Kamis, 05 November 2026
13:12 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Peritoneum

Peritoneum

Bagikan:
Peritoneum
330px-Gray1040.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peritoneum, diwarnai biru
330px-Gray1035.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foramen epiploik, kantung besar atau ruang umum (merah) dan omental bursa (biru).
Rincian
Pelafalan/ˌpɛrɪtəˈniːəm/
Bagian dariAbdomen
Pengidentifikasi
Bahasa Latinperitoneum
MeSHD010537
TA98A10.1.02.002
A10.1.02.005
A10.1.02.006
TA23729
THH3.04.08.0.00001
FMA9584
Daftar istilah anatomi

Peritoneum adalah lapisan pelindung dari lapisan serosa yang membalut rongga abdomen termasuk organ-organ abdomennya.[1] Peritoneum tersusun atas dua lapisan, yaitu peritoneum parietal dan peritoneum visceral. Terdapat rongga peritoneal di antara peritoneum parietal dan peritoneum visceral.

Struktur

Peritoneum merupakan lapisan pelindung yang terdiri dari peritoneum parietal dan peritoneum visceral yang di antara dua lapisan tersebut ada potensial rongga bernama rongga peritoneal.

Peritoneum parietal merupakan lapisan luar yang letaknya menempel pada dinding perut dan dinding panggul. Lapisan ini merupakan hasil perkembangan dari lapisan mesoderm somatik. Peritoneum parietal sensitif terhadap rasa sakit, temperatur, sentuhan, tekanan, dan gesekan.[2] Ini disebabkan karena terdapat saraf frenikus dan saraf somatik tulang belakang yang sensitif.[3] Peritoneum parietal mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah di dinding perut.[4]

Peritoneum visceral adalah lapisan dalam yang melindungi organ abdominal viscera. Peritoneum visceral merupakan hasil perkembangan mesoderm splanknik. Peritoneum visceral tidak sensitif terhadap rasa sakit, temperatur, sentuhan, tekanan, maupun gesekan. Namun, sensitif terhadap adanya regangan, robekan, dan iritasi oleh bahan kimia. Maka dari itu, sulit mendeteksi lokasi nyeri di bagian peritoneum visceral.[2] Peritoneum visceral mendapat suplai darah dari arteri mesenterica superior dan inferior.[4]

Rongga peritoneal merupakan rongga di antara peritoneum parietal dan peritoneum visceral. Rongga ini berisi cairan serosa yang berfungsi menjadi cairan lubrikasi untuk menghindari gesekan dan memberi kebebasan untuk bergerak pada dua lapisan yang mengapitnya.[1] Jumlah cairan dalam rongga peritoneal sekitar 50 ml hingga 100 ml. Di rongga ini terdapat foramen epiploicum yang menghubungkan Saccus penitonii mayor (Cavum peritonii) dan Saccus peritonii minor (Bursa omentalis)[4]

Daerah Khusus pada Peritoneum

Mesenterium[5]

Artikel utama: Mesenterium

Merupakan lipatan berlapis ganda yang terletak pada peritoneum visceral. Letak dari mesenterium menempel ke usus dan dinding perut. Fungsi dari mesenterium antara lain:

  1. Menahan struktur usus kecil dan besar agar tetap ditempat semestinya, tetapi masih memungkinkan adanya pergerakan kecil untuk usus.
  2. Menjadi “jalan” untuk pembuluh limfatik, pembuluh darah, dan sistem saraf.
  3. Mencegah penyakit inflamasi dengan seolah-olah menjadi patologis.

Omentum[6]

Adalah jaringan lemak yang melindungi usus dan organ abdomen bawah. Omentum terbagi menjadi dua:

  1. Omentum mayor yang berfungsi untuk menyimpan cadangan lemak dan sistem imunitas tubuh. Disebut juga sebagai Abdominal Policeman.
  2. Omentum minor berfungsi untuk mempertahankan posisi perut dan usus tetap di sebelah organ hati dan merupakan jalur penghubung pembuluh darah bagi organ-organ tersebut.

Ligamen Peritoneal

Merupakan peritoneum dengan lapisan ganda yang menghubungkan satu organ dengan organ lainnya atau dengan dinding abdomen.[7]

Penyakit

Peritonitis

Peradangan pada peritoneum yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur[8] maupun non infeksi, seperti bocornya asam lambung karena luka pada gaster, bocornya asam empedu karena luka pada kantung empedu.[9] Peritonitis juga bisa disebabkan oleh suatu trauma.[10] Gejala dari penyakit peritonitis antara lain nyeri abdomen pada saat disentuh atau bergerak, demam, mual dan muntah, dehidrasi, dan kesulitan bernafas. Penanganan pada Peritonitis biasanya menggunakan antibiotik, pemberian cairan infus, atau melakukan operasi.[11]

Asites

Asites adalah kondisi ketika cairan dalam rongga peritoneum terakumulasi secara abnormal.[12] Penyebab dari penyakit ini antara lain sirosis hepatis dan penyakit gagal ginjal kronis. Gejala dari penyakit asites antara lain perut membengkak, sesak nafas, sensasi rasa terbakar dalam dada akibat asam lambung meningkat, pembengkakan pada kaki, demam, dan mual muntah. Penanganan asites pada sirosis hepatis tanpa komplikasi antara lain tirah baring, restriksi garam, restriksi air, diuretik, dan large volume paracentesis (LVP). Sedangkan penangan asites pada sirosis hepatis dengan komplikasi bisa melalui transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS), large volume paracentesis (LVP), peritoneo-venous shunt, parasintesis, terapi sindrom hepatorenal, dan transplantasi hati.[13] Penanganan pada Asites dengan komplikasi disesuaikan dengan kondisi pasien.

Referensi

  1. 1 2 "The Peritoneum | Boundless Anatomy and Physiology". courses.lumenlearning.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  2. 1 2 "The Peritoneum - Visceral - Parietal - TeachMeAnatomy". teachmeanatomy.info. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-13. Diakses tanggal 2021-09-03.
  3. ↑ Struller, Florian; Weinreich, Frank-Jürgen; Horvath, Philipp; Kokkalis, Marios-Konstantinos; Beckert, Stefan; Königsrainer, Alfred; Reymond, Marc A. (2017-12-01). "Peritoneal innervation: embryology and functional anatomy". Pleura and Peritoneum. 2 (4): 153–161. doi:10.1515/pp-2017-0024. ISSN 2364-7671. PMC 6328075. PMID 30911646.
  4. 1 2 3 Kalra, Arjun; Wehrle, Chase J.; Tuma, Faiz (2021). Anatomy, Abdomen and Pelvis, Peritoneum. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 30521209. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-08. Diakses tanggal 2021-09-03.
  5. ↑ "The Mesentery - Function - Structure - Vasculature - TeachMeAnatomy". teachmeanatomy.info. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-23. Diakses tanggal 2021-09-03.
  6. ↑ "What Is the Omentum?". MedicineNet (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  7. ↑ Jones, Jeremy. "Peritoneal ligaments | Radiology Reference Article | Radiopaedia.org". Radiopaedia (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-11. Diakses tanggal 2021-09-03.
  8. ↑ "Peritonitis". Alodokter. 2016-03-02. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  9. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  10. ↑ "Memahami Trauma Abdomen dan Cara Penanganannya". Alodokter. 2019-05-20. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  11. ↑ general_alomedika (2018-12-18). "Penatalaksanaan Peritonitis". Alomedika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  12. ↑ "Asites". Alodokter. 2018-02-26. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
  13. ↑ M, Desi Maghfirah; Abubakar, Azzaki; Yusuf, Fauzi (2018). "Penatalaksanaan Asites pada Sirosis Hepatis". Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika (dalam bahasa Inggris). 1 (3): 47–58. doi:10.35324/jknamed.v1i3.36. ISSN 2615-3874. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan