Kamis, 24 September 2026
02:47 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Nyeri

Nyeri
SpesialisasiNeurology

Nyeri atau rasa sakit adalah perasaan tidak nyaman yang umumnya disebabkan oleh rangsangan yang kuat atau merusak. The International Association for the Study of Pain's secara luas mendefinisikan nyeri sebagai "suatu sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan sebagai kerusakan tersebut";[1] tetapi, karena menjadi kompleks, fenomena subjektif, mendefinisikan nyeri telah menjadi tantangan. Dalam diagnosis medis, nyeri dianggap sebagai gejala dari kondisi yang lain.

Nyeri mendorong individu untuk menghindar dari situasi yang merusak, untuk melindungi tubuh yang dalam masa penyembuhan, dan untuk menghindari pengalaman-pengalaman serupa di masa depan.[2] Sebagian besar nyeri dapat reda setelah stimulus berbahaya dihilangkan dan tubuh telah sembuh, tetapi dapat bertahan setelah penghapusan stimulus dan sembuhnya bagian tubuh. Kadang-kadang nyeri muncul meski tidak terdeteksi adanya stimulus, kerusakan atau penyakit.[3]

Nyeri merupakan alasan yang paling umum untuk konsultasi dokter di sebagian besar negara-negara maju.[4][5] Ini adalah gejala utama pada banyak kondisi medis, dan dapat mengganggu kualitas hidup dan kegiatan sehari-hari. Obat sakit sederhana berguna dalam 20% sampai 70% kasus. Faktor-faktor psikologis seperti dukungan sosial, sugesti hipnotis, kegembiraan, atau pengalihan perhatian secara signifikan dapat memengaruhi intensitas atau ketidaknyamanan nyeri seseorang. Dalam beberapa perdebatan mengenai bantuan bunuh diri atau euthanasia, nyeri telah digunakan sebagai argumen untuk mengizinkan orang yang sakit parah untuk mengakhiri hidup mereka.

Referensi

  1. "International Association for the Study of Pain: Pain Definitions". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2015. Diakses tanggal 12 Januari 2015. Pain is an unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage, or described in terms of such damage{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Derived from The need of a taxonomy.Pain.1979;6(3):247–8.doi:10.1016/0304-3959(79)90046-0.PMID 460931.
  2. The neurobiology of pain: Symposium of the Northern Neurobiology Group, held at Leeds on 18 April 1983. Manchester: Manchester University Press; 1984. ISBN 9780719009969. Cutaneous nociceptors. p. 106.
  3. The Handbook of Chronic Pain. Nova Biomedical Books; 2007. ISBN 9781600210440. Taxonomy and classification of pain.
  4. Debono, DJ; Hoeksema, LJ; Hobbs, RD (Agustus 2013). "Caring for Patients with Chronic Pain: Pearls and Pitfalls". Journal of the American Osteopathic Association. 113 (8): 620–627. doi:10.7556/jaoa.2013.023. PMID 23918913.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. What should be the core outcomes in chronic pain clinical trials?.Arthritis Research & Therapy.2004;6(4):151–4.doi:10.1186/ar1196.PMID 15225358.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pain.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan