Senin, 21 September 2026
22:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Orang Berber

Orang Berber

kelompok etnik yang berasal dari Afrika Utara

"Berber" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Berber (disambiguasi).
250px-Femme_Amazigh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Femme Amazigh (Kabily Amazigh Berber)

Orang Berber atau bangsa Berber adalah etnis asli dari daerah Afrika Utara timur Lembah Nil. Mereka tersebar dari Samudra Atlantik hingga oasis Siwa, di Mesir dan dari Laut Mediterania hingga Sungai Niger. Mereka menggunakan berbagai bahasa Berber, yang merupakan cabang dari bahasa Afro-Asia.

Berber / Amazigh
ⵉⵎⴰⵣⵉⵖⵏ ⵎⵣⵗⵏ Imaziɣen
250px-Berber_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera yang mewakilkan etnis Berber dengan huruf Tifinagh yaz di tengahnya
Jumlah populasi
antara 25[1][2] hingga 36 juta[3] atau 38 juta[4] atau 50 juta[5]
Daerah dengan populasi signifikan
 Marokodari ≈ 13 juta[2] ke ≈ 20 juta[6][7][8][9] atau 27,078,593[10]
 Aljazairdari 9[2] ke ≈ 13 juta[8][11] atau 32,320,000[12]
 Prancislebih dari 2 juta[13]
 Niger1,620,000[14]
 Mali850,000[15]
 Libya>3,850,000[16]
 Mauritania114,000[17]
 Tunisia110,000[18] atau >6,589,652[19]
 Burkina Faso50,000[20]
 Mesir34,000[21] atau 1,826,580[22]
 Kanada25,885[23]
 Israel3,500[24]
Bahasa
bahasa Berber (Tamazight) dan bahasa Arab
Agama
Mayoritas Islam (Sunni, Ibadi)
Minoritas tidak beragama, Kristen[25][26]
Kelompok etnik terkait
orang Afro-Asiatik lain[27][28][29][30][31][32][33]

Banyak orang Berber yang menyebut mereka sendiri dengan kata Imazighen (tunggal Amazigh), berarti "orang merdeka".[34][35] Hal ini cukup umum di Maroko, tetapi di daerah lain digunakan istilah lokal yang lebih khusus seperti Kabyle atau Chaoui.[36] Bangsa Berber disebutkan dengan berbagai istilah dalam sejarah, yaitu Bangsa Libya oleh bangsa Yunani kuno,[37] Bangsa Numidia dan Bangsa Mauri oleh orang Romawi, serta orang Moor oleh Eropa pertengahan. Istilah "Barbar" sendiri berasal dari bahasa Arab, tetapi etimologi-nya belum diketahui secara mendalam.

Etimologi

Nama "Berber" diserap dari bahasa Yunani: βάρβαρος (barbaros) yang berarti "barbar", sebelumnya merupakan gelar penduduk Kekaisaran Romawi terhadap bangsa Jermanik yang dianggap musuh utama mereka selain bangsa tetangga Celtic, Iberia, Galia, Goth dan Thracia yang berada di sekeliling wilayah tersebut.

Banyak orang dalam kelompok etnis di Maroko ini menyebut diri mereka sebagai Imazighen (bentuk tunggal: Amazigh), yang berarti "orang merdeka".[34][35][38]

Diaspora

Orang berber membentuk komunitas di Mauritania[39] dekat ibukota kekaisaran Mali, Timbuktu.[40] Berdasarkan perkiraan pada tahun 2004, ada sekitar 2,2 juta imigran Berber di Eropa, terutama suku Riffia di Belgia, Belanda dan Prancis keturunan Kabyle dan Chaouis dari Aljazair.[41]

Catatan kaki

  1. "North Africa's Berbers get boost from Arab Spring". Fox News. 5 Mei 2012. Diakses tanggal 8 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 http://www.britannica.com/topic/Berber
  3. Native Peoples of the World: An Encyclopedia, Ed. Steven, L. Danver, M.E. Sharpe/Mesa Verde Publishing, 2013, p.23
  4. https://www.temehu.com/imazighen/berbers.htm
  5. The Handbook of Bilingualism. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 860. ISBN 0631227350. Diakses tanggal 19 Jly 2016. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. "Morocco – Berber". World Directory of Minorities and Indigenous Peoples. 19 Juni 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Morocco's Berbers Battle to Keep From Losing Their Culture / Arab minority forces majority to abandon native language.Peter Prengaman, Chronicle Foreign Service.March 16, 2001
  8. 1 2 "Les Berbères en Afrique du Nord". Chaire pour le développement de la recherche sur la culture d'expression française en Amérique du Nord., Université Laval Québec, 2016.
  9. Teens in Morocco,Sandy Donovan,Compass point books,Minneapolis,United States,2008,p.42
  10. The Handbook of Bilingualism. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 860. ISBN 0631227350. Diakses tanggal 19 Juli 2016. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link); 80% of population
  11. "Algeria reinstates term limit and recognises Berber language". BBC News.
  12. The Handbook of Bilingualism. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 860. ISBN 0631227350. Diakses tanggal 16 Juli 2016. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link); 80% of population
  13. "salinan arkib". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-10-05. Diakses tanggal 2013-10-05.
  14. "The World Factbook". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-24. Diakses tanggal 2016-08-12.
  15. "The World Factbook". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-10. Diakses tanggal 2016-08-12.
  16. The Handbook of Bilingualism. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 860. ISBN 0631227350. Diakses tanggal 16 Juli 2016. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link); >60% of population of 6,416,776
  17. Joshua Project. "Tuareg, Tamasheq in Mauritania".
  18. "The World Factbook". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-16. Diakses tanggal 2016-08-12.
  19. The Handbook of Bilingualism. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 860. ISBN 0631227350. Diakses tanggal 16 Juli 2016. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link); >60% of population
  20. Joshua Project. "Tuareg, Tamasheq in Burkina Faso".
  21. Joshua Project. "Berber, Siwa in Egypt".
  22. The Handbook of Bilingualism. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 860. ISBN 0631227350. Diakses tanggal 16 Juli 2016. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. Statistics Canada: 2011 National Household Survey: Data tables
  24. Shokeid, Moshe. The Dual Heritage: Immigrants from the Atlas Mountains in an Israeli Village.
  25. "Believers in Christ from a Muslim Background: A Global Census | Duane A Miller Botero - Academia.edu". academia.edu. Diakses tanggal 27 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Blench, Roger. Archaeology, Language, and the African Past. Rowman: Altamira, 2006 ISBN 9780759104662
  27. Diakonoff, Igor. The Earliest Semitic Society: Linguistic Data. Journal of Semitic Studies, Vol. 43 Iss. 2 (1998).
  28. Shirai, Noriyuki. The Archaeology of the First Farmer-Herders in Egypt: New Insights into the Fayum Epipalaeolithic and Neolithic. Leiden University Press, 2010. ISBN 9789087280796.
  29. Blench R (2006) Archaeology, Language, and the African Past, Rowman Altamira, ISBN 0-7591-0466-2, ISBN 978-0-7591-0466-2, books.google.be/books?id=esFy3Po57A8C
  30. Ehret C, Keita SOY, Newman P (2004) The Origins of Afroasiatic a response to Diamond and Bellwood (2003) in the Letters of SCIENCE 306, no. 5702, p. 1680 DOI:10.1126/science.306.5702.1680c
  31. Bender ML (1997), Upside Down Afrasian, Afrikanistische Arbeitspapiere 50, pp. 19-34
  32. Militarev A (2005) Once more about glottochronology and comparative method: the Omotic-Afrasian case, Аспекты компаративистики - 1 (Aspects of comparative linguistics - 1). FS S. Starostin. Orientalia et Classica II (Moscow), p. 339-408. http://starling.rinet.ru/Texts/fleming.pdf
  33. 1 2 Maddy-weitzman, B. (2006). "Ethno-politics and globalisation in North Africa: The berber culture movement*" (PDF). The Journal of North African Studies. 11 (1): 71–84. Diakses tanggal 2007-07-17.
  34. 1 2 Brett, M. (1996). The Berbers. Blackwell Publishing.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  35. Mohand Akli Haddadou, Le guide de la culture berbère, Paris Méditerranée, 2000, p.13-14
  36. Brian M. Fagan, Roland Oliver, Africa in the Iron Age: C. 500 B.C. to A.D. 1400 p. 47
  37. "INALCO report on Central Morocco Tamazight: maps, extension, dialectology, name" (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-27. Diakses tanggal 2 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. "Historical Dictionaries: North Africa". Diakses tanggal 2 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. David Prescott Barrows (2004). Berbers and Blacks: Impressions of Morocco, Timbuktu and Western Sudan.
  40. Pour une histoire sociale du berbèRe en France Diarsipkan 2012-11-12 di Wayback Machine., Les Actes du Colloque Paris – Inalco, octobre 2004


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan