Jumat, 23 Oktober 2026
11:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan

jembatan di Indonesia

Bagikan:
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Dubbele_ophaalbrug_%28Hoenderpasarbrug%29_Batavia_TMnr_10014923.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan Kota Intan 1900-1940

Jembatan Kota Intan adalah jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC, atau masyarakat kita lebih familiar dengan sebutan Kumpeni. Jembatan itu kini terletak di Kali Besar kawasan Kota Tua wilayah Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Sejarah

Jembatan Kota Intan telah berganti-ganti nama sesuai pergantian zaman. Pada mulanya jembatan ini disebut Engelse Burg atau "Jembatan Inggris" yang dibangun pada tahun 1628.[1] Kenapa dinamakan Jembatan Inggris, karena pada saat jembatan itu dibangun terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah Timur jembatan tersebut. Pada tahun 1628-1629 jembatan ini pernah rusak karena penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Kemudian dibangun kembali oleh VOC Belanda pada tahun 1630 dan berganti nama menjadi "Jembatan Pasar Ayam" atau Hoenderpasarburg, karena di seberang jembatan tersebut terdapat pasar ayam,bagi penduduk Batavia.

Selanjutnya pada tahun 1655 jembatan ini pernah diperbaiki dari batu setelah jembatan yang lama yang terbuat dari kayu hancur pada waktu banjir dan diberi nama Het Middelpunt Burg atau "Jembatan Pusat". Bentuk dan gayanya tidak berubah hingga saat ini. Pada masa kejayaan Ratu Juliana, jembatan ini pernah berganti nama menjadi Jembatan Ratu Juliana, karena pernah diperbaiki oleh sang ratu.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan sesuai dengan nama lokasi setempat, dimana pada masa awal pembangunannya terletak persis di ujung kubu/bastion DIamond dari Kastil Batavia.

Jembatan Kota Intan ini merupakan jembatan gantung, seperti kebanyakan jembatan-jembatan besar lain yang juga digantung di negeri asalnya VOC, yaitu Belanda.

Dari atas jembatan ini kita dapat melihat kantor pabean, ke arah Utara. Jembatan ini masih ada sampai sekarang meski kayu hutannya sudah diganti dengan baja. Pada abad ke17 kapal-kapal masih dapat berlayar lebih jauh ke arah hulu Sungai Ciliwung dengan cara mengangkat tengah-tengah jembatan itu ke atas. Akan tetapi tidak diketahui bahwa jembatan tersebut pernah mempunyai fungsi sebagai batang pajak seperti yang disebut di daerah Luar Batang.

Galeri Foto

  • Jembatan Kota Intan
    Jembatan Kota Intan

Referensi

  1. ↑ "Engelse Burg". jakarta.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-09. Diakses tanggal 31 Maret 2016.

Pranala luar

Jembatan pejalan kaki
Jembatan jalan raya
Jembatan jalan tol
Jembatan laut
Jembatan kereta api


Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan