Sabtu, 31 Oktober 2026
07:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ruptur esofagus

Ruptur esofagus

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Ruptur esofagus" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemastian atas pernyataan dalam artikel ini dipertentangkan. Harap mengembangkan artikel ini dengan memastikan referensinya dan hapus pernyataan yang tidak berasal dari sumber tepercaya atau tidak mendukung artikel. Diskusi dapat Anda lihat di halaman pembicaraan. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
sindrom Boerhaave
250px-Boorhaave1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambaran pindai CT secara aksial memperlihatkan udara ekstraluminal (pneumomediastinum) di sekitar trakea dan esofagus
SpesialisasiGastroenterologi
Pembedahan

Ruptur esofagus adalah robekan yang menembus dinding esofagus. Kemungkinan penyebab pecahnya esofagus adalah tindakan pembedahan, muntah-muntah hebat, atau menelan sejumlah besar makanan yang tersangkut di kerongkongan, bahkan bisa terjadi secara spontan yang dikenal dengan sindrom Boerhaave. Gejalanya meliputi nyeri dada, sakit perut, demam, dan tekanan darah rendah. Ruptur esofagus bisa berakibat fatal.

Gejala klinis klasik sindrom Boerhaave adalah triad Muckler: muntah, nyeri dada, dan emfisema subkutan. Diagnosis ruptur esofagus ditegakkan melalui pemeriksaan radiologi, terutama rontgen yang menggunakan kontras untuk mengevaluasi pergerakan kontras dari esofagus.[1] Ruptur esofagus memerlukan penanganan multidisiplin.

Ruptur esofagus biasanya didiagnosis dengan endoskopi (pemeriksaan esofagus menggunakan tabung penglihatan fleksibel) atau prosedur lain yang melibatkan memasukkan instrumen ke dalam kerongkongan. Ini merupakan kondisi yang sangat serius. Kondisi yang disebabkan selama Kerongkongan dapat dimasukkan ke dalam mulut dan tenggorokan

Beberapa ruptur terjadi secara spontan, terutama pada pasien dengan esofagitis eosinofilik yang tidak diobati. Saat esofagus pecah, udara, asam lambung, dan makanan keluar melalui esofagus sehingga menyebabkan peradangan parah pada dada (mediastinitis). Cairan mungkin terkumpul di sekitar paru-paru, suatu kondisi yang disebut efusi pleura.

Komplikasi

Ruptur esofagus merupakan situasi yang mengancam jiwa yang memerlukan pengobatan segera dan tepat. Dalam kasus yang parah, mungkin terjadi robekan yang luas dan pendarahan hebat. Jika terjadi pendarahan, penderita bisa mengalami syok jika tidak ditangani dengan baik dan cepat.Tentu saja kondisi ini dapat mengancam nyawa. Penderita biasanya tampak pucat dan lemah hingga kehilangan kesadaran. Penderita luka terbuka sangat rentan terhadap infeksi. Jika dibiarkan terlalu lama, penderita bisa mengalami sepsis.bSelain itu, pasien juga berisiko mengalami gagal napas dan infeksi lain seperti mediastinitis (radang rongga dada) dan abses intratoraks (penumpukan nanah di dada).[2]

Pencegahan

Tentu saja, untuk mencegah kasus pecahnya esofagus, seseorang harus mewaspadai kondisi klinis pasien dan mewaspadai gejala khas yang dapat menyebabkan pecahnya esofagus, seperti muntah yang sering dan berlebihan. Bersiaplah untuk mencegah muntah dengan menghindari makanan yang dapat menyebabkan refluks dan muntah. Untuk menghindari terpicunya refleks muntah, tunggu sekitar 2-3 jam setelah makan sebelum berbaring.

Pencegahan juga dapat digunakan untuk mencegah komplikasi:

  • Penanganan dini meliputi pengeluaran cairan (drainase) dari dada.
  • Mengonsumsi antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi.
  • Tidak boleh makan atau minum apa pun sampai pengobatan selesai.
  • Dokter akan memberi antibiotik dan cairan melalui infus.
  • Nutrisi diberikan melalui selang makanan.[2]

Angka kematian

Dalam kasus ini berkisar antara 20 hingga 40 persen. Jika pasien dengan ruptur esofagus tidak segera diobati atau dalam waktu 48 jam, angka kematiannya bisa mencapai 100%. Kasus ruptur esofagus merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi, terjadi pada 1 dari 6000 kasus di seluruh dunia. Muntah yang sering dan berlebihan mungkin merupakan gejala khas sebelum pecahnya esofagus.[2]

Referensi

  1. ↑ general_alomedika (2023-01-09). "Ruptur Esofagus - patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan". Alomedika. Diakses tanggal 2024-03-29.
  2. 1 2 3 Care, A. I. "Penyakit Ruptur Esofagus - Definisi, Penyebab, Gejala, dan Tata Laksana". AI Care. Diakses tanggal 2024-03-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan