Minggu, 08 November 2026
16:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Ressentiment

Bagikan:

Dalam filsafat, ressentiment (/rəˌsɒ̃.tiˈmɒ̃/; pengucapan bahasa Prancis: [ʁə.sɑ̃.ti.mɑ̃] ( simak); terjemahan: kebencian atau iri hati) merupakan salah satu bentuk kebencian atau permusuhan. Konsep ini menarik perhatian beberapa pemikir abad ke-19, terutama Friedrich Nietzsche. Menurut penggunaannya, ressentiment adalah rasa permusuhan yang diarahkan pada suatu objek yang dianggap sebagai penyebab frustasi seseorang.[1] Nietzsche menggambarkan perasaan kebencian dan iri hati yang muncul sebagai respons terhadap pengalaman ketidakberdayaan atau kelemahan seseorang. Menurutnya, ressentiment berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang mencegah individu untuk mengatasi kekurangan dan kelemahannya dengan menciptakan musuh untuk melindungi diri dari perasaan kesal dan tidak nyaman. Dalam interpretasi Guy Elgat, ressentiment Nietzsche adalah "reaksi instingtif" seseorang terhadap penderitaan (dari jenis tertentu). Secara lebih singkat, ini adalah "keinginan untuk balas dendam yang sarat dengan emosi dengan menganggap bahwa seseorang atau sekelompok orang bertanggung jawab atas penderitaan yang dialaminya."[2]

Referensi

  1. ↑ TenHouten W., From Ressentiment to Resentment as a Tertiary Emotion, Rev. Eur. Stud. 10 (2018) p.49-64
  2. ↑ Migotti, Mark (2018-03-14). "Review of Nietzsche's Psychology of Ressentiment: Revenge and Justice in On the Geneaology of Morals" (dalam bahasa Inggris). ISSN 1538-1617.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan