Kamis, 24 September 2026
14:27 WIB
TERKINI
Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Hukum Kisah Ramdan Menjenguk Adik di Rutan Polda Metro Jaya Setelah 20 Hari Penahanan Ekonomi Aliansi Ekonom Indonesia Lahir dari Gejolak Sosial, Ajukan 7 Desakan Darurat Nasional Daratan Baru 30 Hektar Dekat Anak Krakatau: Bukan Gunung Api, Ini Penjelasan Pakar Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Hukum Kisah Ramdan Menjenguk Adik di Rutan Polda Metro Jaya Setelah 20 Hari Penahanan Ekonomi Aliansi Ekonom Indonesia Lahir dari Gejolak Sosial, Ajukan 7 Desakan Darurat Nasional Daratan Baru 30 Hektar Dekat Anak Krakatau: Bukan Gunung Api, Ini Penjelasan Pakar Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA

Ressentiment

Dalam filsafat, ressentiment (/rəˌsɒ̃.tiˈmɒ̃/; pengucapan bahasa Prancis: [ʁə.sɑ̃.ti.mɑ̃] ( simak); terjemahan: kebencian atau iri hati) merupakan salah satu bentuk kebencian atau permusuhan. Konsep ini menarik perhatian beberapa pemikir abad ke-19, terutama Friedrich Nietzsche. Menurut penggunaannya, ressentiment adalah rasa permusuhan yang diarahkan pada suatu objek yang dianggap sebagai penyebab frustasi seseorang.[1] Nietzsche menggambarkan perasaan kebencian dan iri hati yang muncul sebagai respons terhadap pengalaman ketidakberdayaan atau kelemahan seseorang. Menurutnya, ressentiment berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang mencegah individu untuk mengatasi kekurangan dan kelemahannya dengan menciptakan musuh untuk melindungi diri dari perasaan kesal dan tidak nyaman. Dalam interpretasi Guy Elgat, ressentiment Nietzsche adalah "reaksi instingtif" seseorang terhadap penderitaan (dari jenis tertentu). Secara lebih singkat, ini adalah "keinginan untuk balas dendam yang sarat dengan emosi dengan menganggap bahwa seseorang atau sekelompok orang bertanggung jawab atas penderitaan yang dialaminya."[2]

Referensi

  1. TenHouten W., From Ressentiment to Resentment as a Tertiary Emotion, Rev. Eur. Stud. 10 (2018) p.49-64
  2. Migotti, Mark (2018-03-14). "Review of Nietzsche's Psychology of Ressentiment: Revenge and Justice in On the Geneaology of Morals" (dalam bahasa Inggris). ISSN 1538-1617.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan