Selasa, 27 Oktober 2026
18:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Darwinisme sosial

konsep biologis seleksi alam dan kebugaran kelangsungan hidup dibayangkan kembali secara sosio-politik

Bagikan:

Darwinisme sosial adalah nama baru yang diberikan untuk berbagai teori masyarakat yang muncul di Britania Raya, Amerika Utara, dan Eropa Barat pada tahun 1870-an yang diklaim telah menerapkan konsep-konsep biologi seperti seleksi alam dan sintasan yang terbugar dalam sosiologi dan politik.[1][2] Para Darwinis sosial umumnya berpendapat bahwa kaum yang kuat melihat kekayaan dan kekuasaannya meningkat, sedangkan kaum yang lemah melihat kekayaan dan kekuasaannya menurun. Darwinis sosial pun memiliki pandangan yang berbeda mengenai kelompok masyarakat yang tergolong kuat dan lemah; mereka juga berbeda pendapat soal mekanisme yang tepat untuk mengutamakan kekuatan dan meredam kelemahan. Pandangan seperti ini menegaskan persaingan antarindividu dalam kapitalisme laissez-faire, sedangkan pandangan lainnya mendorong terciptanya pemikiran eugenika, rasisme, imperialisme,[3] fasisme, Nazisme, dan perebutan kekuasaan antarsuku bangsa atau antarras.[4][5] Istilah Darwinisme sosial mendapat perhatian luas ketika digunakan oleh penentang konsep sebelumnya setelah tahun 1944. Kebanyakan mereka yang digolongkan sebagai Darwinis sosial tidak menganggap dirinya penganut Darwinisme sosial.[6]

Kaum kreasionis berpendapat bahwa Darwinisme sosial—yang menghasilkan kebijakan-kebijakan yang menindas kaum lemah—adalah konsekuensi logis dari "Darwinisme" (teori seleksi alam dalam biologi). Para ahli biologi dan sejarawan menyatakan bahwa kesesatan berpikir ini merupakan pendasaran alam (appeal to nature), karena teori seleksi alam hanya bertujuan menjelaskan fenomena biologi dan bukan untuk dinilai atau dijadikan panduan moral umat manusia. Meski sejumlah pengamat melihat adanya kaitan sejarah antara ketenaran teori Darwin dan bentuk-bentuk Darwinisme sosial, mereka juga menegaskan bahwa Darwinisme sosial merupakan konsekuensi nyata dari prinsip-prinsip evolusi biologi.[7]

Para ahli mempersoalkan bagaimana ideologi Darwinis sosial mencerminkan pandangan Charles Darwin terhadap permasalahan sosial dan ekonomi manusia. Tulisan-tulisan Darwin mengandung kalimat yang dapat ditafsirkan sebagai penolakan terhadap individualisme agresif, sedangkan kalimat lainnya seolah mendukung individualisme agresif.[8] Sejumlah pengamat berpendapat bahwa pandangan Darwin perlahan berubah dan ikut menyertakan pandangan sejumlah penafsir teorinya dalam ilmu sosial seperti Herbert Spencer,[9] tetapi ide evolusi masyarakat Lamarckian yang dipegang Spencer diterbitkan sebelum Darwin menerbitkan teorinya untuk pertama kali, dan kedua tokoh ini memiliki definisi nilai moralnya masing-masing. Spencer mendukung kapitalisme laissez-faire berdasarkan kepercayaan Lamarckiannya bahwa perjuangan bertahan hidup mendorong terbentuknya sikap memperbaiki diri sendiri yang dapat diwariskan.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Riggenbach, Jeff (2011-04-24) The Real William Graham Sumner, Mises Institute
  2. ↑ Williams, Raymond. 2000. Social Darwinism. In Herbert Spencer's Critical Assessment. John Offer. (ed). pp. 186–199
  3. ↑ Leonard, Thomas C. (2009) Origins of the Myth of Social Darwinism: The Ambiguous Legacy of Richard Hofstadter’s Social Darwinism in American Thought Journal of Economic Behavior & Organization 71, p.37–51
  4. ↑ Gregory Claeys (2000). The "Survival of the Fittest" and the Origins of Social Darwinism. Journal of the History of Ideas 61 (2):223-240.
  5. ↑ Bowler 2003, hlm. 298–299
  6. ↑ Hodgson 2004, hlm. 428–430
  7. ↑ Paul, Diane B. 2003. Darwin, Social Darwinism and Eugenics. in The Cambridge companion to Darwin. Cambridge University Press, 2003 ISBN 0-521-77730-5 p.
  8. ↑ Bowler 2003, hlm. 300–301
  9. ↑ Gregory Claeys. 2000. The "Survival of the Fittest" and the Origins of Social Darwinism. Journal of the History of Ideas, Vol. 61, No. 2 (Apr., 2000), pp. 223–240
  10. ↑ Bowler 2003, hlm. 301–302

Sumber primer

Sumber sekunder

Bacaan lanjutan

  • Sammut-Bonnici, T. & Wensley, R. (2002), 'Darwinism, Probability and Complexity: Transformation and Change Explained through the Theories of Evolution', ' 'International Journal of Management Reviews' ', 4(3) pp. 291–315.

Pranala luar

Kehidupan
Karya
Terkait
Konsep
Mazhab
Filsuf
Kuno
Abad Pertengahan
Modern awal
Abad ke-18 dan ke-19
Abad ke-20 dan ke-21
Karya
Lihat pula


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan