Senin, 12 Oktober 2026
10:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Jalur Bukit Chittagong

Jalur Bukit Chittagong

Wilayah di Tenggara Negara Bangladesh

Bagikan:
Jalur Bukit Chittagong
[পার্বত্য চট্টগ্রাম,] Galat: {{Lang}}: unrecognized language tag: Bengali (bantuan)
Buddha Dhatu Jadi, Bandarban
Lokasi Jalur Bukit Chittagong
Lokasi Jalur Bukit Chittagong
NegaraBangladesh
DivisiChittagong
Distrik gabungan3 distrik (Khagrachari, Rangamati, dan Bandarban)
Luas
 • Total13.295 km2 (5,133 sq mi)
Populasi
 (Sensus 2011)
 • Total1.587.000
 • Kepadatan120/km2 (310/sq mi)
 • Suku utamaBengali:51%;
Jumma dan masyarakat suku lainnya:49%
Zona waktuUTC+6 (BST)


Jalur Bukit Chittagong (JBT; Bengali: পার্বত্য চট্টগ্রাম, Parbotto Choŧŧogram; atau disingkat Jalur Bukit), adalah sebuah daerah di Divisi Chittagong di Bangladesh tenggara, berbatasan dengan India dan Myanmar (Burma). Mencakup luas 13.295 kilometer persegi (5.133 sq mi), mereka membentuk sebuah distrik tunggal sampai dengan tahun 1984, ketika mereka dibagi menjadi tiga distrik : Distrik Khagrachari, Distrik Bukit Rangamati, dan Distrik Bandarban. Secara topografi, Jalur Bukit merupakan satu-satunya daerah perbukitan yang luas di Bangladesh.

Bersama-sama dengan Ladakh, Sikkim, Darjeeling, Bhutan, dan Sri Lanka, mereka menjadi salah satu dari beberapa "rumah" yang tersisa dari Buddhisme di Asia Selatan.

Geografi

Jalur Bukit Chittagong satu-satunya daerah perbukitan yang luas di Bangladesh terletak di bagian tenggara negara itu (210 25' LU sampai 230 45' LU dan 910 54' BT sampai 920 50' BT) yang berbatasan dengan Myanmar di tenggara, negara bagian India yakni Tripura di utara, Mizoram di sebelah timur, dan Distrik Chittagong di sebelah barat. Luas Jalur Bukit Chittagong adalah sekitar 13.184 km2, kira-kira sepersepuluh dari total luas Bangladesh. Jalut Bukit Chittagong, menggabungkan tiga distrik perbukitan yakni Bangladesh Rrangamati, Khagrachhari, dan Bandarban.[1] Relief kasar pegunungan dengan hutan lebat, memberikannya karakter yang berbeda dari wilayah Bangladesh lainnya.

Demografi

Menurut sensus tahun 1991, jumlah penduduk adalah 974.447 jiwa, dimana sebanyak 501.114 merupakan masyarakat suku dan sisanya dari kelompok masyarakat lainnya. Penduduk asli – secara kolektif dikenal sebagai orang Jumma – termasuk orang Chakma, Marma, Tripura, Tanchangya, Chak, Pankho, Mro, Murung, Bom, suku Lushei, Khyang, dan Khumi,[2] dan sangat berbeda dari mayoritas suku Bengali Bangladesh berkenaan dengan bahasa, budaya, penampilan fisik, agama, pakaian, dan metode pertanian.[3]

Jumlah populasi dari tiga distrik (zilas) mencapai 1.587.000 jiwa dalam hasil sementara sensus tahun 2011. Sekitar 48% dari populasi tersebut adalah masyarakat suku dan terutama merupakan pengikut Buddhisme Theravada; 51% dari penduduk adalah pemukim suku Bengali; dan 1% pengikut Kristen atau animisme.[4]

Referensi

  1. ↑ Ministry of Chittagong Hill Tracts Affairs http://www.mochta.gov.bd/
  2. ↑ Life is not Ours Land and Human Rights in the Chittagong Hill Tracts, Bangladesh. Copenhagen: Chittagong hill tracts commission. 2000. hlm. 4–7. OCLC 67231760.
  3. ↑ "Indigenous peoples of the Chittagong Hill Tracts". The indigenous world - Asia. IWGIA - International work group for indigenous affairs. Diakses tanggal 11 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Ministry of Chittagong Hill Tracts Affairs". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-08. Diakses tanggal 2016-11-18.

Sumber jurnal

Bibliografi

Pranala luar

Wikivoyage logo
Wikiwisata memiliki panduan wisata Chittagong Hill Tracts.

22°33′00″N 92°17′00″E / 22.5500°N 92.2833°E / 22.5500; 92.2833

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan