Jumat, 16 Oktober 2026
02:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
County Holland

County Holland

bekas Negara Bagian di Kekaisaran Romawi Suci dan bagian dari Belanda Habsburg

Bagikan:
County Holland
Comitatus Hollandiae (Latin)
Graafschap Holland (Belanda)
1091–1795
Lambang County Holland
Lambang
Semboyan: "Vigilate Deo confidentes" (Latin)
"Perhatikan, percaya pada Tuhan"
County Holland sekitar tahun 1530
County Holland sekitar tahun 1530
StatusStatus imperii dari Kekaisaran Romawi Suci (1091–1433)
Bagian dari Belanda Burgundy (1433–1482)
Bagian dari Belanda Habsburg (1482–1581)
Bagian dari Republik Belanda (1581–1795)
Ibu kotaDen Haag
Bahasa umumFrisia Kuno
Belanda Kuno
Belanda Pertengahan
Belanda
Agama Gereja Katolik
Reformasi Belanda
PemerintahanMonarki feodal
• 
Gerolf (pertama)
• 
Filips II (terakhir)
Pangeran 
Stadhouder 
• 1433–1440
Hugo (pertama)
• 1672–1702
Willem Hendrik (terakhir)
Sejarah 
• Didirikan
1091
26 Juli 1581
18 Januari 1795
Didahului olehDigantikan oleh
Lorraine Hilir
Republik Bataaf
Sekarang bagian dariBelanda
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Negeri Belanda
Leo Belgicus

County Holland adalah sebuah negara bagian dari Kekaisaran Romawi Suci sejak awal berdirinya hingga tahun 1433. Sejak tahun 1433, county ini menjadi bagian dari Belanda Burgundy, sejak tahun 1482 menjadi bagian dari Belanda Habsburg, dan sejak tahun 1581 menjadi provinsi utama Republik Belanda hingga Revolusi Batavia pada tahun 1795. Wilayah County Holland diperkirakan setara dengan provinsi Holland Utara dan Holland Selatan di Belanda saat ini.

County Holland adalah wilayah Romawi Suci pertama di wilayah tersebut yang mencapai tingkat perkembangan ekonomi, budaya, militer, dan teknologi yang substansial, setelah sempat mengalami perkembangan ini sebelum wilayah tersebut digolongkan sebagai sebuah county.[1]

Geografi

250px-Graafschap_Holland_%28County_of_Holland%29_1570_Jacob_van_Deventer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
County Holland tahun 1570, Jacob van Deventer

Wilayah county ini kira-kira setara dengan provinsi-provinsi Belanda saat ini, yaitu Holland Utara dan Holland Selatan, serta bagian barat laut provinsi Brabant Utara saat ini (kira-kira di antara kota Willemstad, Geertruidenberg, dan Werkendam), dan kepulauan Terschelling, Vlieland, Urk, dan Schokland, meskipun tidak mencakup Pulau Goeree-Overflakkee.

Pada awal Abad Pertengahan, sebagian besar wilayah yang kini merupakan wilayah Belanda ditutupi oleh rawa gambut. Rawa-rawa ini membatasi luas lahan subur di Belanda, tetapi juga terbukti menjadi sumber bahan bakar yang baik. Sekitar tahun 950, reklamasi skala kecil dimulai di rawa-rawa besar di Holland dan Utrecht, kemungkinan besar diprakarsai oleh kaum bangsawan kecil. Pada abad ke-11, "Reklamasi Besar" dimulai, di bawah kendali para bangsawan Holland dan para uskup Utrecht. Hingga abad ke-13, lahan yang luas direklamasi antara Teluk IJ di utara, bukit pasir di barat, Sungai Lek dan Waal di selatan, serta Sungai Rhein Lama di timur.

Sebelum Reklamasi Besar, batas-batas antara wilayah Holland dan keuskupan Utrecht tidak jelas, dan terdapat tanah tak bertuan yang sesungguhnya. Namun, selama reklamasi, para bangsawan Holland berhasil memperluas pengaruh mereka dengan mengorbankan Utrecht.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Rietbergen, P. J. A. N. (2000). A Short History of the Netherlands: From Prehistory to the Present Day (Edisi 4). Amersfoort: Bekking. hlm. 35–36. ISBN 90-6109-440-2. OCLC 52849131.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Topik Belanda 
Bagian dari Kerajaan Belanda
Sejarah
Geografi
Politik
Ekonomi
Transportasi
Kebudayaan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan