Kamis, 01 Oktober 2026
23:18 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Singa Belanda

Singa Belanda

Bagikan:
250px-Royal_Arms_of_the_Netherlands.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Kerajaan Belanda dalam versi kecil

Singa Belanda (bahasa Belanda:Nederlandse leeuw) adalah singa heraldik yang berdiri tegak dengan mahkota, memegang pedang di kaki kanan dan seikat anak panah di kiri.[1] Dalam lambang yang mewakili Belanda atau Negeri Rendah, singa melambangkan penguasa, pedang melambangkan kekuatan militer, dan anak panah melambangkan provinsi-provinsi Belanda yang bersatu. Sosok singa ini pertama muncul pada tahun 1579 di segel Staten-Generaal (Dewan Negara), lembaga yang sebagian menggantikan peran kepala negara. Karena itu, ia disebut juga generaliteitsleeuw atau Singa Kenegaraan.

Pada tahun 1584, Singa Kenegaraan ini diadopsi sebagai lambang Republik Tujuh Provinsi Bersatu, dengan warna emas di atas perisai merah — kebalikan dari lambang Holland, provinsi paling berpengaruh dan pemberontak dalam Perang Delapan Puluh Tahun. Pada 1609, singa diberi tambahan mahkota dan digunakan hingga 1795. Karena itu, nama generaliteitsleeuw sering dianggap identik dengan lambang tersebut, bukan hanya singanya.

Ketika Belanda menjadi kerajaan pada 1815, dibuat lambang baru yang didasarkan pada lambang Wangsa Nassau. Singa Nassau diganti dengan generaliteitsleeuw lengkap dengan pedang, anak panah, dan mahkota. Sejak saat itu, istilah Nederlandse leeuw (Singa Belanda) lebih sering digunakan, ditampilkan di atas perisai berpola kotak biru dan emas.

Penggunaan lain Singa Belanda

Sebelum Belanda bersatu sebagai satu negara dan menjadikan singa sebagai simbol nasional, singa sudah lama menjadi lambang regional kekuatan. Meskipun hewan ini tidak hidup di wilayah tersebut, motif singa umum ditemukan dalam heraldik Belanda dan Eropa Utara. Banyak wilayah seperti Holland (merah di atas emas), Brabant (emas di atas hitam), Vlaanderen (hitam di atas emas), Gelre (emas di atas biru), dan Limburg (merah di atas perak/putih) sudah memiliki singa dalam lambangnya. Hingga kini, singa berdiri masih menjadi unsur penting dalam lambang provinsi-provinsi Belanda.

Trivia

  • Dalam heraldik, warna-warna biasanya disebut dengan nama khusus: merah = keel, biru = azuur, hitam = sabel, dan seterusnya.
  • Singa sering digambarkan dengan warna lidah dan kuku yang berbeda dari warna tubuhnya (getongd en genageld), meski penerapannya bervariasi tergantung zaman dan penggambarnya.
  • Pada sisi belakang salib Orde Singa Belanda, terdapat gambar singa dari lambang negara Belanda.

Galeri

  • Segel besar Staten-Generaal digunakan dari tahun 1579 hingga 1795.
    Segel besar Staten-Generaal digunakan dari tahun 1579 hingga 1795.
  • Generaliteitsleeuw di Barak Pontonniers, Dordrecht.
    Generaliteitsleeuw di Barak Pontonniers, Dordrecht.
  • Lambang kerajaan di Museum Marsose, Buren.
    Lambang kerajaan di Museum Marsose, Buren.
  • Lambang Holland di atas Gerbang Maurits (Mauritspoort), dekat Binnenhof.
    Lambang Holland di atas Gerbang Maurits (Mauritspoort), dekat Binnenhof.
  • Leo Belgicus karya Jodocus Hondius (1611), dengan orientasi selatan asli.
    Leo Belgicus karya Jodocus Hondius (1611), dengan orientasi selatan asli.
  • Leo Belgicus pada buku De Bello Belgico decas prima (1632–1651) karya Famiano Strada, mengenai sepuluh tahun pertama dalam Perang Delapan Puluh Tahun.
    Leo Belgicus pada buku De Bello Belgico decas prima (1632–1651) karya Famiano Strada, mengenai sepuluh tahun pertama dalam Perang Delapan Puluh Tahun.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "NederlandseLeeuw". www.hubert-herald.nl. Diakses tanggal 2025-11-04.
Topik Belanda 
Bagian dari Kerajaan Belanda
Sejarah
Geografi
Politik
Ekonomi
Transportasi
Kebudayaan
40px-Netherlands_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan