Rabu, 04 November 2026
08:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Istana Cipanas

Istana Cipanas

kediaman resmi dan kantor Presiden Indonesia

Bagikan:
Istana Cipanas
Istana Cipanas dari depan
Istana Cipanas
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Istana_Cipanas&revid=27878113&groups=_89f30cea4293d10cfbae75d374925f69b84d2802&parser=parsoid
Peta interaktif area Istana Cipanas
Nama lainIstana Tjipanas
Informasi umum
Gaya arsitekturGaya Hindia Lama
LokasiCipanas, Jawa Barat
NegaraIndonesia
Koordinat6°44′01″S 107°02′28″E / 6.733569°S 107.041077°E / -6.733569; 107.041077
Ketinggian1.100 m (3.609 ft)
Penyewa sekarangPresiden Republik Indonesia Jendral TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto
Mulai dibangun1740
KlienPemerintah Indonesia
PemilikPemerintah Indonesia
Data teknis
Sistem strukturkayu
Luas lantai7.760 m2 (83.500 sq ft)

Istana Cipanas adalah salah satu dari tujuh istana kepresidenan Republik Indonesia. Istana ini terletak di Cipanas, Jawa Barat, Indonesia, dekat jalan raya yang menghubungkan Jakarta dan Bandung melalui Puncak. Terletak sekitar 103 kilometer (64 mi) dari Jakarta, atau sekitar 20 kilometer (12 mi) dari kota Cianjur. Istana Cipanas terletak di desa Cipanas di Kabupaten Cianjur, di kaki Gunung Gede dan pada ketinggian 1.100 meter (3.600 ft) di atas permukaan laut. Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 26 hektare (64 ekar), dengan luas bangunan sekitar 7.760 meter persegi (83.500 sq ft).

Etimologi

Kata "Cipanas" berasal dari bahasa Sunda, yaitu ci atau cai yang berarti "air" dan panas yang berarti "panas". Daerah ini dinamakan Cipanas karena di tempat ini terdapat sumber air panas, yang mengandung belerang, dan yang kebetulan berada di dalam kompleks istana Cipanas.

Sejarah

Sebenarnya bangunan induk istana ini pada awalnya adalah milik pribadi seorang tuan tanah Belanda yang dibangun pada tahun 1740. Sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem van Imhoff, bangunan ini dijadikan sebagai tempat peristirahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Beberapa bangunan yang terdapat di dalam kompleks ini antara lain Paviliun Yudhistira, Paviliun Bima dan Paviliun Arjuna yang dibangun secara bertahap pada 1916. Penamaan ini dilakukan setelah Indonesia Merdeka, oleh Presiden Soekarno. Di bagian belakang agak ke utara terdapat Gedung Bentol, yang dibangun pada 1954 sedangkan dua bangunan terbaru yang dibangun pada 1983 adalah Paviliun Nakula dan Paviliun Sadewa.[1]

Sebuah peristiwa penting yang pernah terjadi di istana ini setelah kemerdekaan adalah berlangsungnya sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Soekarno pada 13 Desember 1965, yang menetapkan perubahan nilai uang dari Rp1.000 menjadi Rp1.

Sedangkan pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda, gedung ini hanya digunakan sebagai tempat persinggahan pembesar-pembesar Jepang dalam perjalanan mereka dari Jakarta ke Bandung ataupun sebaliknya.

Gedung ini ditetapkan sebagai Istana Kepresidenan dan digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi Presiden atau Wakil Presiden beserta keluarga setelah kemerdekaan, seperti halnya Camp David.

Setiap ruangan di Istana ini dilengkapi dengan perabot yang terbuat dari kayu. Di Istana ini tersimpan berbagai koleksi ukiran Jepara dan lukisan dari maestro seni lukis Indonesia seperti Basuki Abdullah, Dullah, Sujoyono, dan Lee Man Fong.

Pada 24 November 2011, Istana Cipanas dipakai untuk acara resepsi pernikahan antara Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa dengan nuansa Palembang. Sejumlah menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hadir dalam proses pernikahan itu.

Referensi

  1. ↑ Negara, Kementerian Sekretariat. "Istana Cipanas | Sekretariat Negara". www.setneg.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-30.

Lihat pula

Pranala luar

Sumatra
Jawa
Jakarta
Cirebon
Yogyakarta
Surakarta
Kota lainnya
Kalimantan
Nusantara
Kota lainnya
Bali
Sulawesi
Pulau lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan