Minggu, 20 September 2026
16:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Jembatan Barelang

Jembatan Barelang

jembatan di Indonesia

Jembatan Barelang
250px-Jembatan_Tengku_Fisabilillah_%28jembatan_I%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan Tengku Fisabilillah 1 yang terbuat dari kabel, menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Tonton
Koordinat0°58′54″N 104°2′30″E / 0.98167°N 104.04167°E / 0.98167; 104.04167
MelintasiLaut Tiongkok Selatan
LokalKota Batam, Kepulauan Riau
Ujung awalSagulung, Batam
Ujung akhirGalang, Batam
PengelolaPemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Karakteristik
DesainJembatan kabel pancang
Panjang totalJembatan 1 - 642 meter (2.106 ft)
Jembatan 2 - 420 meter (1.378 ft)
Jembatan 3 - 270 meter (886 ft)
Jembatan 4 - 365 meter (1.198 ft)
Jembatan 5 - 385 meter (1.263 ft)
Jembatan 6 - 180 meter (591 ft)
Bentang terpanjangJembatan 1 - 350 meter (1.148 ft)
Jembatan 2 - 160 meter (525 ft)
Jembatan 3 - 45 meter (148 ft)
Jembatan 4 - 145 meter (476 ft)
Jembatan 5 - 245 meter (804 ft)
Sejarah
Mulai dibangun1992
Selesai dibangun1998
Biaya konstruksiRp 400 miliar
Lokasi
osm-intl,13,0.98166666666667,104.04166666667,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Jembatan_Barelang&revid=29505560&groups=_fc790311795b080245d3018daf7fc127d2e40ed3&parser=parsoid
Peta interaktif Jembatan Barelang

Jembatan Barelang adalah rangkaian 6 jembatan dengan berbagai tipe yang dibangun pada Juli 1992 dan selesai pada Januari 1998 yang menghubungkan gugusan Pulau Rempang-Galang di Kepulauan Riau dengan pulau utama Batam di sebelah utaranya. Pulau-pulau kecil Tonton, Nipah, dan Setotok (dianggap sebagai bagian dari gugusan pulau Batam) menghubungkan Batam dan Rempang, sementara sebuah pulau kecil lainnya - Galang Baru - terhubung di ujung selatan rangkaian tersebut. Seluruh wilayah Barelang mencakup 715 kilometer persegi (276 sq mi).[1]

Beberapa penduduk setempat menyebut jembatan itu Jembatan Habibie setelah B. J. Habibie, yang mengawasi proyek pembangunan, yang bertujuan mengubah pulau Rempang dan Galang menjadi kawasan industri (menyerupai Batam saat ini).[2][3]

Desain konsep untuk 6 jembatan tersebut diusulkan oleh Bruce Ramsay dari VSL. Habibie telah meminta agar desain tersebut didasarkan pada variasi jenis jembatan struktural yang berbeda, untuk memperkenalkan & mengembangkan teknologi desain & pembangunan jembatan baru untuk pasar Indonesia. Seiring berjalannya waktu, lokasi jembatan tersebut telah berkembang menjadi objek wisata dan bukan hanya jalur transportasi.[4]

Panjang keseluruhan keenam jembatan tersebut adalah 2 kilometer (1,2 mi). Perjalanan dari jembatan pertama hingga terakhir sekitar 50 kilometer (31 mi) dan memakan waktu sekitar 50 menit. Pembangunan jembatan dimulai pada tahun 1992 dan mengambil nama dari para penguasa Kesultanan Riau pada abad ke-15 hingga ke-18.[2]

Jembatan

  1. Jembatan Tengku Fisabilillah, menghubungkan Batam dan Pulau Tonton. Jembatan ini membentang sepanjang 642 meter (2.106 ft) dan merupakan jembatan terpanjang dari keenam jembatan lainnya, yang merupakan jembatan kabel pancang dengan dua tiang setinggi 118 meter (387 ft) dan bentang utama sepanjang 350 meter (1.148 ft).[5]
  2. Jembatan Nara Singa, sebuah jembatan kantilever dengan panjang total 420 meter (1.378 ft) dan bentang utama 160 meter (525 ft),[6] menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah.
  3. Jembatan Raja Ali Haji, sebuah jembatan gelagar dengan panjang total 270 meter (886 ft) dan bentang utama 45 meter (148 ft),[7] menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setoko.
  4. Jembatan Sultan Zainal Abidin, sebuah jembatan kantilever dengan panjang total 365 meter (1.198 ft) dan bentang utama 145 meter (476 ft)[8] menghubungkan Pulau Setoko dengan Pulau Rempang.
  5. Jembatan Tuanku Tambusai, jembatan lengkung dengan panjang total 385 meter (1.263 ft) dan bentang utama 245 meter (804 ft), menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. Dek jalan dibangun dengan menggunakan metode peluncuran bertahap, di mana dek dibangun pada pendekatan jembatan dan kemudian diluncurkan secara horizontal dengan menggunakan dongkrak hidraulik dengan bantalan geser khusus di atas lengkung yang telah dibangun sebelumnya.[9]
  6. Jembatan Raja Kecik, jembatan terkecil dengan panjang total 180 meter (591 ft), menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru.

Galeri

  • Jembatan Tuanku Tambusai 5 yang melengkung, menghubungkan Pulau Rempang dan Pulau Galang
    Jembatan Tuanku Tambusai 5 yang melengkung, menghubungkan Pulau Rempang dan Pulau Galang
  • Gambar belakang uang 500 euro, jembatan berarsitektur modern yang terinspirasi dari jembatan kabel pancang Tengku Fisabilillah
    Gambar belakang uang 500 euro, jembatan berarsitektur modern yang terinspirasi dari jembatan kabel pancang Tengku Fisabilillah

Referensi

  1. Bida Website Diarsipkan 2007-10-11 di Wayback Machine.
  2. 1 2 Wibowo, Akut (Agustus 23, 2017). "What You Should Know about Barelang Bridges Batam". Enjoy Batam. Diakses tanggal Mei 27, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Zach, Lion City Boy. "What could have been, the Barelang Bridge and BJ Habibie". www.heartlandoverseas.com. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 27, 2019. Diakses tanggal Mei 27, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "BARELANG BRIDGE: Architectural Icon of Batam". Wonderful Indonesia. April 8, 2019. Diakses tanggal Mei 22, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. VSL Indonesia projects Diarsipkan 2007-12-30 di Wayback Machine. (has a link to Batam-Tonton bridge brochure)
  6. Jembatan Barelang di basis data Structurae
  7. Jembatan Barelang di basis data Structurae
  8. Jembatan Barelang di basis data Structurae
  9. Jembatan Barelang di basis data Structurae
Jembatan pejalan kaki
Jembatan jalan raya
Jembatan jalan tol
Jembatan laut
Jembatan kereta api
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan