Minggu, 20 September 2026
11:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan

bangunan kuil di Indonesia

Istana/keraton in Kota Cirebon, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Istana/keraton in Kota Cirebon, Indonesia
Keraton Kacirebonan
Karaton Kacirebonan
250px-KARATON_KACIREBONAN_DJOHARUDIN.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keraton Kacirebonan
Keraton Kacirebonan
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Keraton_Kacirebonan&revid=29842667&groups=_f0917a80c5294277fa9789f095de5028779cf50d&parser=parsoid
Peta interaktif area Keraton Kacirebonan
Informasi umum
JenisIstana/keraton
AlamatPulasaren, Pekalipan, Cirebon
KotaKota Cirebon
Negara Indonesia
Koordinat6°43′31″S 108°33′55″E / 6.72519603028369°S 108.56535929181406°E / -6.72519603028369; 108.56535929181406
Diresmikan1808(218 tahun lalu) (1808)

Keraton Kacirebonan adalah sebuah bangunan dahulu sebagai tempat para selir para raja dan sultan keraton kasepuhan yang berada di daerah Pulasaren (sekarang jalan Pulasaren, kecamatan Pekalipan, kota Cirebon).[1] Keraton Kacirebonan dibangun pada sekitar tahun 1800-an.[2] Bangunan kolonial ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris, Wayang, perlengkapan Perang, Gamelan dan lain-lain.

Komplek keraton Kacirebonan tepatnya berada sekitar 1 km sebelah barat daya dari Keraton Kasepuhan dan kurang lebih 500 meter sebelah selatan Keraton Kanoman. Keraton Kacirebonan posisinya memanjang dari utara ke selatan (posisi yang sama dengan keraton-keraton lain di Cirebon) dengan luas tanah sekitar 46.500 meter persegi.[3]

Arsitektur

Bangunan Kacirebonan masuk ke dalam model gaya percampuran Cina, Bangunan zaman Kolonial dan Tradisional . Bentuk bangunannya seperti bangunan pembesar pada zaman kolonial Belanda dengan pengaruh arsitektur Eropa yang kuat.

Bangunan induk

250px-Reynan-kacirebonan-Koriagung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kori Agung keraton Kacirebonan
250px-Reynan-kacirebonan-Paseban.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paseban keraton Kacirebonan

Setelah wafatnya Sultan Kacirebonan I Sultan Cerbon Amirul Mukminin pada tahun 1814, Ratu Raja Resminingpuri yang merupakan permaisuri dari mendiang almarhum Sultan Kacirebonan I tinggal di area Taman Sari Gua Sunyaragi, tetapi dengan memiliki anak yang masih kecil dan baru berumur lima tahun yaitu Pangeran Raja Madenda Hidayat yang kelak menjadi Sultan Kacirebonan II dia memutuskan untuk membangun sebuah keraton Kacirebonan di Pulosaren dengan uang pensiunan yang selama ini ditolaknya. Pada masa awal pembangunan keraton Kacirebonan Ratu Raja Resminingpuri membuat bangunan induk keraton, Paseban dan Tajug (mushola).[2][3]

  • Bangunan induk keraton sebagai tempat sebagai tempat tinggal sehari-hari sultan beserta keluarganya. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruangan antara lain ruang tidur, ruang kerja sultan, pecira, kamar jimat, prabayasa, dapur dan teras (berfungsi sebagai ruang tunggu bila prajurit rendahan ingin menghadap Sultan).
  • Paseban, terdapat dua buah bangunan Paseban di kompleks keraton Kacirebonan, yaitu di barat dan timur, berdenah persegi panjang. Paseban barat menghadap timur ditompang oleh 8 buah tiang dan 4 saka guru (tiang utama) dan merupakan bangunan semi terbuka, dinding sisi barat dan timur dipagari dengan tembok rendah, atapnya berbentuk joglo dengan penutup genteng.
  • Tajug (mushola), terletak di sebelah barat bangunan induk, antara tajug dan paseban dipisahkan oleh tembok namun ada pintu penghubung di sisi barat tembok. Pelataran keraton ke arah selatan pada pagar tembok terdapat gapura kori agung beratap joglo, yaitu pintu agung utama.

Ratu Raja Resminingpuri pun menjadi wali atas puteranya yang masih kecil tersebut. Setelah Pangeran Raja Madenda Hidayat dewasa, Ratu Raja Resminingpuri memberikan tahtanya kepada puteranya tersebut dengan gelar sultan tetapi hal itu ditolak oleh Belanda. (menurut Besluit hanya Sultan Kacirebonan I saja yang berhak menyandang gelar sultan)

Gedong Ijo

Pada tahun 1875 Pangeran Raja Denda Wijaya yang bergelar Raja Madenda membangun Gedong Ijo dalam komplek keraton Kacirebonan, Gedong Ijo adalah bangunan yang menghadap ke timur dan berdenah persegi panjang. Ruang dalam dibagi tiga, yaitu ruang utara dan ruang selatan yang ditempati oleh keluarga sultan sedangkan ruang tengah kosong.

Pringgowati

Pada masa kepemimpinannya, Sultan Kacirebonan IV Pangeran Madenda Partadiningrat membangun Pringgowati yaitu ruang tengah yang terdapat benda-benda kebesaran keraton, berfungsi sebagi tempat istirahat sultan. Di sebelahnya terdapat ruang Pinangeran.

Pinangeran

Ruang Pinangeran adalah ruangan yang berada disebelah Pringgowati, berfungsi sebagai tempat tinggal kerabat sultan dan tempat penyimpanan alat-alat perayaan Muludan.

Kaputran dan Kaputren

Tempat peristirahatan putra dan putri.

Keraton Kacirebonan sebagai Objek Vital

Keraton Kacirebonan berserta empat komplek bangunan keraton lainnya yakni, keraton Kasepuhan, keraton Kanoman dan Kaprabonan ditetapkan menjadi objek vital yang harus dilindungi. Penilaian tersebut berdasarkan pertimbangan dari institusi kepolisian, dengan adanya penilaian tersebut maka kepolisian setempat wajib menempatkan personilnya untuk melakukan penjagaan di setiap keraton-keraton tersebut, termasuk diantaranya keraton Kanoman.

Keraton Kacirebonan menjadi salah satu peninggalan benda cagar budaya yang diatur berdasarkan UU. Cagar Budaya Tahun 2010. Keraton Kacirebonan sebagai pusat kesenian dan kebudayaan menjadi bagian daripada ikon Kota Cirebon guna menarik wisatawan (Raden Hamzaiya)

.[4]

Sebagai bentuk realisasi pengamanan objek vital, maka keraton harus dijaga oleh personil kepolisian

Pengamanan, 2 personil,

  • Patroli 2 personil
  • Pengamanan kegiatan keraton, minimal 10 personil (khusus untuk pengamanan kegiatan yang berskala besar, maka diadakan pengamanan penuh yang melibatkan lebih banyak personil kepolisian).

Sebuah keraton bukan kasultanan yang dimana tidak memiliki sultan

Galeri

  • 960px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_04.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_06.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_07.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-%22%2Barya%2B%22_%EA%A6%8F%EA%A6%BF%EA%A6%A0%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A7%80_%EA%A6%8F%EA%A6%95%EA%A6%B6%EA%A6%AB%EA%A6%BC%EA%A6%A7%EA%A6%BA%EA%A6%B4%EA%A6%A4%EA%A6%A4%EA%A7%80_kraton_kacirebonan_2014.jpg_08.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. Adeng. 1998. Kota Cirebon sebagai Bandar Jalur Sutra. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta
  2. 1 2 Kusnandar, Dadang. 2012. Cirebon: Silang Peradaban. Bandung : Gapura Publishing
  3. 1 2 "Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. 2011. Keraton Kacirebonan. Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-05. Diakses tanggal 2015-10-08.
  4. "2014 - Pikiran Rakyat - Empat Keraton di Kota Cirebon Menjadi Objek Vital". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-28. Diakses tanggal 2014-11-29.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kraton Kacirebonan.


Topik Cirebon
Keraton
60px-Lambang_Kota_Cirebon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail60px-Coat_of_arms_of_Cirebon_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wisata belanja dan hiburan
Wisata alam
Wisata sejarah
dan religi
Bangunan modern
bersejarah
Tempat ibadah
Kebudayaan
Kuliner
Acara dan festival
Transportasi
Sumatra
Jawa
Jakarta
Cirebon
Yogyakarta
Surakarta
Kota lainnya
Kalimantan
Nusantara
Kota lainnya
Bali
Sulawesi
Pulau lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan