Rabu, 28 Oktober 2026
08:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Jembatan Sakalibel

Jembatan Sakalibel

jembatan di Indonesia

Bagikan:
Jembatan Sakalibel
Kategori bangunan hikmat: jembatan
250px-KA_SwU_050505_8460_bmy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Sawunggalih Utama melintas di atas jembatan Sakalimolas, 2005
Letak
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBrebes
KecamatanBumiayu
PosisiDi dekat Stasiun Bumiayu, di atas Kali Keruh
Sejarah
Tahun dibuka1917
Informasi bangunan
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Panjang jembatan298 m
Letakkm 313+434
Nomor bangunan hikmat1153
Layanan

Jembatan Sakalimolas, Sakalimalas, atau Sakalibel (dari bahasa Jawa: saka, tiang; limalas, lima belas) adalah sebutan untuk jembatan kereta api bertiang lima belas, yang melintang di atas Sungai Keruh, Bumiayu, Brebes. Jembatan ini bernama asli Jembatan Kali Keruh dan merupakan jembatan kereta api terpanjang di Daerah Operasi V Purwokerto ini memiliki nomor bangunan hikmat 1153 dan terletak sekitar satu kilometer dari arah timur Stasiun Bumiayu di jalur tengah Pulau Jawa. Dengan panjang sekitar 298 m dan dilatarbelakangi oleh pemandangan pegunungan, Sakalimolas populer sebagai tempat berburu foto, terutama para pecinta kereta api (railfans). Apalagi setelah dibangunnya jalan lingkar luar kota Bumiayu yang melintas di kolong Sakalimolas.[butuh rujukan]

Pada 18 Maret 1972, salah satu pilar Jembatan Sakalibel runtuh karena aliran deras dan luapan Sungai Keruh. Pada saat itu, sebuah kereta akan melintasi jembatan yang runtuh tersebut. Beruntung, kereta tersebut berhasil diberhentikan oleh warga Desa Adisana yang mengingatkan masinis perihal adanya jembatan yang runtuh. Atas upaya warga tersebut, Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada 6 perwakilan warga Desa Adisana pada 28 Maret 1972 dengan memberikan hadiah berupa piagam penghargaan dan uang sebesar 30.000 rupiah. Selain itu, mereka juga mendapat hadiah dari Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) berupa tiket kereta api gratis ke seluruh jurusan dan hadiah dari Presiden Soeharto berupa 6 ekor kerbau. Dan, sebagai wujud terima kasih kepada warga Desa Adisana, Pemerintah Republik Indonesia mendirikan Sekolah Dasar Negeri 1 Adisana yang terletak tidak jauh dari Jembatan Sakalibel.[1]

Sementara, pilar beton yang runtuh pada Jembatan Sakalibel diganti dengan pilar baja. Proses perbaikan jembatan berlangsung hingga Juli 1972 meskipun Jembatan Sakalibel telah dapat dilintasi oleh kereta api pada Juni 1972 dan diresmikan pada 16 Juni 1972 oleh Menteri Perhubungan Frans Seda bersamaan dengan peresmian SDN 1 Adisana.[1]

Seiring dengan pembangunan jalur ganda kereta api antara Purwokerto dan Prupuk, Jembatan Sakalibel yang menggunakan rangka baja tersebut digantikan dengan bangunan baru berkonstruksi beton dan berganti nama menjadi Sakanenem.[2] Jembatan beton baru itu sekaligus memuat dua jalur rel, sedangkan jembatan lama tidak difungsikan lagi.

Data Teknis

BH 1153
Nama SungaiKeruh
Panjang298 m
Tahun pemasangan1917
Diperkuat tahun1968, 1972, 1997
KonstruksiBesi baja dengan rasuk rangka lalu lintas atas
Letakkm 313+434 antara St. Bumiayu - St. Kretek, Jawa Tengah

Galeri

  • Proses pembangunan jembatan Sakalibel, ca. 1914
    Proses pembangunan jembatan Sakalibel, ca. 1914
  • Pembangunan jembatan Sakalibel yang melintasi Kali Keruh, 1915
    Pembangunan jembatan Sakalibel yang melintasi Kali Keruh, 1915
  • Potret jembatan Sakalibel dari kereta yang melintas, 2012
    Potret jembatan Sakalibel dari kereta yang melintas, 2012
  • Jembatan Sakalibel dengan kondisi rel yang telah dicabut
    Jembatan Sakalibel dengan kondisi rel yang telah dicabut

Catatan kaki

  1. 1 2 "Runtuhnya Jembatan Sakalibel, 1972". Roda Sayap. 7 Agustus 2022. Diakses tanggal 8 Agustus 2022.
  2. ↑ Majalah Kereta Api Edisi November 2009, 40: 8-9

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sakalibel railway bridge.

7°14′14.8″S 109°00′59.5″E / 7.237444°S 109.016528°E / -7.237444; 109.016528

Jembatan pejalan kaki
Jembatan jalan raya
Jembatan jalan tol
Jembatan laut
Jembatan kereta api


Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan