Kamis, 29 Oktober 2026
16:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hassan Wirajuda

Hassan Wirajuda

Politikus

Bagikan:
Hassan Wirajuda
250px-Hassan_Wirajuda%2C_Foreign_Minister.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Luar Negeri Indonesiake-15
Masa jabatan
10 Agustus 2001 –20 Oktober 2009
Presiden
WakilTriyono Wibowo (2008–2009)
PendahuluAlwi Shihab
PenggantiMarty Natalegawa
Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewake-10
Masa jabatan
Desember 1998 –Juli 2000
PresidenBacharuddin Jusuf Habibie
Abdurrahman Wahid
PendahuluAgus Tarmidzi
PenggantiNugroho Wisnumurti
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Bid. Hubungan Luar Negeri & Internasional
Masa jabatan
25 Januari 2010 –20 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
KetuaEmil Salim
PendahuluAli Alatas
PenggantiJan Darmadi
Informasi pribadi
Lahir9 Juli 1948 (umur 78)
Hubungan
Anak4
Pendidikan
ProfesiDiplomat, Rektor Universitas Prasetiya Mulya

Noer Hassan Wirajuda (lahir 9 Juli 1948) adalah diplomat dan akademisi asal Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri/Internasional sejak 2010 hingga 2014.[1] Sebelumnya, ia menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia sejak tahun 2001 hingga tahun 2009. Ia menjabat dalam dua kabinet, Kabinet Gotong Royong (2001–2004) dan Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009). Saat ini Noer Hassan Wirajuda aktif dalam dunia pendidikan, dan menjabat sebagai rektor di Universitas Prasetiya Mulya.

Kehidupan

Pendidikan

Hassan Wirajuda memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia tahun 1971[2][3] dan tahun 1976, ia menghabiskan setahun di Universitas Oxford untuk memperoleh sertifikat dalam bidang diplomasi.[3][4]

Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Sekolah Hukum dan Diplomasi Fletcher, Universitas Tufts dan selesai pada tahun 1984 dengan memperoleh gelar Master of Arts in Law and Diplomacy (MALD).[3][4] Setahun kemudian, gelar pendidikannya bertambah dengan Master of Law (LL.M) yang ia peroleh dari Sekolah Hukum Universitas Harvard. Tak berhenti hingga di situ, ia menyempurnakan S-3-nya dengan memperoleh gelar Doctor of Juridical Science in International Law dari Universitas Virginia tahun 1987 dengan disertasi mengenai hukum dan politik kelautan di Asia Tenggara.[2][3]

Kehidupan pribadi

Hassan lahir di sebuah perkampungan di Tangerang, Tangerang, Batavia—saat ini bagian dari Pinang, Tangerang—pada Juli 1948. Ayahnya, Djiran Bahrudji merupakan tokoh Betawi di masa Hindia Belanda. Sejak kecilnya, Hassan besar di tengah lingkungan budaya Betawi.

Karier

Berbekal gelar Sarjana Hukum, Hassan Wirajuda pernah menjalani profesi sebagai pengacara, penasihat hukum, dan dosen paruh waktu.[3] Tapi, ia kemudian memilih untuk menjadi diplomat dengan memulai kariernya di Departemen Luar Negeri (sekarang menjadi Kementerian Luar Negeri).

Beberapa posisi penting di Departemen Luar Negeri yang pernah dipegangnya adalah Direktur Organisasi Internasional (1993–1997), Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Mesir merangkap Jibuti (1997–1998), Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss (Desember 1998–Juli 2000),[3] dan Direktur Jenderal Politik.[4][5]

Saat berada di Jenewa, ia ditunjuk menjadi juru runding utama mewakili pemerintah Indonesia dalam dialog dengan perwakilan Gerakan Aceh Merdeka yang difasilitasi oleh Yayasan Henry Dunant.[3][4] Kedua pihak akhirnya menandatangani nota kesepakatan damai pada 15 Agustus 2005. Negosiasi untuk resolusi konflik bukan hal yang baru bagi Hassan. Dalam kurun waktu 1993 hingga 1996, ia menjadi fasilitator/ketua komite gabungan untuk proses perdamaian antara Pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Nasional Moro yang berujung pada penandatanganan perjanjian damai pada September 1996.[3][4]

250px-N_Hassan_Wirajuda_with_Obamas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hassan Wirajuda dan istri bersama Obama dan Michelle Obama pada tahun 2009.

Dalam diplomasi multilateral, ia memiliki banyak pengalaman. Ia telah memimpin berbagai delegasi Indonesia untuk sidang-sidang Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, badan-badan khusus PBB, Komisi HAM PBB dan subkomisi-nya, ASEAN, Gerakan Non Blok, Organisasi Konferensi Islam, WTO, dan G-15.[3][4]

Di dalam negeri, Hassan Wirajuda menjadi pemrakarsa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM (1989)[3][4][6] dan menjadi penasihat ahli di dalamnya selama periode 1993–1997.[3][4]

Meski sudah tidak menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, ia tetap menerima beberapa tugas berat, antara lain kepala satuan tugas untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Mesir pada Januari hingga Februari 2011 saat terjadi demonstrasi besar-besaran yang menuntut Hosni Mubarak untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden[7] dan dari Libya pada Maret 2011 saat terjadi perang saudara.[8] Penunjukannya sebagai ketua satuan tugas (satgas) evakuasi didasarkan pengalamannya sebagai duta besar di Kairo. Satgas berhasil memulangkan 2.432 WNI dengan 6 kali kepulangan. Mayoritas WNI yang dievakuasi adalah mahasiswa dan pelajar.[9]

Perubahan-perubahan besar yang dilakukan oleh Hassan Wirajuda selama menjadi Menteri Luar Negeri antara lain reformasi struktur Departemen Luar Negeri yang sebelumnya berdasarkan pendekatan fungsional (politik, ekonomi, dan budaya) menjadi pendekatan kewilayahan (dibagi per kawasan); menghidupkan kembali posisi Juru Bicara Departemen Luar Negeri pada akhir 2001; membentuk Direktorat Diplomasi Publik untuk mendekatkan departemennya dengan berbagai elemen masyarakat; membentuk Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia untuk melindungi WNI di luar negeri dan menjelaskan kepada masyarakat internasional mengenai penegakan HAM di dalam negeri; menghadirkan kembali posisi Wakil Menteri Luar Negeri; meningkatkan diplomat perempuan; membangun citra Indonesia sebagai kekuatan demokrasi; dan memulihkan kembali pengaruh Indonesia di ASEAN.[10]

Tanda kehormatan

NegaraTanggalTanda KehormatanPita HarianPost Nominal
 Indonesia25 Agustus 2025Bintang Mahaputera Adipurna[11][12]Pita_%28Ribbon%29_Bintang_Mahaputera_Adipurna.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
13 Agustus 2011Bintang Mahaputera Adipradana[13][14]Pita_%28Ribbon%29_Bintang_Mahaputera_Adipradana.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
 Filipina30 Mei 2008Grand Cross (Datu) of the Order of Sikatuna[6][13][15][16][17]120px-PHI_Order_of_Sikatuna_2003_Grand_Cross_BAR.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailGCrS
 Jepang22 November 2023Grand Cordon of the Order of Rising Sun[18][19]120px-JPN_Kyokujitsu-sho_1Class_BAR.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
 Timor Leste19 Mei 2026Collar of the Order of Timor-Leste[20]Order_of_Timor-Leste.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Penghargaan

Referensi

  1. ↑ "Anggota Dewan Pertimbangan Presiden". Dewan Pertimbangan Presiden. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-07. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  2. 1 2 "Dr. N. Hassan Wirajuda". Dewan Pertimbangan Presiden. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-21. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Suseno. "Dr Nur Hassan Wirajuda: Diplomasi Moro, Timor Lorosae, Tanah Rencong". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-16. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Dr. N. Hassan Wirajuda" (dalam bahasa Inggris). The Fletcher School, Tufts University. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Maret 2011. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  5. ↑ "Hassan Wirayuda". Ensiklopedi Tokoh Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-13. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  6. 1 2 "Indonesian diplomacy and the promotion of democracy in Southeast Asia and beyond". Australian National University (dalam bahasa Inggris). Canberra. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-08. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  7. ↑ "SBY Tunjuk Hassan Wirajuda Jadi Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir". detikcom. 31 Januari 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  8. ↑ "492 WNI Sudah Keluar dari Libya". detikcom. 2 Maret 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  9. ↑ "RI Stop Evakuasi WNI dari Mesir". detikcom. 14 Februari 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  10. ↑ Kawilarang, Renne R.A (22 Oktober 2009). "Warisan Besar Menlu Hassan Wirajuda". VIVA.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-09-15. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  11. ↑ "Daftar 141 Tokoh Terima Anugerah Tanda Kehormatan dari Prabowo, Ada Puan, Wiranto Hingga Bahlil". Tribunnews.com. 2025-08-25. Diakses tanggal 2025-08-25.
  12. ↑ LIVE: Pengucapan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pejabat Negara, serta Upacara Penganugerahan TKRI, diakses tanggal 2025-08-25
  13. 1 2 3 "Dr Hassan Wirajuda" (dalam bahasa Inggris). London: The London School of Economics and Political Science. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-06-19. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  14. ↑ Primanita, Arientha; Pasandaran, Camelia (13 Agustus 2011). "Controversy Surrounds State Awards". Jakarta Globe (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  15. ↑ "Penganugerahan Tanda Jasa "The Order of Sikatuna" Dari Pemerintah Republik Filipina Kepada Menteri Luar Negeri RI, Dr. N. Hassan Wirajuda". Kementerian Luar Negeri RI. 30 Mei 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-22. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  16. ↑ "Photo Release: Indonesian Envoy with Villar". Senate of the Philippines (dalam bahasa bahasa Inggris). 28 Mei 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-07. Diakses tanggal 11 Juli 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  17. ↑ "Philippine President Gloria Macapagal Arroyo, left, confers the Order of Sikatuna, one of the Philippines' highest awards, to Indonesian Foreign Minister Hassan Wirajuda during formal ceremony Wednesday May 28, 2008 at Malacanang Palace in Manila. Hassan was cited for his role in the peace process between the Government and the Muslim separatists in southern Philippines. Assisting at right is his wife Hendrawati. (AP Photo/Bullit Marquez Stock Photo - Alamy". www.alamy.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-06.
  18. ↑ "2023 Autumn Conferment of Decorations on Foreign Nationals" (PDF). Ministry of Foreign Affairs of Japan. 22 November 2023. Diakses tanggal 22 November 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Iman. "Tiga Tokoh Indonesia Diganjar 'The Order of The Rising Sun'". rri.co.id - Portal berita terpercaya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-22.
  20. ↑ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2026-07-25.
  21. ↑ "Dr Arifin Siregar Dianugerahi Linggarjati Award di Belanda". detikcom. 30 April 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 11 Juli 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "Acceptance speech Linggadjati Award by HE Dr. N. Hassan Wirajuda, former Minister of Foreign Affairs of the Republik Indonesia". Indonesia Nederland Society (dalam bahasa Inggris). 10 Desember 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-08-02. Diakses tanggal 11 Juli 2016.
  23. ↑ "Tiga Menteri Terima Penghargaan Tokoh Perubahan Republika". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-08-22. Diakses tanggal 11 Juli 2016.

Pranala luar

Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Boer Mauna
Duta Besar Indonesia untuk Mesir
1997–1998
Diteruskan oleh:
Muhammad Quraish Shihab
Didahului oleh:
Agus Tarmidzi
Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa
1999–2000
Diteruskan oleh:
Nugroho Wisnumurti
Didahului oleh:
Alwi Shihab
Menteri Luar Negeri Indonesia
2001–2009
Diteruskan oleh:
Marty Natalegawa
Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto •Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) •Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie •Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa •Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto •Menlu: Hassan Wirajuda •Menhan: Juwono Sudarsono •Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta •Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani •Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro •Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris •Mendag: Mari Elka Pangestu •Mentan: Anton Apriyantono •Menhut: M. S. Kaban •Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal •Menlutkan: Freddy Numberi •Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno •Menteri PU: Djoko Kirmanto •Menkes: Siti Fadilah Supari •Mendiknas: Bambang Sudibyo •Mensos: Bachtiar Chamsyah •Menag: Muhammad Maftuh Basyuni •Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) •Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh •Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman •Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) •Menneg LH: Rachmat Witoelar •Menneg PP: Meutia Hatta •Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) •Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) •Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta •Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil •Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari •Mennegpora: Adhyaksa Dault •Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji •Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso •Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri
Kabinet Gotong Royong (2001–2004)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan