Minggu, 18 Oktober 2026
19:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Idiopatik

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Idiopatik (bahasa Yunani:ἴδιος, idios, sendiri)+(bahasa Yunani:πάθος, pathos, derita) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi medis yang belum dapat terungkap jelas penyebabnya. Dalam praktik medis, diagnosis idiopatik umumnya ditegakkan setelah berbagai penyebab yang telah diketahui berhasil disingkirkan melalui pemeriksaan klinis dan diagnostik. Istilah idiopatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu idio- yang berarti "pribadi" atau "milik sendiri" dan -pathic atau -patheia yang berarti "perasaan" atau “penderitaan”. Secara etimologis, istilah ini mengacu pada penyakit yang tampak "muncul dengan sendirinya".[1]

Dalam banyak kasus, diagnosis idiopatik diberikan setelah seluruh penyebab yang diketahui telah disingkirkan. Namun, tingkat kedalaman pemeriksaan dapat berbeda-beda antarpenyedia layanan kesehatan. Hal ini menyebabkan adanya variasi dalam penetapan diagnosis idiopatik. Hingga kini belum ada teori tunggal yang diterima secara luas untuk menjelaskan penyakit idiopatik secara umum. Sejumlah hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan beberapa kondisi tertentu, tetapi belum terbukti secara konklusif. Apabila penyebab suatu kondisi akhirnya dapat dibuktikan, maka kondisi tersebut pada dasarnya tidak lagi disebut idiopatik.[1]

Referensi

  1. 1 2 "Idiopathic disease | History | Research Starters | EBSCO Research". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-16.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan