Selasa, 29 September 2026
09:41 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Defaitisme

sikap menerima, mengharapkan, atau menganggap kekalahan sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari

Bagikan:

Defaitisme adalah sikap menerima, mengharapkan, atau menganggap kekalahan sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari, terutama ketika seseorang atau suatu kelompok meyakini bahwa usaha lebih lanjut tidak akan menghasilkan keberhasilan.[1] Istilah ini umumnya memiliki konotasi negatif dan dapat digunakan dalam konteks politik, militer, psikologi, dan kehidupan sehari-hari.[2]

Defaitisme berbeda dari pengakuan realistis terhadap kemungkinan kekalahan. Dalam pengertian yang lebih khusus, defaitisme mengandung kecenderungan untuk menganggap kekalahan sebagai sesuatu yang pasti atau menganggap usaha untuk mengubah keadaan sebagai sesuatu yang sia-sia.[2]

Etimologi

Istilah defaitisme berkaitan dengan kata bahasa Prancis défaitisme, yang berasal dari défaite ("kekalahan") dan akhiran -isme. Istilah Prancis tersebut tercatat mulai digunakan pada sekitar tahun 1915 dan berkaitan dengan istilah politik yang muncul selama Perang Dunia I.[3]

Dalam bahasa Inggris, istilah defeatism berasal dari kata defeat dengan akhiran -ism. Penggunaan awal istilah tersebut tercatat pada dekade 1910-an.[4]

Penggunaan

Politik

Dalam politik, defaitisme dapat digunakan untuk menggambarkan sikap yang menganggap kekalahan pemerintah, partai, atau kelompok politik sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari atau bahkan lebih baik daripada melanjutkan perjuangan. Istilah tersebut juga dapat digunakan secara peyoratif untuk menuduh pihak tertentu tidak memiliki keyakinan terhadap kemungkinan keberhasilan perjuangannya.

Militer

Dalam konteks militer, defaitisme merujuk pada sikap menganggap suatu peperangan telah atau pasti akan berakhir dengan kekalahan sehingga perlawanan dianggap tidak berguna. Dalam situasi perang, istilah tersebut dapat digunakan oleh suatu pihak untuk menggambarkan sikap anggota atau pendukungnya yang meragukan kemungkinan kemenangan atau menolak untuk melanjutkan perjuangan.[5]

Psikologi

Dalam psikologi, defaitisme berkaitan dengan pola pikir pesimistis yang membuat seseorang mengharapkan kegagalan atau menganggap usaha lebih lanjut tidak akan membawa hasil. Pengertian ini berbeda dari sekadar mengalami kegagalan, karena defaitisme mengandung sikap menerima atau mengantisipasi kekalahan.[2]

Defaitisme revolusioner

Defaitisme revolusioner adalah konsep politik yang paling sering dikaitkan dengan Vladimir Lenin selama Perang Dunia I. Konsep tersebut berangkat dari pandangan bahwa kaum pekerja tidak seharusnya mendukung perang yang dianggap sebagai konflik antarkekuatan imperialis. Lenin menyerukan agar kaum sosialis melakukan perjuangan revolusioner terhadap pemerintahan mereka sendiri dan memandang kekalahan pemerintah mereka sebagai sesuatu yang dapat membantu perkembangan revolusi.[6]

Lenin mengembangkan gagasan tersebut dalam tulisan-tulisannya mengenai Perang Dunia I. Pada tahun 1915, ia secara eksplisit membahas gagasan mengenai kekalahan pemerintah sendiri dalam perang yang dianggapnya sebagai perang imperialis.[7]

Defaitisme revolusioner berbeda dari pengertian umum defaitisme. Dalam pengertian umum, defaitisme berarti menerima atau mengharapkan kekalahan. Sementara itu, defaitisme revolusioner merupakan strategi politik yang mengaitkan kekalahan pemerintah sendiri dengan perjuangan kelas dan tujuan revolusioner.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Defeatism Definition & Meaning". Merriam-Webster. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "defeatism noun". Oxford Learner's Dictionaries. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "défaitisme". Wiktionary. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "defeatism". Merriam-Webster. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Defeatism". Wikipedia. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Lenin, Vladimir Il'ich". 1914-1918-online. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "The Defeat of One's Own Government in the Imperialist War". WikiRouge. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan