Selasa, 13 Oktober 2026
09:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Status Imperii

Status Imperii

Bagikan:
330px-HRR_1400.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kekaisaran Romawi Suci pada tahun 1400

Status Imperii (bahasa Jerman:Reichsstand, jamak: Reichsstände) adalah wilayah Kekaisaran Romawi Suci yang memiliki perwakilan dan hak untuk bersuara di Dewan Kekaisaran (Reichstag). Penguasa wilayah tersebut juga memiliki status Reichsfreiheit, atau dalam kata lain mereka hanya tunduk kepada Kaisar Romawi Suci. Maka dari itu, mereka dapat memerintah wilayah mereka dengan otonomi yang cukup besar.

Sistem status imperii menggantikan sistem yang membagi Jerman menjadi beberapa kadipaten suku pada abad pertengahan awal. Sistem kadipaten suku dipertahankan sebagai sistem pembagian Jerman pada masa Dinasti Sali, tetapi sistem ini menjadi sistem yang ketinggalan zaman pada masa Wangsa Hohenstaufen dan pada akhirnya dihapuskan oleh Friedrich Barbarossa pada tahun 1180. Semenjak tahun 1489, status imperii di Dewan Kekaisaran dibagi menjadi tiga, yaitu dewan pangeran-elektor (Kurfürstenkollegium/den Kurfürstenrat), dewan pangeran kekaisaran (Reichsfürstenrat) dan dewan kota kekaisaran. Graf dan bangsawan tidak diwakilkan langsung di Dewan Kekaisaran walaupun mereka memiliki status Reichsfreiheit, tetapi dikelompokkan ke dalam "kursi-kursi" (Grafenbänke) dan masing-masing memiliki satu suara. Sementara itu, ksatria kekaisaran memiliki status Reichsfreiheit tetapi sama sekali tidak terwakilkan di Dewan Kekaisaran.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan