Minggu, 01 November 2026
16:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Har Gobind Khorana

Har Gobind Khorana

ahli biologi asal Imperium Britania

Bagikan:
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Har Gobind Khorana di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
250px-Har_Gobind_Khorana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Har Gobind Khorana

Har Gobind Khorana (9 Januari 1922 – 9 November 2011[1]) adalah ahli biologi molekular. Ia mendapatkan pendidikan privat dari ayahnya, dan kemudian ia pergi ke sekolah tinggi D.A.V. Multan kemudian dalam hidupnya. Pada 1945, ia mulai belajar di Universitas Liverpool. Setelah mendapatkan Ph. D., ia menghabiskan tahun-tahun pascadoktoral di Zürich (1948-49). Ia kemudian kembali ke Inggris dan bekerja di Cambridge sampai 1952. Ia menikahi Esther Elizabeth Sibler pada tahun yang sama. Setelah itu, ia bekerja di universitas di Vancouver dan Wisconsin.

Khorana dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 1968 (bersama dengan Robert William Holley dan Marshall Nirenberg) untuk pendeskripsian kode genetik dan bagaimana beroperasi dalam sintesis protein.

Penelitian

RNA dengan 2 unit yang berulang (UCUCUCU → UCU CUC UCU) memproduksi 2 asam amino yang bertukaran. Ini bergabung dengan eksperimen Nirenberg dan Leder menunjukkan bahwa kode UCU untuk Ser dan CUC untuk Leu.

RNA dengan 3 unit yang berulang (UACUACUA → UAC UAC UAC, atau ACU ACU ACU, atau CUA, CUA, CUA) menciptakan 3 tali asam amino yang berbeda.

RNA dengan 4 unit yang berulang termasuk UAG, UAA, atau UGA, hanya memproduksi dipiptida dan tripeptida hingga mengungkapkan bahwa UAG, UAA dan UGA merupakan kodon stop.

Dengan Dr. Khorana dan kelompoknya telah menentukan bahwa induk seluruh kode, bahasa biologi yang umum pada seluruh organisme yang hidup, diuraikan dalam kata-kata 3 huruf:masing-masing yang tersusun atas 3 kode nukleotida untuk asam amino khusus, dalam kuliah Nobel mereka yang diucapkan pada 12 Desember 1968. Dr. Khorana juga merupakan orang pertama yang mensintesiskan oligonukleotida, yakni, tali nukleotida. Kebiasaan itu yang didesain potongan-potongan gen buatan secara luas digunakan dalam laboratorium biologi untuk pengurutan, kloning dan merencanakan tanaman dan hewan baru. Penemuan Dr. Khorana tentang oligonukleotida telah menjadi alat yang amat diperlukan dalam bioteknologi. Penemuan Dr. Khorana ini telah dimekanisasi dan dikomersialisasi dan tiap orang kini dapat mengurutkan gen sintetis persis yang diperlukannya untuk mem-fax urutan genetik.

Referensi

  1. ↑ Har Gobind Khorana (1922-2011) Diarsipkan 2011-11-12 di Wayback Machine. outlookindia.com. 12 November 2011.
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan