| Setu Patok | |
|---|---|
| Tujuan | Irigasi |
| Status | Beroperasi |
| Dibangun oleh | Pemerintah Hindia Belanda |
| Didesain oleh | Pemerintah Hindia Belanda |
| Pemilik | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat[1] |
| Bendungan dan saluran pelimpah | |
| Jenis saluran pelimpah | Ambang lebar |
| Kapasitas saluran pelimpah | 75,3 m3 / detik |
Setu Patok adalah sebuah waduk yang dibangun di Mundu, Cirebon untuk menampung air dari Sungai Cikaramat. Waduk ini awalnya dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan kebun tebu seluas sekitar 20.000 hektar, tetapi seiring dengan makin berkembangnya permukiman dan industri di Cirebon, maka luas lahan pertanian yang diairi oleh waduk ini diperkirakan tinggal 1.900 hektar.
Waduk ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air dari sejumlah pabrik gula milik Pabrik Gula Rajawali II. Selain itu, waduk ini juga dimanfaatkan sebagai sarana perikanan darat, sumber air bersih, dan objek wisata. Sebelum dibangun, lokasi waduk ini adalah sebuah leuwi yang menjadi tempat istirahat bagi Kesultanan Cirebon saat sedang berburu rusa, harimau, babi, dan buaya.[1]

Berkas info •Tampilkan sebagai foto 360° derajat
Galeri
- Tepi setu
- Mahasiswa berkemah di kawasan setu
Referensi
- 1 2 Sinaro, Radhi (2007). Menyimak Bendungan di Indonesia (1910-2006) (dalam bahasa Indonesia). Tangerang Selatan: Bentara Adhi Cipta. ISBN 978-979-3945-23-1.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Topik Cirebon | ||
|---|---|---|
| Keraton | ||
| Wisata belanja dan hiburan |
| |
| Wisata alam |
| |
| Wisata sejarah dan religi | ||
| Bangunan modern bersejarah | ||
| Tempat ibadah | ||
| Kebudayaan | ||
| Kuliner |
| |
| Acara dan festival | ||
| Transportasi |
| |