Kamis, 05 November 2026
13:04 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Enteritis

Bagikan:

Enteritis adalah suatu proses radang usus yang berjalan akut atau kronis, akan menyebabkan peningkatan peristaltik usus, kenaikan jumlah sekresi kelenjar pencernaan serta penurunan proses penyerapan cairan maupun penyerapan sari-sari makanan di dalamnya.[1]

Radang usus primer maupun sekunder ditandai dengan menurunnya nafsu makan, menurunnya kondisi tubuh, dehidrasi dan diare.[2] Perasaan sakit karena adanya radang usus bersifat bervariasi, tergantung pada jenis hewan yang menderita serta derajat radang yang dideritanya.[2] Kuman-kuman yang menyebabkan enteritis antara lain Eschericia coli, Salmonella spp, Campylobacter jejunis, Clostridium perfringen.[2] Ecoli merupakan mikroflora normal dalam usus sebagian besar mamalia.[2] Ecoli dapat menyebabakna infeksi akut anak pada anjing umur satu minggu, sedangkan pada anak anjing yang lebih besar maupun anjing dewasa Ecoli menyebabkan penyakit sporadik yang disertai oleh agen infeksius lain.[2]

Enteritis diawali rasa sakit yang ditandai dengan kegelisahan.[2] Diare merupakan gejala yang selalu dijumpai dalam radang usus.[2] Tinja yang cair dengan bau yang tajam mungkin bercampur dengan darah, lendir atau reruntuhan jaringan usus.[2] Pada radang yang berlangsung kronik, terjadi kekurusan dan tinja jarang yang bersifat cair, berisi darah, lendir atau reruntuhan jaringan yang jumlahnya mencolok.[2] Kurangnya cairan di dalam usus akan dijumpai radang usus yang disertai dengan konstipasi, dan tinja bersifat kering.[2] Radang usus akut selalu disertai dengan oligo uria atau anuria, dan disertai dengan menurunnya nafsu makan, anoreksia total maupun parsial.[2] Pada radang kronik biasanya nafsu makan tidak mengalami perubahan.[2]

Akibat kehilangan cairan yang berlebihan, penderita akan mengalami penurunan berat badan dalam waktu singkat dengan tanda dehidrasi yang mencolok.[2] Dehidrasi yang mencapai lebuih dari 10% dapat mengancam kehidupan penderita dalam waktu 1-2 hari dan dapat mengakibatkan kematian karena shock.[2]

Referensi

  1. ↑ "Enteritis". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-14. Diakses tanggal 2014-06-11.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 "Penyakit Enteritis". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-14. Diakses tanggal 2014-06-11.
Saluran GI atas
Esofagus
Perut
Saluran GI bawah
Enteropati
Usus halus
(Duodenum/Jejunum/Ileum)
Usus Besar
(Apendiks/Usus Besar)
Besar dan/atau kecil
Rektum
Anal canal
Pendarahan GI
Kelenjar pencernaan
Hati
Kantung empedu
Saluran empedu/
Lainnya biliary tree
Pankreas
Lain
Hernia
Peritoneal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan