Rabu, 23 September 2026
01:36 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Frustrasi

Frustrasi

Bagian dari seri tentang
Emosi
120px-Plutchik-wheel.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-9_of_365_Frustration.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Merasakan frustasi di tiap hari

Frustrasi, berasal dari bahasa Latin frustratio, adalah perasaan kecewa akibat terhalang dalam pencapaian tujuan. Makin penting tujuannya, makin besar frustrasi dirasakan.

Frustrasi merupakan emosi yang kompleks dan bisa menimbulkan dampak yang besar pada orang yang mengalaminya.[1] Kompleksitas frustrasi ditunjukkan dengan munculnya respon emosi seperti kemarahan, kesedihan,[2] dan bisa menjurus ke stres, depresi, hingga kehilangan minat dalam hidup.[1] Namun, frustrasi juga bisa menjadi indikator yang berguna bagi masalah hidup seseorang, yaitu menjadi motivasi untuk berubah dan bangkit dari masalah.[3]

Sumber Frustrasi

Frustrasi dapat berasal dari dalam (internal) atau dari luar diri (eksternal) seseorang.[3]

Internal: saat seseorang tidak berhasil mendapatkan sesuatu yang diinginkan maka akan timbul rasa kecewa hingga frustrasi. Hal tersebut merupakan akibat dari hilangnya rasa percaya diri dan ketakutan untuk menghadapi situasi sosial. Konflik juga dapat menjadi sumber internal dari frustrasi saat seseorang mempunyai beberapa tujuan yang saling berinterferensi satu sama lain.

Eksternal: faktor di luar diri seseorang juga bisa menjadi sumber frustrasi, seperti orang lain, tempat, dan hal-hal lain yang menjadi hambatan bagi seseorang dalam meraih tujuannya. Faktor eksternal dari frustrasi tidak dapat dihindari, tetapi bisa diatasi.[3] Contohnya mencari rute alternatif saat seseorang terjebak kemacetan lalu lintas.

Tanda-Tanda Frustrasi

Tanda Fisiologis

Frustrasi dapat dianalisis dari perubahan-perubahan yang terjadi secara fisiologis, seperti respon kulit terhadap aliran galvanis, tekanan darah, aktivitas saraf, dan ketegangan otot.[4] Saat mengalami frustrasi respon kulit terhadap aliran galvanis (sentuhan dari luar) cenderung berkurang. Tekanan darah juga menjadi indikator seseorang mengalami frustrasi, makin tinggi tekanan darah, makin tinggi level frustrasi atau stres. Berdasarkan penelitian juga ditemukan perubahan ketegangan pada otot wajah. Selain itu, stres atau frustrasi bisa meningkatkan temperatur pada wajah sehingga wajah menjadi memerah.

Referensi

  1. 1 2 Masoudi Alavi, Negin (2013-09-01). "Frustration: a challenge in chronic conditions". Nursing and midwifery studies. 2 (3): 1–2. doi:10.5812/nms.14166. ISSN 2322-1674. PMC 4228539. PMID 25414868. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2022-03-11.
  2. Bierzynska, Maria; Bielecki, Maksymilian; Marchewka, Artur; Debowska, Weronika; Duszyk, Anna; Zajkowski, Wojciech; Falkiewicz, Marcel; Nowicka, Anna; Strelau, Jan (2016-01-11). "Effect of Frustration on Brain Activation Pattern in Subjects with Different Temperament". Frontiers in Psychology. 6: 1989. doi:10.3389/fpsyg.2015.01989. ISSN 1664-1078. PMC 4708012. PMID 26793136. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-11. Diakses tanggal 2022-03-11.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. 1 2 3 "Understanding Frustration | PsychologistAnywhereAnytime.com". www.psychologistanywhereanytime.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-05-23. Diakses tanggal 2022-03-10.
  4. Downs, Jhon. "The Psychology of User Frustration" (PDF). www.cs.auckland.ac.nz. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-07-02. Diakses tanggal 2022-03-11.


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan