Minggu, 04 Oktober 2026
15:05 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Nyeri dada

Nyeri dada

Bagikan:
Nyeri dada
Nama lainPektoralgia, stetalgia, torakalgia, torakodinia
250px-Heart_Attack_Chest_Pain.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi nyeri akobat serangan jantung
SpesialisasiKegawatdaruratan medis, penyakit dalam
Gejalanyeri di dada bagian depan
Jeniskardiak, nonkardiak
PenyebabSerius: Sindrom koroner akut (termasuk serangan jantung), emboli paru, pneumotorak, perikarditis, diseksi aorta, ruptur esofagus Umum: Penyakit refluks esofagus, masalah psikologis seperti gangguan ansietas, depresi, stres dan lain-lain, nyeri otot atau tulang, pneumonia, herpes zoster
Metode diagnostikRiwayat medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan medis
PengobatanBerdasarkan penyebabnya
ObatAspirin, nitrogliserin
PrognosisTergantung penyebabnya
Frekuensi~5% dari kasus emergensi

Nyeri dada merpakan perasaan tidak nyaman atau sakit pada bagian dada. Nyerinya bisa berupa nyeri tumpul, nyeri tajam, seperti tertusuk benda tajam, atau sensasi terbakar.[1]

Nyeri dada dapat berasal dari jantung, pencernaan, paru-paru, saraf, atau masalah otot dan tulang.[2]

Penyebab nyeri dada ada yang bersifat mengancam jiwa seperti sindrom koroner akut, diseksi aorta torakalis, pneumotorak, ruptur esofagus, dan emboli paru. Selain itu ada yang bersifat umum seperti penyakit dinding torak yang melibatkan otot, rusuk, dan jaringan tulang rawan, penyakit pleura, dan gangguan pencernaan.[2]

Referensi

  1. ↑ Aprilia, Fitrina (25 November 2019). "Nyeri dada dan Kemungkinan Penyebabnya". halodoc.com. Diakses tanggal 29 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Thompson, Andrea D.; Shea, Michael J. (September 2020). "Chest Pain - Cardiovascular Disorders". MSD Manual Professional Edition. Diakses tanggal 29 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan