Sabtu, 07 November 2026
05:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Divertikulitis

Divertikulitis

infeksi usus besar

Bagikan:
Divertikulitis
250px-Diverticulitis_complete_hariadhi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian usus besar (kolon sigmoid) menunjukkan banyak kantong (divertikula). Divertikula muncul di kedua sisi bundel otot longitudinal (taenium) yang berjalan secara horizontal melintasi spesimen dalam bentuk busur.
SpesialisasiOperasi umum
GejalaMulas, demam, mual, diare, sembelit, darah dalam tinja[1]
KomplikasiAbses, fistula, perforasi usus[1]
Awitan umumTiba-tiba, usia>50[1]
PenyebabTidak pasti[1]
Faktor risikoObesitas, kurang olahraga, merokok, keturunan, obat antiinflamasi nonsteroids[1][2]
Metode diagnostikTes darah, CT scan, kolonoskopi, seri gastrointestinal bagian bawah[1]
Diagnosis bandingSindrom iritasi usus[2]
PencegahanMesalazin, rifaksimin[2]
PengobatanAntibiotik, diet cairan, rawat inap [1]
Frekuensi3.3% (negara berkembang)[1][3]

Divertikulitis adalah penyakit berupa radang atau pembengkakan dari kantong abnormal (divertikulum) di dinding usus.[4] Kantung-kantung ini mayoritas berada di saluran usus besar (kolon). Luka dan benjolan ini menyebabkan terbentuknya sel-sel kanker dengan mudah, apabila kontak via senyawa karsinogenik. Apabila adanya infeksi dan inflamasi yang disebabkan oleh makanan dan bakteri yang terkurung di dalam divertikulim yang membentuk drainase dan pada akhirnya muncul perforasi (pembentukan abses). Ahli gastroenterologi di Gastrointestinal Associates pada daerah Knoxville, Tennessee, Dr. Johnny Altawil menyebutkan bahwa sakit perut yang diakibatkan oleh divertikulitis juga bisa terasa lunak dan ringan. Walaupun terkesan remeh, hal ini malah menunjukkan bahwa divertikulum (usus besar) sudah pecah dan membentuk kantong nanah atau abses. Untuk divertikulitis dengan kategori ringan dapat diobati dengan beristirahat. Namun untuk kategori divertikulitis yang parah ataupun berulang membutuhkan pembedahan.[5]

Penyebab

Divertikulitis timbul disebabkan oleh sangat lambatnya pergerakan dari pencernaan makanan di usus besar. Tekanan yang disebabkan oleh makanan dan feses di usus besar menyebabkan lemahnya beberapa titik di usus besar. Hal ini menyebabkan terbentuknya abses yang kecil-kecil di dinding kolon.[6] Oleh karena itu, untuk mengekskresikan feses yang keras dan kecil-kecil ini membutuhkan tekanan yang tinggi pada dinding usus. Lambat laun, hal ini akan mengakibatkan timbulnya luka. Orang yang jarang mengkonsumsi makanan yang berserat macam sayuran dan buah-buahan akan sering mendapati feses yang keras dan kecil-kecil. Jika terdapat serat di dalam tubuh manusia, maka feses banyak menyerap air sehingga konsistensinya lunak dan volumenya besar. Hal ini menyebabkan feses keluar dengan lancar tanpa menyebabkan luka pada dinding usus besar.[5] Jadi dapat disimpulkan bahwa serat makanan dapat menangkal terjadinya penyakit divetikulistis, salah satunya buah manggis.[7]

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa faktor genetik mengambil andil dalam penyakit divertikulitis. Divertikulitis dapat dibawa sejak lahir (faktor kongenital) yang tidak ditemukan penyebabnya (idiopatik) yang mana seluruh lapisan usus adalah dinding divertikel. Namun hal ini jarang ditemui, pada umumnya hal ini ditemukan setelah lahir dan rata-rata pada usus besar khususnya pada kolon desendens dan kolon sigmoid. Selain itu, jika di dalam usus seseorang terdapat banyak bakteri jahat dapat mengakibatkan divertikulitis. Hal lain yang memicu tingginya risiko divertikulitis adalah: 1) penggunaan obat-obatan tertentu macam naproxen, steroid, dan ibuprofen, 2) jarangnya berolahraga, 3) kegemukan (obesitas), 4) merokok, dan 5) mengejan saat membuang air besar.[5]

Gejala

Gejala divertikulitis bisa muncul secara mendadak atau perlahan dalam beberapa hari. Gejala umum pada penyakit divertikulitis biasanya ditandai dengan adanya rasa nyeri di sisi kiri bawah perut. Situasi seperti ini paling sering memengaruhi usus besar (kolon). Gejala umum divertikulitis lainnya adalah: Demam, sakit perut, muntah, mual, sembelit, kembung, seringnya buang air kecil dan adanya sensasi terbakar pada saat buang air kecil, diare, adanya darah pada feses atau darah dalam urine, dan penurunan nafsu makan.[5]

Gejala divertikulitis tersebut bisa dijadikan pertanda bahwasannya kantung usus besar sudah pecah dan mengalirkan isinya ke dalam rongga perut. Alhasil, kondisi ini dapat memicu terjadinya peritonitis (peradangan di membran rongga perut), abses (kumpulan nanah), dan fistula (peradangan yang menyebabkan saluran abnormal).[5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Diverticular Disease". www.niddk.nih.gov. September 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Juni 2016. Diakses tanggal 12 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Tursi, A (Maret 2016). "Diverticulosis today: unfashionable and still under-researched". Therapeutic Advances in Gastroenterology. 9 (2): 213–28. doi:10.1177/1756283x15621228. PMC 4749857. PMID 26929783.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Pemberton, John H (16 Juni 2016). "Colonic diverticulosis and diverticular disease: Epidemiology, risk factors, and pathogenesis". UpToDate. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-03-14. Diakses tanggal 13 Maret 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Mulyandarini, Hesty; Rahman, Nur; Adelina, Rany (2022). "JAKAGISTUDI LITERATUR SERAT, KALSIUM, DAN MiRNA PADA PENYAKIT KANKER KOLOREKTAL". Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi. 2 (2): 17.
  5. 1 2 3 4 5 P, Bondan (2021). "DIET PADA PENYAKIT DIVERTIKULITIS". JNH (Journal of Nutrition and Health). 9 (1): 41.
  6. ↑ Waruwu, Florianus Fanolo (2021). "SISTEM PAKAR DENGAN METODE TSUKAMOTO UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DIVERTIKULITIS". Pelita Informatika: Informasi dan Informati. 10 (1): 24–25.
  7. ↑ Daulae, Abdul Hakim (2013). "LIMBAH BUAH MANGGIS (Garcinia mangostanaL.) PENUH KHASIATBERPOTENSI JADI KEWIRAUSAHAAN DI SUMATERA UTARA". IPTEKSJURNAL Pengabdian Kepada Masyarakat. 19 (72): 3.
Saluran GI atas
Esofagus
Perut
Saluran GI bawah
Enteropati
Usus halus
(Duodenum/Jejunum/Ileum)
Usus Besar
(Apendiks/Usus Besar)
Besar dan/atau kecil
Rektum
Anal canal
Pendarahan GI
Kelenjar pencernaan
Hati
Kantung empedu
Saluran empedu/
Lainnya biliary tree
Pankreas
Lain
Hernia
Peritoneal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan