Jumat, 02 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Ikan karimeen

Ikan karimeen

Bagikan:
Ikan karimeen
250px-Etroplus_suratensis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikan karimeen dewasa
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Etroplus suratensis
Nama binomial
Etroplus suratensis
Sinonim

Chaetodon caris Hamilton, 1822
Chaetodon suratensis Bloch, 1790
Etroplus meleagris Cuvier, 1830

Artikel takson sembarang

Ikan karimeen (Etroplus suratensis) adalah salah satu spesies ikan cichlid yang berasal dari perairan tawar dan payau di beberapa tempat di India seperti Kerala, Goa, dan Danau Chilka, Odisha;[2] serta Sri Lanka.[3] Kini spesies ini telah diperkenalkan ke berbagai tempat di penjuru dunia, jauh dari daerah habitat aslinya,[1] termasuk Singapura, yang estuarinya telah menjadi habitat favorit ikan karimeen.[4]

Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Marcus Elieser Bloch pada 1790.[5] Beberapa nama yang umum disematkan pada spesies ini meliputi cichlid bintik mutiara,[1] bintik mutiara berpita, dan kromida bergaris.[6] Spesies ini dan seluruh anggota genus Etroplus memiliki kedekatan hubungan taksonomi dengan Paretroplus, genus cichlid dari Madagaskar.[7]

Nama lokal

Ikan ini dikenal sebagai karimeen (കരിമീൻ) di Kerala. Masyarakat berbahasa Tamil menyebutnya pappan (பப்பான்) atau pappa (பப்ப).[8] Di Goa, karimeen disebut sebagai kalundar. Sementara itu, di Odisha, nama lokal bagi spesies ini adalah kundal (କୁଣ୍ଡଳ ମାଛ).[9] Sedangkan di Sri Lanka, ikan yang sama dikenal dengan nama mal koraliya (මල් කොරළියා) atau athu koraliya (අතු කොරළියා).[3]

Habitat and tingkah laku

Karimeen hidup di perairan tawar maupun payau, termasuk muara sungai atau delta. Spesies ini merupakan salah satu spesies genus Etroplus yang paling banyak ditemukan di perairan India. Karimeen di luar habitat aslinya sering ditemukan hidup berdekatan dengan ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Ikan ini umumnya mengonsumsi tumbuhan air seperti alga dan plankton. Namun, tak jarang pula mengonsumsi moluska ukuran kecil dan detritus atau sisa fragmen tubuh dan kotoran makhluk lain. Spesies ini terbilang unik karena ikan-ikan dewasa akan merawat induk mereka dengan baik.[1] Karimeen pula tidak mempraktikkan kanibalisme antarsesama mereka.[10]

Penampilan

Ikan dewasa berbentuk oval dengan muncung pendek. Warnanya adalah hijau keabu-abuan dengan batas gelap dan terdapat bintik gelap di dasar sirip dada.[1] Panjang ikan dewasa biasanya mencapai 20 cm (8 in), dan panjang maksimum adalah dua kali lipat.[5] Bobot ikan ini dapat mencapai 300 gram dalam penangkaran.[10]

Pemanfaatan dan simbolisme

250px-%E0%B4%95%E0%B4%B0%E0%B4%BF%E0%B4%AE%E0%B5%80%E0%B5%BB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikan karimeen yang populer untuk dijadikan hidangan, baik digoreng atau dibikin kari

Etroplus suratensis adalah ikan yang populer dikonsumsi.[11] Bagi sebagian orang, hidangan yang terbuat dari karimeen dianggap sebagai makanan yang ikonik karena cita rasanya yang lezat.[12] Walaupun populer di hampir seluruh daerah di India yang menjadi habitatnya, Kerala adalah tempat yang betul-betul memfavoritkan ikan karimeen. Karimeen dianggap sebagai hasil tangkapan sungai dan backwater nomor wahid.[13][14] Harganya cukup mahal, per kilogram mencapai Rp48000.[10]

Bagi orang Malayali, ikan ini sama dengan fish and chips di Inggris atau kod asin di Portugal.[15] Saking cintanya dengan karimeen, pada tahun 2010 spesies ini diresmikan oleh Pemerintah Kerala sebagai ikan resmi negara bagian itu. Tahun yang sama pun dideklarasikan sebagai "Tahun ikan karimeen". Karimeen pollichatthu,[16] hidangan Malayali berupa karimeen yang dimarinasi dalam bumbu atau rempah, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus, adalah salah satu makanan khas Kerala yang dapat dijumpai di restoran-restoran di negara bagian itu. Dikarenakan harganya yang mahal, karimeen populer di kalangan turis, tetapi jarang dikonsumsi oleh kelompok ekonomi menengah ke bawah. Produksi spesies ini untuk kebutuhan industri kuliner diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Abraham, R. (2011). "Etroplus suratensis". The IUCN Red List of Threatened Species. 2011: e.T172368A6877592. doi:10.2305/IUCN.UK.2011-1.RLTS.T172368A6877592.en.
  2. ↑ Jones & Sujansingani 1954, hlm. 270. sfn error: tanpa target: CITEREFJones_&_Sujansingani1954 (bantuan)
  3. 1 2 "කොග්ගල කොරළියා කුරු වේ" [Ikan terumbu karang (karimeen) koggala kerdil]. Lankadeepa.lk (dalam bahasa Sinhala). Kolombo. 18 Agustus 2014. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Green Chromide. Guide to Common Marine Fishes of Singapore.
  5. 1 2 "Etroplus suratensis". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. July 2011 version. N.p.: FishBase, 2011.
  6. ↑ Common names of Etroplus suratensis. FishBase. 2015.
  7. ↑ Sparks 2004, hlm. 599–614.
  8. 1 2 Basheer, K.P.M. (9 Juli 2010). "Karimeen leaps from frying pan to State fish". The Hindu. Diakses tanggal 22 Desember 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Jones &Sujansingani 1954, hlm. 342. sfn error: tanpa target: CITEREFJones_&Sujansingani1954 (bantuan)
  10. 1 2 3 Jayakumar 2020.
  11. ↑ Khan & Panikkar 2009, hlm. 2281–2290. sfn error: tanpa target: CITEREFKhan_&_Panikkar2009 (bantuan)
  12. ↑ U.S. Fish and Wildlife Service Diarsipkan 2021-04-24 di Wayback Machine. April 2011.
  13. ↑ Abram 2003, hlm. 89. sfn error: tanpa target: CITEREFAbram2003 (bantuan)
  14. ↑ Varghese 2006, hlm. 104.
  15. ↑ Abram 2003, hlm. 39. sfn error: tanpa target: CITEREFAbram2003 (bantuan)
  16. ↑ Abram 2003, hlm. 319. sfn error: tanpa target: CITEREFAbram2003 (bantuan)

Daftar Pustaka

Buku

Jurnal

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Etroplus suratensis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan