Minggu, 20 September 2026
22:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Apendisitis

Apendisitis

60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
330px-Appendicitis_%28CT_angiogram%29_%28Radiopaedia_154713-127660_Axial_1%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CT scan yang menunjukkan apendisitis akut (klik ikon ► pada gambar untuk melihat tayangan slide)
CT scan menunjukkan radang usus buntu akut
250px-Acute_appendicitis_Gross_pathology.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peradangan akut : usus buntu yang bengkak dengan eksudat di permukaan, lebih ke arah ujung

Apendisitis adalah kondisi peradangan pada umbai cacing.[1] Gejala umum apendisitis berupa nyeri perut kanan bawah, mual, muntah, demam, dan penurunan nafsu makan.[1] Umbai cacing yang mengalami peradangan memiliki kemungkinan untuk pecah dan dapat menimbulkan komplikasi seperti peritonitis dan sepsis.[2]

Apendisitis disebabkan oleh sumbatan pada lumen umbai cacing.[3] Penyebab sumbatan paling sering adalah fecalith, yaitu tinja yang mengeras.[4] Penyebab lain sumbatan dapat berupa peradangan kelenjar getah bening akibat infeksi virus, parasit, batu empedu, dan tumor.[4] Ketika umbai cacing tersumbat, tekanan di dalamnya akan meningkat, aliran darah akan menurun, dan terjadi pertumbuhan bakteri.[4][5] Proses-proses ini menyebabkan terjadinya peradangan, yang dapat diikuti oleh kerusakan jaringan hingga kematian jaringan.[6] Bila tidak dilakukan perawatan, umbai cacing akan pecah dan mengeluarkan bakteri ke rongga perut, berpotensi menimbulkan komplikasi serius.[6][7]

Diagnosis apendisitis utamanya ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis.[5] Apabila diagnosis masih belum jelas, dapat dilakukan pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan laboratorium.[8] Pemeriksaan radiologi yang umum digunakan untuk mendiagnosis apendisitis adalah ultrasonografi (USG) dan CT scan. [8] CT scan lebih akurat dalam mendeteksi apendisitis akut dibandingkan ultrasonografi.[9] Namun, ultrasonografi lebih dipilih sebagai pemeriksaan radiologi pertama pada pasien anak dan ibu hamil karena risiko akibat paparan radiasi dari CT scan.[8]

Perawatan utama apendisitis akut adalah apendektomi, yaitu pengangkatan umbai cacing yang mengalami peradangan dengan prosedur pembedahan.[4][5] Prosedur ini dapat dilakukan dengan membuat sayatan besar pada dinding perut (laparotomi) atau dengan sayatan berukuran kecil dan kamera (laparoskopi). Apendektomi merupakan perawatan esensial untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian akibat pecahnya umbai cacing.[2] Antibiotik dapat diberikan pada kasus apendisitis tanpa komplikasi, sebagai alternatif terhadap apendektomi,[10][11][12] tetapi sekitar 31% kasus tetap memerlukan tindakan pembedahan dalam waktu satu tahun.[13] Pada tahun 2015, terdapat sekitar 11,6 juta kasus apendisitis di seluruh dunia, diikuti sekitar 50.100 kematian akibat penyakit ini.[14][15]

Referensi

  1. 1 2 Graffeo CS, Counselman FL (November 1996). "Appendicitis". Emergency Medicine Clinics of North America. 14 (4): 653–671. doi:10.1016/s0733-8627(05)70273-x. PMID 8921763.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Hobler, K. (Spring 1998). "Acute and Suppurative Appendicitis: Disease Duration and its Implications for Quality Improvement" (PDF). Permanente Medical Journal. 2 (2). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-03-06.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Pieper R, Kager L, Tidefeldt U (1982). "Obstruction of appendix vermiformis causing acute appendicitis. An experimental study in the rabbit". Acta Chirurgica Scandinavica. 148 (1): 63–72. PMID 7136413.
  4. 1 2 3 4 Longo, Dan L.; et al., ed. (2012). Harrison's principles of internal medicine (Edisi 18th). New York: McGraw-Hill. hlm. Chapter 300. ISBN 978-0-07-174889-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Maret 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Tintinalli, Judith E., ed. (2011). Emergency medicine: a comprehensive study guide (Edisi 7th). New York: McGraw-Hill. hlm. Chapter 84. ISBN 978-0-07-174467-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Schwartz's principles of surgery (Edisi 9th). New York: McGraw-Hill, Medical Pub. Division. 2010. hlm. Chapter 30. ISBN 978-0-07-154770-3.
  7. Barrett ML, Hines AL, Andrews RM (Juli 2013). "Trends in Rates of Perforated Appendix, 2001–2010" (PDF). Healthcare Cost and Utilization Project (HCUP) Statistical Brief #159. Rockville, MD: Agency for Healthcare Research and Quality. PMID 24199256 (PDF).{{cite journal}}: |archive-url= memerlukan |archive-date=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 Paulson EK, Kalady MF, Pappas TN (Januari 2003). "Clinical practice. Suspected appendicitis" (PDF). The New England Journal of Medicine. 348 (3): 236–242. doi:10.1056/nejmcp013351. PMID 12529465. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-22.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Shogilev DJ, Duus N, Odom SR, Shapiro NI (November 2014). "Diagnosing appendicitis: evidence-based review of the diagnostic approach in 2014". The Western Journal of Emergency Medicine (Review). 15 (7): 859–871. doi:10.5811/westjem.2014.9.21568. PMC 4251237. PMID 25493136.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Javanmard-Emamghissi, Hannah (2021). "Antibiotics as first-line alternative to appendicectomy in adult appendicitis: 90-day follow-up from a prospective, multicentre cohort study". The British Journal of Surgery. 108 (11): 1351–1359. doi:10.1093/bjs/znab287. PMC 8499866. PMID 34476484.
  11. Varadhan KK, Neal KR, Lobo DN (April 2012). "Safety and efficacy of antibiotics compared with appendicectomy for treatment of uncomplicated acute appendicitis: meta-analysis of randomised controlled trials". BMJ. 344 e2156. doi:10.1136/bmj.e2156. PMC 3320713. PMID 22491789.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. "Appendicitis: Surgical vs. Medical Treatment | Science-Based Medicine". sciencebasedmedicine.org (dalam bahasa American English). 2020-11-24.
  13. Doleman, Brett; Fonnes, Siv; Lund, Jon N.; Boyd-Carson, Hannah; Javanmard-Emamghissi, Hannah; Moug, Susan; Hollyman, Marianne; Tierney, Gillian; Tou, Samson; Williams, John P. (2024-04-29). "Appendectomy versus antibiotic treatment for acute appendicitis". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2024 (4) CD015038. doi:10.1002/14651858.CD015038.pub2. ISSN 1469-493X. PMC 11057219. PMID 38682788.
  14. GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence Collaborators (Oktober 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990–2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. GBD 2015 Mortality and Causes of Death Collaborators (Oktober 2016). "Global, regional, and national life expectancy, all-cause mortality, and cause-specific mortality for 249 causes of death, 1980–2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1459–1544. doi:10.1016/s0140-6736(16)31012-1. PMC 5388903. PMID 27733281.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Saluran GI atas
Esofagus
Perut
Saluran GI bawah
Enteropati
Usus halus
(Duodenum/Jejunum/Ileum)
Usus Besar
(Apendiks/Usus Besar)
Besar dan/atau kecil
Rektum
Anal canal
Pendarahan GI
Kelenjar pencernaan
Hati
Kantung empedu
Saluran empedu/
Lainnya biliary tree
Pankreas
Lain
Hernia
Peritoneal


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan