Minggu, 01 November 2026
15:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Demografi Belanda

Demografi Belanda

Bagikan:
Demografi Belanda
330px-Netherlands_2023_population_pyramid.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Piramida penduduk Belanda pada tahun 2023
Populasi18.000.000 (15 Agustus 2024) (ke-64)
Kepadatan424 per km² (ke-66)
Tingkat pertumbuhan0,29% (ke-189)
Tingkat kelahiran10,2 kelahiran/1.000 (2021)
Tingkat kematian9,5 kematian/1.000 (2021)
Harapan hidup81,6 tahun (ke-34)
 • laki-laki80,1 tahun
 • perempuan83,1 tahun
Tingkat kesuburan1,43 anak/perempuan (2023)
Struktur usia
0–14 tahun16,1%
15–64 tahun64,1%
65 dan lebih20,2%
Rasio jenis kelamin
Total0,98 laki-laki/perempuan
Saat lahir1,05 laki-laki/perempuan
Di bawah 151,05 laki-laki/perempuan
15–64 tahun1,02 laki-laki/perempuan
65 dan lebih0,75 laki-laki/perempuan
Kebangsaan
KebangsaanWarga negara Belanda
Etnis mayoritasBelanda (72,0%) atau Frisia (2,8%) (74,8%)
Etnis minoritas
Bahasa
ResmiBelanda, Frisia

Demografi Belanda adalah mengenai fitur dari kependudukan negara Belanda, termasuk kepadatan penduduk, etnis, tingkat pendidikan, kesehatan penduduk, status ekonomi, afiliasi keagamaan, dan aspek-aspek lain dari penduduk Belanda,

Jumlah penduduk

Belanda adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-69 di dunia. Per Januari 2023, Belanda memiliki populasi sebesar 17.821.419 jiwa.[1]

Antara tahun 1900 dan 1950, jumlah penduduk hampir dua kali lipat dari 5,14 juta menjadi 10,11 juta jiwa. Dari tahun 1950 hingga 2000, populasi meningkat dari 10,11 menjadi 15,92 juta jiwa, meningkat dalam proporsi yang lebih kecil tetapi tetap dalam laju yang mengesankan untuk negara Eropa, mencatat pertumbuhan 57,45% dalam rentang waktu 50 tahun.[2]

250px-Bevolking_geslacht_leeftijd_per_gemeente_1_januari_2023.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah penduduk per kota di Belanda pada 1 Januari 2023

Di antara negara yang memiliki setidaknya 7,5 juta penduduk, Belanda merupakan negara terpadat ke-4, dan peringkat ke-26 terpadat di dunia secara keseluruhan. Belanda adalah negara terpadat ke-5 di Eropa; empat pertama adalah negara mikro. Sebanyak 17.821.419 penduduk Belanda terkonsentrasi pada wilayah daratan seluas 33.895 km² (13.087 mil²). Ini berarti kepadatan penduduk mencapai 526/km² (1.360/mil²). Kepadatan 500 penduduk per km² dicapai pada paruh pertama tahun 2014.

Sebagai akibat dari karakteristik demografis ini, Belanda harus merencanakan penggunaan lahannya dengan ketat. Sejak 1946, Kementerian Perumahan, Perencanaan Ruang, dan Lingkungan telah menangani koordinasi nasional mengenai tata guna lahan. Karena kepadatan penduduknya yang tinggi, Belanda juga mereklamasi lahan dari laut melalui poldering. Antara tahun 1927 dan 1968, sebuah provinsi utuh bernama Flevoland dibangun. Per Mei 2023, provinsi tersebut dihuni 447.193 orang.[3] Berkat kebijakan tersebut, Belanda mampu menggabungkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dengan tingkat produksi pertanian yang sangat tinggi.

Meskipun Belanda sangat padat penduduk, negara ini tidak memiliki satu pun kotamadya dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta. Namun demikian, dua kotamadya terbesar di negara ini akan melampaui satu juta jika seluruh wilayah kota dihitung, termasuk kota-kota satelit di sekitarnya yang sering kali secara fisik terhubung dengan kotamadya inti. Selain itu, "empat kota besar" (Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht) dalam banyak hal dapat dianggap sebagai satu kawasan metropolitan, yaitu Randstad ("kota lingkar" atau "kota tepi") dengan lebih dari 7,5 juta penduduk yang mengelilingi "hati hijau" pertanian (Groene Hart).

Tingkat pertumbuhan

0,37% (perkiraan tahun 2021) Perbandingan Belanda dengan dunia: ke-168

Tingkat kelahiran dan kematian

Artikel utama: Penuaan Belanda
Piramida Penduduk Belanda
(dalam  % dari penduduk)
% Pria Usia Wanita %
0.36
 
85+
 
1.05
0.60
 
80-84
 
1.18
1.14
 
75-79
 
1.74
1.55
 
70-74
 
1.95
1.93
 
65-69
 
2.13
2.30
 
60-64
 
2.33
2.77
 
55-59
 
2.69
3.73
 
50-54
 
3.60
3.65
 
45-49
 
3.54
3.93
 
40-44
 
3.81
4.27
 
35-39
 
4.08
4.25
 
30-34
 
4.05
3.63
 
25-29
 
3.54
3.04
 
20-24
 
2.93
2.96
 
15-19
 
2.83
3.11
 
10-14
 
2.97
3.20
 
05-09
 
3.06
3.11
 
00-04
 
2.98
Data: International Data Base (2000)
Populasi historis
Tahun Jumlah
Pend.  
±%  
1900 5.104.000—    
1910 5.858.000+14.8%
1920 6.754.000+15.3%
1930 7.825.000+15.9%
1940 8.834.000+12.9%
1950 10.026.773+13.5%
1960 11.417.254+13.9%
1970 12.957.621+13.5%
1980 14.091.014+8.7%
1990 14.892.574+5.7%
2000 15.863.950+6.5%
2010 16.574.989+4.5%
2017 17.132.911+3.4%
Sumber: Statistik Belanda

Populasi Belanda adalah populasi menua. Lebih lanjut, tingkat harapan hidup meningkat karena perkembangan di bidang kedokteran, dan di samping itu, Belanda mengalami peningkatan imigrasi. Terlepas dari perkembangan ini, dikombinasikan dengan lonjakan populasi setelah Perang Dunia II, angka kelahiran yang rendah menyebabkan pertumbuhan populasi yang sangat rendah: tahun 2005 mencatat pertumbuhan populasi absolut terendah sejak tahun 1900.

Perkembangan demografi ini berdampak pada kebijakan layanan kesehatan dan jaminan sosial. Seiring bertambahnya usia penduduk Belanda, proporsi penduduk usia kerja, sebagai persentase dari keseluruhan populasi, menurun. Penasihat kebijakan penting seperti CBS (Badan Statistik) dan CPB (Badan Perencanaan) telah menunjukkan bahwa hal ini akan menimbulkan masalah dengan sistem pensiun hari tua yang ada: lebih sedikit orang yang akan bekerja untuk membayar pensiun hari tua, sementara akan lebih banyak orang yang menerima pensiun tersebut. Lebih lanjut, biaya layanan kesehatan juga diproyeksikan akan meningkat. Perkembangan ini telah mendorong beberapa kabinet, terutama kabinet Balkenende kedua, untuk mereformasi sistem layanan kesehatan dan jaminan sosial guna meningkatkan partisipasi di pasar tenaga kerja dan membuat masyarakat lebih sadar akan uang yang mereka belanjakan untuk layanan kesehatan.

Pada tahun 2003, angka kelahiran tahunan per seribu penduduk tertinggi berada di Provinsi Flevoland (15,9). Angka kesuburan total (TFR) seumur hidup secara keseluruhan tertinggi di Provinsi Flevoland (2,0) dan terendah di Provinsi Limburg (1,6). Kotamadya dengan TFR tertinggi adalah Urk (3,23), diikuti oleh Valkenburg (2,83), Graafstroom (2,79), dan Staphorst (2,76). TFR terendah tercatat di Vaals (1,11) dan Thorn (1,21).[4]

Jumlah penduduk pada 31 Desember 2006 adalah 16.356.914 jiwa. Kehilangan populasi akibat emigrasi neto adalah 35.502 jiwa (diperkirakan 40-50% emigran berasal dari etnis non-Belanda).

Pada tahun 2007, terdapat 117.000 imigran (termasuk 7.000 orang Jerman, 6.000 orang Polandia, 5.000 orang Bulgaria, 3.000 orang Turki, dan 2.000 orang Maroko) dan 123.000 emigran. Hampir separuh emigran adalah penduduk asli Belanda, diikuti oleh hampir 5.000 orang Polandia dan lebih dari 3.000 orang Jerman. Terdapat peningkatan yang nyata dalam imigrasi neto dari negara bekas Uni Soviet, Bulgaria, dan Rumania.[5]

Tingkat kematian tahunan terendah terdapat di kotamadya Valkenburg (2,9 per 1.000 penduduk), Zeewolde (3,2), Renswoude (3,4), Westervoort, dan Zeevang (keduanya 3,9). Angka kematian tahunan tertinggi tercatat di Warmond (22,3 per 1000), Laren (19,9), dan Doorn (18,8).[6]

Sebanyak 16,4% dari total kelahiran pada tahun 2003 berasal dari orang tua non-Eropa, meskipun mereka hanya mewakili 12,4% populasi dalam kelompok usia 25-34 tahun. Sebagai contoh, 3,8% kelahiran berasal dari etnis Maroko, meskipun mereka hanya mewakili 2,26% dari kelompok usia 25-34 tahun. Angka masing-masing adalah 3,27% dan 3,0% untuk etnis Turki. Angka kematian dini (TFR) untuk etnis Maroko pada tahun 2003 adalah 3,3, sementara TFR umum adalah 1,73. TFR adalah 2,3 untuk etnis Turki, 1,7 untuk etnis Suriname, 1,8 untuk etnis Aruba, 3,0 untuk etnis Afrika, dan 1,8 untuk etnis Amerika.[7] (Angka-angka ini sebanding dengan angka sekitar 2,1 yang dibutuhkan untuk mempertahankan angka populasi keseluruhan yang stabil.)

Menurut Statistik Belanda, pada tahun 2007, TFR untuk mereka yang lahir di Belanda adalah 1,72[8] (1,65 pada tahun 2000). TFR imigran Maroko adalah 2,87 (3,22 pada tahun 2000) dan imigran Turki adalah 1,88 (2,18 pada tahun 2000).[9]

Tingkat kesuburan total adalah rata-rata jumlah anak yang lahir per tahun per perempuan selama masa hidupnya. Angka ini didasarkan pada data yang cukup akurat untuk keseluruhan periode tersebut. Sumber: Our World In Data dan Gapminder Foundation.[10]

Kelompok migrasi dan asal

Antara tahun 1590 dan 1800, perkiraan proporsi penduduk kelahiran luar negeri secara konsisten berada di atas 5%.[11]

Menurut Eurostat, pada tahun 2010 terdapat 1.800.000 penduduk kelahiran luar negeri di Belanda, setara dengan 11,1% dari total populasi. Dari jumlah tersebut, 1.400.000 (8,5%) lahir di luar Uni Eropa (termasuk dari bekas koloni Belanda) dan 428.000 (2,6%) lahir di negara anggota Uni Eropa lainnya. Negara asal kelahiran yang paling umum adalah: Belgia, Jerman, Polandia, dan Britania Raya.[12] Pada 1 Januari 2016, 26,2% orang berusia 0–50 tahun memiliki setidaknya satu orang tua yang lahir di negara asing. Sebanyak 11,4% orang berusia 0–50 tahun dengan "latar belakang Belanda" termasuk dalam "generasi ketiga", mayoritas merupakan keturunan imigran Barat. Generasi ketiga adalah orang-orang yang lahir dari dua imigran generasi kedua atau dari satu imigran generasi kedua dan satu orang dengan latar belakang Belanda. Imigran generasi pertama dan kedua serta generasi ketiga membentuk 34,5% dari populasi usia 0–50 tahun.[13]

Sebagai hasil dari imigrasi dari luar negeri, Belanda memiliki minoritas non-pribumi dalam jumlah besar. Tingkat emigrasi juga cukup tinggi, sebagian besar terdiri dari mantan imigran. Pada tahun 2005, sekitar 121.000 orang meninggalkan negara tersebut, sementara 94.000 masuk. Dari total 101.150 orang yang berimigrasi ke Belanda pada tahun 2006, 66.658 berasal dari Eropa, Oseania, Amerika atau Jepang, dan 34.492 berasal dari negara lain (kebanyakan negara berkembang). Dari total 132.470 emigran, 94.834 pergi ke Eropa, Oseania, Amerika atau Jepang dan 37.636 ke negara lainnya.[14]

Sejumlah besar[11] imigran berasal dari negara-negara Eropa Barat, terutama dari negara tetangga seperti Jerman dan Belgia. Terdapat lima gelombang imigrasi ke Belanda dalam sejarah terbaru.

  1. Pada akhir 1940-an hingga 1950-an, setelah berakhirnya Perang Dunia II, orang-orang dari Republik Indonesia yang baru merdeka melakukan repatriasi atau emigrasi ke Belanda – terutama orang Indo-Eropa (orang-orang berdarah campuran Eropa dan Indonesia yang berkewarganegaraan Belanda) dan para pendukung Republik Maluku Selatan.
  2. Antara tahun 1960 dan 1974, para migran dari Yunani, Portugal, Spanyol, Turki, dan Maroko datang untuk bekerja di Belanda sebagai tenaga kerja asing. Mereka diharapkan untuk kembali ke negara asal mereka dan banyak yang melakukannya, tetapi lainnya tetap tinggal dan pada tahun 1970-an dan 1980-an bergabung dengan keluarga mereka. Hingga tahun 2004, ketika imigrasi melalui pernikahan dibatasi, anak-anak mereka biasanya menikah dengan orang-orang dari negara asal mereka.[butuh rujukan]
  3. Setelah tahun 1974, terjadi emigrasi dari Suriname yang baru merdeka dan dari Antillen Belanda, yang tetap menjadi bagian dari Kerajaan Belanda. Pada tahun 1974, sekitar empat puluh ribu orang Suriname bermigrasi sambil tetap mempertahankan kewarganegaraan Belanda; antara 1975 dan 1980 terdapat pengaturan transisi yang mengizinkan migrasi. Warga Antillen memiliki kewarganegaraan Belanda dan berperilaku seperti migran pekerja pada umumnya, bepergian ke dan dari negara tersebut sesuai dengan ketersediaan pekerjaan.
  4. Selama tahun 1970-an dan 1980-an, jumlah pencari suaka cukup rendah, misalnya terdiri dari orang Chili yang melarikan diri dari penindasan politik dan/atau penganiayaan. Pada tahun 1990-an, migrasi suaka meningkat tajam,[15] sebagian besar adalah orang Yugoslavia, Somali, Irak, Iran, Etiopia, Eritrea, Afganistan, dan Vietnam yang melarikan diri dari perang atau kelaparan.[16] Antara tahun 2000 dan 2014, migrasi suaka menurun drastis karena diberlakukannya "Hukum Cohen" yang ketat. Namun, Perang Saudara Suriah sejak tahun 2011 menyebabkan masuknya sejumlah besar pencari suaka Suriah pada tahun 2015 dan 2016; sekitar 90.000 warga Suriah telah diberikan suaka pada tahun 2018.
  5. Sejak tahun 2000-an, pekerja migran dan keluarga mereka dari negara-negara anggota Uni Eropa baru di Eropa Tengah dan Timur, termasuk: Polandia, dan Bulgaria, serta negara non-Uni Eropa, Ukraina dan bekas Yugoslavia.[butuh rujukan] Selain itu, sejumlah warga Spanyol, Yunani, Italia, dan Portugal juga bermigrasi akibat dampak Resesi Besar di negara-negara tersebut. Pada tahun 2005, populasi etnis non-Barat berjumlah 1,7 juta individu, sekitar 10% dari populasi Belanda.[17]

Imigrasi ilegal ke Belanda mengakibatkan deportasi otomatis[18] tetapi hal ini sering kali tidak ditegakkan karena berbagai alasan seperti asal negara yang tidak diketahui, dan sebagainya. Banyak provinsi di Belanda pada tahun 2012 memiliki kuota untuk mendeportasi imigran ilegal.[19][20][21][22]

Pada tahun 2017, orang dengan latar belakang migrasi, baik Barat maupun non-Barat, menjadi mayoritas di Amsterdam (2011), Rotterdam (2013) dan Den Haag, tiga kota terbesar di Belanda.[23]

Pada tahun 2005, Sociaal en Cultureel Planbureau dalam laporan tahunannya mencatat masalah integrasi yang berulang bagi kelompok etnis minoritas. Meskipun selama booming ekonomi 1990-an tingkat pengangguran dan ketergantungan mereka pada bantuan sosial menurun drastis, penurunan ekonomi antara 2001 dan 2004 memengaruhi kelompok imigran secara tidak proporsional. Hal ini dijelaskan oleh peran mereka sebagai cadangan tenaga kerja, tingkat pendidikan yang lebih rendah dan kemampuan bahasa yang lebih rendah. Laporan juga mencatat bahwa interaksi sosial per kapita antara pribumi Belanda dan populasi imigran cenderung menurun seiring waktu, sebagian dapat dijelaskan oleh pertumbuhan ukuran kelompok imigran. Tingkat integrasi sangat bervariasi antara kelompok. Orang Suriname dan Antillen terintegrasi dengan baik secara ekonomi, namun yang terakhir kurang terintegrasi secara budaya. Tingkat integrasi budaya orang Turki terbatas, tetapi lebih baik bagi warga Maroko. Di antara pencari suaka, orang Somalia termasuk yang paling tidak terintegrasi dalam masyarakat Belanda, sementara warga Iran merupakan yang paling terintegrasi dengan tingkat pendidikan tertinggi dan gaya hidup modern. Meskipun tingkat pendidikan generasi kedua mengalami peningkatan signifikan dibandingkan generasi pertama, mereka masih tertinggal di belakang warga Belanda yang rata-rata bersekolah di tingkat yang semakin tinggi. Sementara setengah dari seluruh siswa Belanda pribumi pada 2005 melanjutkan ke pendidikan menengah atas (HAVO dan VWO), bagi orang Turki dan Maroko jumlahnya hanya seperlima dan bagi siswa Somalia bahkan lebih rendah.[17]

Pada tahun 2007, kelompok non-Barat umumnya kurang beruntung secara sosial-ekonomi. Dari empat kelompok non-Barat terbesar, orang Turki dan Maroko adalah yang paling kurang beruntung. Pada tahun 2006, hanya 38,7% orang Maroko dan 43,9% orang Turki berusia 15–64 tahun yang bekerja, artinya tingkat pengangguran mereka sekitar empat kali lipat lebih besar dari warga Belanda (17,2% untuk Maroko dan 15,1% untuk Turki), dan 30% menerima bantuan sosial.[11] Krisis keuangan 2008 dan krisis kawasan euro berdampak sangat besar pada kelompok imigran. Pada tahun 2012, sebesar 12% imigran non-Barat enam kali lebih mungkin menerima tunjangan kesejahteraan dibanding warga Belanda pribumi, yaitu 2%.[24]

330px-2017_Immigrants_to_Netherlands_low-income_households.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proporsi rumah tangga berpendapatan rendah dari warga dengan latar belakang negara Barat dan non-Barat serta sumber pendapatannya. Data bersumber dari Statistik Belanda.[25]

Menurut laporan Statistik Belanda tahun 2010, generasi ketiga imigran non-Barat sebagian besar berusia muda dengan 80% berusia di bawah 15 tahun, sementara tumbuh sebesar 10% setiap tahun. Generasi ketiga memiliki tingkat pekerjaan yang serupa dengan warga Belanda pribumi dan menerima jumlah tunjangan sosial yang serupa. Generasi ketiga non-Barat mengikuti pendidikan orang dewasa lebih sering daripada baik warga Belanda pribumi maupun imigran non-Barat. Populasi imigran non-Barat secara keseluruhan memiliki ketergantungan tunjangan 1,5 hingga 2 kali lebih tinggi dibanding warga pribumi. Generasi ketiga imigran non-Barat memiliki tingkat kejahatan lebih tinggi daripada warga asli Belanda, tetapi lebih rendah dibanding populasi imigran non-Barat secara keseluruhan.[26][27]

Menurut Statistik Belanda, hampir 53% rumah tangga pengungsi memiliki pendapatan rendah, enam kali rata-rata Belanda (8,2%).[25] Untuk rumah tangga Suriah dan Eritrea, angkanya sekitar 80%. Pada 33%, risiko kemiskinan paling rendah di antara rumah tangga pengungsi Iran. Kelompok rumah tangga Suriah yang berisiko kemiskinan tumbuh dari sepuluh ribu (76% dari semua rumah tangga Suriah pada 2016) menjadi delapan belas ribu (79% dari semua rumah tangga Suriah) pada 2018. Imigran asal Polandia, Rumania, atau Bulgaria memiliki risiko kemiskinan lebih tinggi dari rata-rata, meskipun imigran dari negara-negara Eropa Timur umumnya bergantung pada pekerjaan untuk pendapatan mereka. Pekerja migran dari Eropa Timur umumnya melakukan pekerjaan berkeahlian rendah sementara migran dari Eropa Barat sering kali berpendidikan tinggi.[25]

Imigran dari negara asing dibagi menjadi beberapa kelompok etnis. Misalnya, terdapat warga Rusia dan Chechnya dari Rusia, Turki dan Kurdi dari Turki, Serbia dan Albania dari Serbia, dan imigran dari Iran terbagi menjadi Persia, Azeri dan Kurdi.[28]

Asal-usul

330px-Population_of_the_Netherlands_by_Country_of_Birth.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penduduk Belanda menurut tempat kelahiran

Per 1 Januari 2022, terdapat 4.438.900 warga yang berasal dari latar belakang non-Belanda/Frisia. Mayoritas dari mereka (50,86%) berasal hanya dari tujuh latar belakang berikut: Turki (termasuk Kurdi), Maroko (termasuk Berber), Suriname, Indonesia (termasuk Maluku), Jerman, Polandia, dan Curaçao.[29]

Dengan perluasan besar-besaran Uni Eropa selama tahun 2000-an, Belanda telah mengalami peningkatan jumlah imigran yang datang dari negara-negara anggota baru. Pekerja migran dari negara-negara ini diperkirakan berjumlah sekitar 100.000 pada tahun 2007.[30] Imigran legal dari negara Uni Eropa baru meningkat dua kali lipat antara tahun 2007–11 menjadi 200.000,[31] dengan perkiraan mencapai total hingga 300.000. Dari orang Polandia yang awalnya pindah ke Belanda pada tahun 2004, sekitar seperempat telah kembali ke Polandia pada tahun 2006.[32] Selain itu, sejumlah besar warga Suriah pindah ke Belanda pada tahun 2010-an terutama sebagai pengungsi, dengan populasi meningkat tujuh kali lipat antara tahun 2014 dan 2019. Baik warga Polandia maupun Suriah telah melampaui jumlah populasi Antillen selama dekade tersebut.[29] Lebih dari 36.000 suku Romani tinggal di Belanda.[33] Romani Belanda, Sinti, dan Yahudi Belanda hampir musnah akibat Holokaus.[34][35] Namun, populasi Yahudi di Belanda telah mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.[36]

Hingga1 Januari 2017[update]:[37]

Negara Asal 2017 2016 2015 2014 2013 2012 2010 2009
Belanda (& Frisia) 13 218 754 (77.39%) 13 226 829 (77.90%) 13 235 405 (78.31%) 13 234 545 (78.64%) 13 236 494 (78.89%) 13 236 618 (79.12%) 13 215 458 (79.72%) 13 196 916 (80.05%)
Turki (& Orang Kurdis) 400 367 (2.34%) 397 471 (2.34%) 396 555 (2.35%) 396 414 (2.36%) 392 923 (2.34%) 392 923 (2.35%) 384 164 (2.32%) 378 400 (2.30%)
Maroko (& Berber) 391 088 (2.29%) 385 761 (2.27%) 380 755 (2.25%) 374 996 (2.23%) 368 838 (2.20%) 362 954 (2.17%) 349 270 (2.11%) 341 640 (2.07%)
Indonesia (& Molukas) 364 328 (2.13%) 366 849 (2.16%) 369 661 (2.19%) 372 233 (2.21%) 374 847 (2.23%) 377 618 (2.26%) 382 319 (2.31%) 384 553 (2.33%)
Jerman 356 875 (2.09%) 360 116 (2.12%) 364 125 (2.15%) 368 512 (2.19%) ? ? 379 017 (2.29%) 379 518 (2.30%)
Suriname 349 978 (2.05%) 349 022 (2.06%) 348 662 (2.06%) 348 291 (2.07%) 344 734 (2.05%) 344 734 (2.06%) 342 016 (2.06%) 338 519 (2.05%)
Polandia 161 158 (0.94%) 149 831 (0.88%) 137 794 (0.82%) 123 003 (0.73%) 111 121 (0.66%) 100 775 (0.60%) 77 178 (0.47%) 68 844 (0.42%)
Karibia 153 469 (0.90%) 150 981 (0.89%) 148 926 (0.88%) 146 855 (0.87%) 145 499 (0.87%) 143 992 (0.86%) 138 113 (0.83%) 134 486 (0.82%)
Belgia 117 495 (0.69%) 116 389 (0.69%) 115 687 (0.68%) ? ? ? ? 112 529 (0.68%)
Inggris 86 293 (0.51%) 84 466 (0.50%) 82 879 (0.49%) ? ? ? ? 77 733 (0.47%)
Bekas Yugoslavia 85 504 (0.50%) 84 243 (0.50%) 83 261 (0.49%) ? ? ? ? 77 995 (0.47%)
Bekas Uni Soviet 84 498 (0.49%) 80 013 (0.47%) 76 102 (0.45%) ? ? ? ? 52 563 (0.32%)
Syria 72 903 (0.43%) 43 838 (0.26%) 22 568 (0.13%) 13 744 (0.08%) 11 665 (0.07%) 11 025 (0.07%) 10 263 (0.06%) 9 976 (0.06%)
China 71 229 (0.42%) 68 697 (0.40%) 66 088 (0.39%) ? ? ? ? 50 681 (0.31%)
Irak 59 497 (0.32%) 56 269 (0.33%) ? ? ? ? ? 49 234 (0.30%)
Italia 50 925 (0.30%) 48 366 (0.28%) ? ? ? ? ? ?
Afghanistan 46 701 (0.27%) 44 339 (0.26%) ? ? ? ? ? 37 739 (0.23%)
Prancis 43 836 (0.26%) 42 070 (0.25%) ? ? ? ? ? ?
Spanyol 42 926 (0.25%) 41 572 (0.24%) ? ? ? ? ? ?
Somalia 39 457 (0.23%) 39 465 (0.23%) ? ? ? ? ? 21 753 (0.13%)
America 40 022 (0.23%) 38 494 (0.23%) ? ? ? ? ? ?
Iran (Persia) 40 893 (0.24%) 38 458 (0.23%) ? ? ? ? ? 30 617 (0.19%)
India 36 818 (0.22%) 32 682 (0.19%) ? ? ? ? ? ?
Bulgaria 27 729 (0.16%) 25 520 (0.15%) ? ? ? ? ? ?
Portugal 25 637 (0.15%) 24 930 (0.15%) ? ? ? ? ? ?
Rumania 25 551 (0.15%) 23 020 (0.14%) ? ? ? ? ? ?
Brazil 24 725 (0.14%) 23 675 (0.14%) ? ? ? ? ? ?
Mesir 23 956 (0.14%) 23 198 (0.14%) ? ? ? ? ? ?
Ghana 23 430 (0.14%) 23 168 (0.14%) ? ? ? ? ? ?
Hungaria 22 870 (0.13%) 22 080 (0.13%) ? ? ? ? ? ?
Cape Verde 22 285 (0.13%) 22 157 (0.13%) ? ? ? ? ? ?
Yunani 22 141 (0.13%) 20 769 (0.12%) ? ? ? ? ? ?
Pakistan 22 137 (0.13%) 21 447 (0.13%) ? ? ? ? ? 18 636 (0.11%)
Vietnam 22 023 (0.13%) 21 435 (0.13%) ? ? ? ? ? 18 913 (0.11%)
Filipina 20 937 (0.12%) 20 073 (0.12%) ? ? ? ? ? ?
Africa Selatan 20 859 (0.12%) 19 877 (0.12%) ? ? ? ? ? ?
Thailand 20 106 (0.12%) 19 513 (0.11%) ? ? ? ? ? ?
Ethiopia 19 528 (0.11%) 16 347 (0.10%) ? ? ? ? ? ?
Hongkong 18 357 (0.11%) 18 300 (0.11%) ? ? ? ? ? ?
Colombia 16 607 (0.10%) 15 892 (0.09%) ? ? ? ? ? ?
Australia 16 597 (0.10%) 16 127 (0.09%) ? ? ? ? ? ?
Kanada 15 944 (0.09%) 15 625 (0.09%) ? ? ? ? ? ?
Austria 15 777 (0.09%) 15 674 (0.09%) ? ? ? ? ? ?
Sub-Sahara Africa 97 026 (0.57%) 91 797 (0.54%) ? ? ? ? ? ?
Europa Lainnya 68 592 (0.40%) 65 849 (0.39%) ? ? ? ? ? ?
Rest of Americas (Except Caribbean) 47 048 (0.28%) 45 256 (0.27%) ? ? ? ? ? ?
Africa Utara dan Timur Tengah 46 231 (0.27%) 44 059 (0.26%) ? ? ? ? ? ?
Asia Timur dan Asia Tenggara 34 562 (0.20%) 33 473 (0.20%) ? ? ? ? ? ?
Caribbia 21 514 (0.13%) 20 956 (0.12%) ? ? ? ? ? ?
Asia Selatan 17 448 (0.10%) 16 762 (0.10%) ? ? ? ? ? ?
Oceania 6 062 (0.04%) 5 916 (0.03%) ? ? ? ? ? ?
Lainnya 1 094 826 (6,48%) 1 587 433 (9,43%) 1 437 462 (8,57%) 1 437 462 (8,59%) 1 387 255 (8,37%) 715 055 (4,34%)
Total 17 081 507 16 979 120 16 900 726 16 829 289 16 779 575 16 730 348 16 577 612 16 486 587
Seluruh Dunia 2017 2016
Belanda 13 218 754 (77.39%) 13 226 829 (77.90%)
Eropa (Kecuali Belanda) 1 237 807 (7.25%) 1 204 908 (7.10%)
Afrika Utara dan Timur Tengah 1 081 636 (6.33%) 1 033 393 (6.09%)
Asia Timur dan Asia Tenggara 551 542 (3.23%) 548 340 (3.23%)
Caribbia dan Suriname 524 961 (3.07%) 520 959 (3.07%)
Sub-Saharan Afrika 222 585 (1.30%) 212 811 (1.25%)
Amerika (Kecuali Caribbia dan Suriname) 144 346 (0.85%) 138 942 (0.82%)
Asia Selatan 76 403 (0.45%) 70 891 (0.42%)
Oceania 22 659 (0.13%) 22 043 (0.13%)
Imigran dan warga negara dengan latar belakang migran di Belanda
Kebangsaan Populasi (2022)[38]
 Turki 429.978
 Maroko 419.272
 Suriname 359.814
 Indonesia 349.301
Uni Eropa Jerman 342.925
Uni Eropa Polandia 220.980
 Suriah 126.260
Uni Eropa Belgia 123.136
 Britania Raya 97.844
 Tiongkok 84.453
 Irak 67.757
 India 65.399
Uni Eropa Italia 55.001
 Afganistan 54.991
Uni Eropa Spanyol 54.269
Uni Eropa Prancis 52.389
 Iran 52.099
Uni Eropa Bulgaria 50.305
 Amerika Serikat 49.246
Uni Eropa Rumania 48.563
 Somalia 41.064
 Bosnia dan Herzegovina 39.265
 Brasil 38.125
 Afrika Selatan 31.693
Uni Eropa Yunani 31.480
Uni Eropa Portugal 31.306
 Mesir 29.483
 Etiopia 28.635
Uni Eropa Hungaria 28.210
 Pakistan 27.261
 Ghana 26.694
 Filipina 26.658
 Tanjung Verde 23.150
 Thailand 23.390
 Kolombia 21.853
 Hong Kong 18.363
 Australia 17.722
 Kanada 17.266
Uni Eropa Austria 16.216

Emigrasi

Belanda telah mengalami tingkat emigrasi yang cukup besar. Pada tahun 1950-an dan awal 1960-an, sebanyak 560.000 orang bermigrasi ke Kanada, Australia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Selandia Baru, sebagai respons terhadap tingkat upah yang rendah serta program pemerintah yang bertujuan mengurangi persepsi kelebihan populasi. Setidaknya 60.000 dari para migran ini merupakan orang Indo-Eropa (keturunan campuran Belanda-Indonesia) yang kemudian melanjutkan perpindahan, terutama ke Amerika Serikat, atau kembali ke Indonesia setelah dipulangkan ke Belanda dari bekas Hindia Belanda selama dan setelah Revolusi Nasional Indonesia. Kebijakan emigrasi resmi yang dikombinasikan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada awal 1950-an menyebabkan kekurangan tenaga kerja yang serius.

Pada tahun 2005, sekitar 121.000 orang bermigrasi dari Belanda. Terdapat migrasi dalam jumlah signifikan menuju negara-negara tetangga seperti Belgia, Jerman, dan Britania Raya, serta ke Antillen Belanda. Selain itu, hampir setengah dari emigrasi saat ini terdiri dari orang-orang yang kembali ke negara kelahirannya, termasuk pencari suaka yang ditolak, setelah diterapkannya undang-undang migrasi yang lebih ketat.

Agama

Artikel utama: Agama di Belanda

Pada tahun 2013, Statistik Belanda menemukan bahwa 26% populasi diidentifikasi sebagai Katolik Roma, 16% sebagai Protestan, 5% beragama Muslim, dan 6% "lain" (yang terakhir mencakup denominasi Kristen lainnya, Hindu 0,6% Yahudi 0,1%, dan Buddha 0,4%). Badan tersebut mewawancarai 355.237 orang pada periode 2010-2013. [39]

Agama di Belanda (2020) oleh Statista[40]

  Tanpa agama (55%)
  Katolik Roma (20%)
  Protestan (14%)
  Islam (5%)
  Lainnya (5%)

Menurut catatan CIA World Factbook,[41] hingga2006[update] penganut beragama dari Belanda adalah 24% Katolik Roma (pada tahun 2011), 13% Reformed Belanda, 7% Calvinis, 5,5% Muslim, 5,8% lainnya dan 41% Tidak beragama, menurut sebuah survei[42] yang dilakukan pada tahun 2006, 25% orang Belanda beragama Kristen (dengan sekitar 5,5% menghadiri kebaktian gereja satu atau beberapa kali per bulan), 5% mematuhi agama terorganisasi lainnya (Yahudi, Islam, Hinduisme dll.), 26% adalah 'spiritual tak terbatas' (keyakinan spiritual individu, agnostik, dll.), 26% adalah humanis non-religius (moderat) dan 18% sisanya adalah non-religius non- budayawan.

Agama 2010 2020
Tidak beragama 45% 55%
Kristen 45% 34%
Katolik Roma 27% 20%
Protestan Belanda 18% 14%
Muslim 5% 5%
Lainnya 5% 5%

Bahasa

Artikel utama: Bahasa di Belanda

Bahasa utamanya adalah Belanda, sedangkan bahasa Frisia Barat (dikenal sebagai Frisian Barat di luar Belanda) juga merupakan bahasa yang diakui di provinsi Fryslân dan digunakan oleh pemerintah dan sekolah di sana. Beberapa dialek Sachsen Hilir (Nedersaksisch) banyak dituturkan di wilayah utara dan timur dan diakui oleh Belanda sebagai bahasa daerah sesuai Piagam Eropa untuk Bahasa Daerah atau Minoritas. Dialek Belanda lain yang diberi status bahasa regional adalah Limburgs, yang diucapkan di Provinsi Limburg di tenggara Belanda. Bahasa imigran utama di Belanda adalah Indonesia, Turki, Arab, Berber, Papiamento, Jerman, dan Polandia.

Catatan dan Referensi

  1. ↑ Netherlands, Statistics. "Population counter". Statistics Netherlands (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-03.
  2. ↑ CBS Statline - Population; history. Statistics Netherlands. Retrieved on 2009-03-08.
  3. ↑ "CBS Statline". opendata.cbs.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-12-03.
  4. ↑ "CBS - Largest families in Urk - Web magazine". www.cbs.nl (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-03.
  5. ↑ "CBS - Population growth 46 thousand in 2007 - Press release". www.cbs.nl (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-03.
  6. ↑ https://www.cbs.nl/nl-NL/menu/publicaties/periodieken/bevolkingstrends/archief/2003/2003-k3-b15-pub.htm
  7. ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 30 Juni 2007. Diakses tanggal 30 Juni 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  8. ↑ "Bevolkingsprognose 2007–2014: tijdelijk hogere groei" (PDF). Cbs.nl. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 5 Oktober 2017.
  9. ↑ Westoff, Charles F.; Frejka, Tomas. "Fertility and Religiousness Among European Muslims". Diarsipkan dari asli tanggal 28 Juni 2007. Diakses tanggal 5 Oktober 2017.
  10. ↑ "Children born per woman". Our World in Data. Diakses tanggal 2025-12-03.
  11. 1 2 3 "Focus migration - country profile - Netherlands". focus-migration.hwwi.de. Hamburgisches WeltWirtschaftsinstitut (HWWI). November 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 30 April 2017. Diakses tanggal 6 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ VASILEVA, Katya. "6.5% of the EU population are foreigners and 9.4% are born abroad (34/2011)" (PDF). Eurostat. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-01-28.
  13. ↑ Centraal Bureau voor de Statistiek, [Wie zijn de derde generatie?. https://www.cbs.nl/nl-nl/nieuws/2016/47/wie-zijn-de-derde-generatie-] Centraal Bureau voor de Statistiek.
  14. ↑ "CBS StatLine - External migration; sex, age (31 dec), marital status and country of birth". cbs.nl.
  15. ↑ "Substantial increase asylum seekers". cbs.nl. 29 Januari 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 7 April 2017. Diakses tanggal 6 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Nieuwe etnische groepen in Nederland. Een onderzoek onder vluchtelingen en statushouders uit Afghanistan, Iran, Ethiopië, Eritrea, Somalië en Vietnam.
  17. 1 2 "Jaarrapport Integratie 2005 - SCP Summary". www.scp.nl (dalam bahasa Belanda). hlm. 1–3. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-16. Diakses tanggal 2018-09-15.
  18. ↑ "Dutch float 'migrant prison' scheme". BBC. Diakses tanggal 2012-05-05.
  19. ↑ "Anti-immigrant website fans flames in the Netherlands". Vancouver Sun. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-29. Diakses tanggal 2012-05-05.
  20. ↑ "Dutch Police to Scan Fingerprints in Checks for Illegal Immigrants". Voice of America. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Januari 2013. Diakses tanggal 2012-05-05.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Government gets tougher with illegal immigrants". Radio Netherlands. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-28. Diakses tanggal 2012-05-05.
  22. ↑ "Clash over illegal alien arrest quota". Radio Netherlands. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-01. Diakses tanggal 2012-05-05.
  23. ↑ Statistiek, Centraal Bureau voor de. "CBS". Centraal Bureau voor de Statistiek (dalam bahasa Netherlands Dutch). Diakses tanggal 2018-09-17.
  24. ↑ "Annual Integration Report 2013 Summary". www.scp.nl (dalam bahasa Inggris). SCP. hlm. 191. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-16. Diakses tanggal 2018-09-16.
  25. 1 2 3 Netherlands, Statistics (12 November 2018). "Half of refugee households at risk of poverty". Statistics Netherlands (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2018-11-18.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ Steven de Jong, "PVV-plan is prachtig. Derde generatie kan imago ‘allochtoon’ opkrikken", NRC Handelsblad, 29 June 2011
  27. ↑ "Verkenning niet-westerse derde generatie" (PDF). Papers van het Centrum voor Beleidsstatistiek. Den Haag: Centraal Bureau voor de Statistiek: 5 / Samenvattning. 2010. ISSN 1877-3028. Diarsipkan dari asli tanggal 16 November 2010.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Netherlands, Statistics (2 Juni 2023). "CBS". Statistics Netherlands.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. 1 2 "CBS StatLine - Bevolking; generatie, geslacht, leeftijd en herkomstgroepering, 1 januari". Statline.cbs.nl. Diakses tanggal 5 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "Donner: 100.000 Oost-Europeanen werken in Nederland". Volkskrant.nl. 2007-11-25. Diakses tanggal 2007-11-25.
  31. ↑ "Aantal Midden- en Oost-Europeanen in vijf jaar tijd verdubbeld". CBS. 2011-07-25. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 2011-11-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Immigratie Oost-Europeanen blijft hoog". CBS. 2007-11-28. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 2007-11-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ "Roma and Travelers in Netherlands fear for their culture". 15 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ Rutland, Suzanne D. (2001). "A Reassessment of the Dutch Record during the Holocaust". Remembering for the Future. hlm. 527–542. doi:10.1007/978-1-349-66019-3_34. ISBN 978-0-333-80486-5.
  35. ↑ "Netherlands | IHRA".
  36. ↑ "Institute for Jewish Policy Research: Netherlands".
  37. ↑ "CBS StatLine - Bevolking; generatie, geslacht, leeftijd en herkomstgroepering, 1 januari". Statline.cbs.nl. Diakses tanggal 5 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ "CBS Statline". opendata.cbs.nl.
  39. ↑ Schmeets, Hans (2014). De religieuze kaart van Nederland, 2010-2013 (PDF). Centraal Bureau voor de Statistiek. hlm. 4. Diakses tanggal 23 April 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ https://www.statista.com/statistics/527782/population-of-the-netherlands-by-religion/
  41. ↑ "The World Factbook". cia.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-21. Diakses tanggal 2017-12-16.
  42. ↑ Religie is niet weg, maar anders[pranala nonaktif permanen], Motivaction, 20 December 2006

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Demographics of the Netherlands.
Topik Belanda 
Bagian dari Kerajaan Belanda
Sejarah
Geografi
Politik
Ekonomi
Transportasi
Kebudayaan
Negara
berdaulat
Eropa Utara
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Eropa Selatan
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Asia, tergantung definisi perbatasan. 2 Negara lintas benua.
40px-Netherlands_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan