Sabtu, 17 Oktober 2026
16:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kerupuk udang

Kerupuk udang

salah satu jenis camilan garing

Bagikan:
250px-Kerupuk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerupuk udang
250px-Kerupuk_udang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerupuk udang yang masih mentah

Kerupuk udang adalah kerupuk yang terbuat dari adonan tepung tapioka dan udang yang ditumbuk halus yang diberi bumbu rempah serta penambah rasa. Kerupuk udang berasal dari Sidoarjo. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kerupuk ini adalah udang. Udang yang digunakan biasanya udang segar atau udang kering dengan kualitas baik.[1] Udang dihancurkan sampai halus dan dicampurkan dengan adonan tepung tapioka dan bumbu-bumbu lain. Kemudian dikukus dan diiris tipis-tipis, setelah itu dijemur hingga kering. Pengeringan dengan terik matahari biasanya sekitar 2-3 hari. Kerupuk mentah yang kering ini siap digoreng kapan saja agar bisa menjadi kerupuk yang siap dihidangkan.

Industri Kerupuk Udang

Indonesia memiliki beragam jenis makanan, salah satunya adalah kerupuk, Banyak macam-macam kerupuk yang dapat kita jumpai, baik dari segi rasa, bentuk, dan proses pembuatannya. Kerupuk yang paling populer dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia adalah kerupuk udang. Kerupuk udang bukan hanya makanan populer di Indonesia, tapi sudah menjadi makanan yang digemari oleh dunia. Hal ini terbukti dengan jumlah ekspor kerupuk udang yang selalu meningkat setiap tahunnya.[2]

Referensi

  1. ↑ Wahyono, Rudy (2003). Pembuatan aneka kerupuk. Niaga Swadaya. ISBN 978-979-8952-10-4.
  2. ↑ Suprapti, Ir M. Lies. Teknologi Pengolahan Pangan KERUPUK UDANG SIDOARJO. Kanisius. ISBN 978-979-21-0855-2.[pranala nonaktif permanen]

Lihat pula

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan