Kamis, 15 Oktober 2026
07:26 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Terowongan Notog

Terowongan Notog

terowongan di Indonesia

Bagikan:
Terowongan Notog
330px-Terowongan_Notog_Lama.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terowongan kereta api Notog lama setelah ditutup pada tahun 2019
osm-intl,13,-7.4938333333333,109.21538888889,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Terowongan_Notog&revid=29887423&groups=_15f3f27d87ccf55092c511764a57272c2614cf8d&parser=parsoid
Peta interaktif Terowongan Notog
Ikhtisar
Jalur Prupuk–Kroya
LokasiNotog, Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah
Koordinat7°29′37.8″S 109°12′55.4″E / 7.493833°S 109.215389°E / -7.493833; 109.215389
Status
  • Beroperasi (baru)
  • Tidak beroperasi (lama)
Mulaikm 363+217 (lama)
Berakhirkm 363+296 (lama)
Operasi
Pembangunan
  • 1915 (lama)
  • 2016–2018 (baru)
Dibuka
  • 1916 (lama)
  • 2019 (baru)
Ditutup2019 (lama)
PemilikKereta Api Indonesia
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi V Purwokerto
Lalu lintasKereta api berat
KarakteristikSemua (penumpang dan barang)
Teknis
Panjang
  • 476 m (1.562 ft) (baru)
  • 285 m (935 ft) (lama)
Jumlah rel
  • Ganda (baru)
  • Tunggal (lama)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)

Terowongan Notog (NTG) adalah terowongan kereta api di selatan Stasiun Notog, yang berada pada wilayah Notog, Patikraja, Banyumas.

Terdapat dua terowongan, yaitu terowongan lama yang berada pada jalur tunggal dan terowongan baru yang berada pada jalur ganda. Keduanya memiliki nomor bangunan hikmat (BH) 1440.

Sejarah

Era jalur tunggal (1915–2019)

250px-Terowongan_Notog_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terowongan Notog lama ketika masih beroperasi, Februari 2019.

Pembangunan lintas Prupuk–Kroya merupakan paket baru pembangunan jalur kereta api yang dilakukan oleh Staatsspoorwegen. Dekade 1910-an menjadi awal pembangunan lintas ini, karena merupakan bagian dari rencana penyambungan jalur yang saat itu telah sampai di Cirebon menuju Kroya. Pembangunan jalur ini juga mengalami beberapa kendala, seperti derasnya arus Kali Serayu dan harus didukung pembangunan jembatan dan terowongan mengingat jalurnya merupakan lintas pegunungan dengan kontur yang tak kalah ekstrem dengan jalur-jalur kereta api di wilayah Bandung Raya.

Terowongan Notog, sebagaimana yang ada pada angka tahunnya, dibangun pada tahun 1915 oleh SS dan kemungkinan dari angka tahunnya yang hanya satu ini, terowongan dikerjakan dalam jangka waktu beberapa bulan saja sudah tembus. Panjangnya 260 meter dan mulai beroperasi tanggal 1 Juli 1916, bersamaan dengan pembukaan segmen Patuguran–Kroya.[1][2]

Era jalur ganda (2019–sekarang)

Perencanaan pembangunan jalur ganda antara Purwokerto–Kroya sepaket dengan pembangunan jalur ganda Cirebon–Kroya yang nantinya terhubung juga dengan jalur ganda lintas tengah Jawa. Lokasi terowongan berada di sebelah terowongan yang lama serta memuat dua jalur sekaligus. Panjangnya 476 meter,[3] dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan menggandeng kontraktor BUMN. BUMN yang turut serta menggaet proyek ini adalah Indra Karya selaku konsultan supervisi dan PT PP selaku kontraktor pelaksana.[4]

Diharapkan dengan adanya terowongan baru ini, kelajuan kereta api dapat dinaikkan hingga mendekati kecepatan maksimum kereta api Indonesia, 120 km/jam.[5]

Setelah proses switch-over di lintas Purwokerto–Kroya ini selesai, Terowongan Notog dan Kebasen lama resmi ditutup per 15 Februari 2019 dan dijadikan cagar budaya.[6]

Galeri

  • Proses pembangunan terowongan Notog, 1914 - 1915
    Proses pembangunan terowongan Notog, 1914 - 1915
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052248.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052253.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Emplacement_bij_de_spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052252.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052249.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052251.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052254.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegtunnel_in_aanbouw_TMnr_60052250.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Terowongan Notog ketika selesai dibangun, 1915
    Terowongan Notog ketika selesai dibangun, 1915
  • Terowongan notog lama pasca tidak beroperasi
    Terowongan notog lama pasca tidak beroperasi

Catatan kaki

  1. ↑ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (Edisi Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor en Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  3. ↑ advertorial (ed.). "Kebanggaan Bangsa Indonesia dalam Proyek Rel Ganda Purwokerto Kroya". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-05-31.
  4. ↑ "Terowongan Notog Jadi Proyek Double Track Terpanjang - BUMN Track". bumntrack.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-21. Diakses tanggal 2019-01-21.
  5. ↑ Aditiasari, Dana. "Mengintip Terowongan yang Tembus Gunung Banyumas Hingga Perut Jakarta". detikcom. Diakses tanggal 2019-01-21.
  6. ↑ Anugrah, Arbi. "Double Track Stasiun Kroya-Purwokerto Sudah Beroperasi". detikcom. Diakses tanggal 2020-02-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan