)
Conepatus
(sigung hidung-babi)
Mephitis
Mydaus
([teledu sigung)
Spilogale
(sigung tutul)
Procyonidae
Bassariscus
Procyon
(rakun)
Bassaricyon
(olingo)
Nasuina
(koati)
Nasua
Nasuella
Mustelidae
    • lihat dibawah↓
Mellivora
Melinae
(Teledu eurasia)
Arctonyx
Meles
Melogale
(biul)
Guloninae
Pekania
Gulo
Martes
(amunin)
Ictonychinae
Lyncodontini
Galictis
(grison)
Ictonychini
(Cerpelai afrika)
Vormela
Ictonyx
Lutrinae
(berang-berang)
Lontra
Enhydra
Lutra
Lutrogale
Aonyx
Mustelinae
Neogale
Mustela
(cerpelai)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan