Minggu, 20 September 2026
21:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bank BTPN Syariah

Bank BTPN Syariah

perusahaan rien asal Jepang

PT Bank BTPN Syariah Tbk
250px-BTPN_Syariah_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama sebelumnyaPT Bank Purba Danarta (1991–2009)
PT Bank Sahabat Purba Danarta (2009–2013)
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (2013–2020)
JenisPerseroan terbatas publik, anak usaha
BEI: BTPS
IndustrIJasa keuangan
Entitas pendahuluUUS BTPN
PendiriYayasan Purba Danarta
Kantor pusat
Indonesia Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Hadi Wibowo[1]
(Direktur Utama)
Mulya Siregar[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
  • Tepat
  • Daya
PendapatanKenaikan Rp 5,219 triliun (2025)[3]
Kenaikan Rp 1,200 triliun (2025)[3]
Total asetKenaikan Rp 22,751 triliun (2025)[3]
Total ekuitasKenaikan Rp 9,961 triliun (2025)[3]
Jumlah karyawan
14.238 (2025)[3]
IndukBank SMBC Indonesia (70%)

PT Bank BTPN Syariah Tbk adalah anak usaha Bank SMBC Indonesia yang bergerak di bidang perbankan syariah. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, bank non-devisa ini memiliki 15 kantor cabang, 25 kantor fungsional operasional, 1 kantor fungsional non operasional, dan 14 ATM yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia.[3][4]

Sejarah

Bank ini memulai sejarahnya di Semarang pada tahun 1991 dengan nama PT Bank Purba Danarta. Menjadi satu-satunya bank swasta yang berkantor pusat di Semarang (saat itu), pendiriannya dirintis oleh sebuah yayasan Gereja Katolik bernama Yayasan Purba Danarta yang bergerak di bidang pengembangan ekonomi kerakyatan. Bank Purba Danarta lahir dari upaya mengembangkan layanan tersebut yang selama ini sudah dirintis oleh YPD.[5] Sesuai namanya, yang berarti "Uang Sebagai Sarana Pendidikan",[6] Bank Purba Danarta memberikan kredit lunak dengan pendampingan usaha pada para nasabahnya.[7] Dalam perkembangannya dalam bank ini bergabung ekonom Kwik Kian Gie dan pengusaha pemilik pabrik farmasi Konimex, Djoenaedi Joesoef yang kemudian memegang 99% saham Bank Purba Danarta.[8]

Sayang, misi mulia tersebut terhalang persyaratan modal yang cukup besar, sehingga di tahun 2007 Bank Purba Danarta dijual kepada pengusaha lain, Theodore Permadi Rachmat, yang kemudian menyuntikkan dana Rp 60 miliar untuk menaikkan modal awalnya yang hanya Rp 23,13 miliar. Hingga sebelum dijual ke BTPN, modal bank ini sudah menjadi Rp 169,31 miliar dan 95% sahamnya ada pada T.P. Rachmat.[9] Seiring perubahan itu, di tanggal 1 April 2009 bank ini bersalin nama menjadi "PT Bank Sahabat Purba Danarta". Sama seperti Bank Purba Danarta sebelumnya, saat itu BSPD masih menyandang misi menjadi lembaga perbankan bagi masyarakat kecil. Disebutkan dalam suatu buku, sang konglomerat tertarik dengan ide Grameen Bank, lembaga keuangan mikro yang dikembangkan Muhammad Yunus di Bangladesh.[10] Pada tahun 2013, BSPD tercatat sudah memiliki 8 kantor cabang dan 42 unit pelayanan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[11]

Sementara itu, pada tahun 2008, BTPN membentuk Unit Usaha Syariah (UUS). Pada tahun 2010, unit usaha tersebut mulai menguji coba layanan Tunas Usaha Rakyat (TUR) untuk melayani nasabah prasejahtera produktif, dimulai dengan tiga komunitas yang ada di Banten. Pada tahun 2011, layanan TUR diperluas ke seantero Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur. Dalam rangka pengembangan usaha, pada 4 Februari 2014 BTPN mengakuisisi 70% saham BSPD, sementara sisanya masih milik T.P. Rachmat dalam transaksi senilai Rp 600 miliar. Akuisisi tersebut diklaim muncul karena kesamaan bisnis BTPN dan BSPD yang sama-sama menargetkan rakyat bawah.[12] BTPN kemudian menggabungkan unit usaha syariahnya ke dalam BSPD, yang kemudian berganti nama kembali menjadi "PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah" sejak 25 September 2013[3] sebagai bank syariah ke-12 di Indonesia. Resmi beroperasi sejak 14 Juli 2014,[13] saat itu BTPN Syariah memiliki aset Rp 2,7 triliun (Rp 2,2 triliun eks-UUS BTPN dan Rp 500 miliar eks-BSPD), sedangkan cabangnya berjumlah 23 (5 eks-BSPD) yang mempekerjakan 8.250 orang.[14]

Pada tanggal 8 Mei 2018, bank ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, dan pada tanggal 4 Juni 2020, bank ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang. Pada tanggal 7 Juli 2020, bank ini ditetapkan sebagai sebuah bank BUKU 3.[3][4] Per semester pertama 2025, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp644 miliar, meningkat 16,6 persen secara tahunan, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,14 triliun.[15]

Manajemen

  • Komisaris Utama: Mulya Effendi Siregar
  • Anggota Komisaris: Dewi Pelitawatie
  • Anggota Komisaris: Ongki Wanadjati Dana
  • Anggota Komisaris: Sendiaty Sondy
  • Direktur Utama: Hadi Wibowo
  • Direktur: Arief Ismail
  • Direktur: Fachmy Ahmad
  • Direktur: Dwiyono Bayu Winantio
  • Direktur: Dewi Nuzulianti
  • Ketua Dewan Pengawas Syariah: Ikhwan Abidin
  • Anggota Dewan Pengawas Syariah: Muhamad Faiz
  • Anggota Dewan Pengawas Syariah: Cecep Maskanul Hakim

Produk dan layanan

  • Tepat (brand dana pihak ketiga BTPN Syariah)
    • Tepat Tabungan (asas Wadiah/titipan)
    • Tepat Deposito (asas Mudharabah/bagi hasil)
    • Tepat Tabungan Platinum (asas Mudharabah/bagi hasil)
    • Tepat Tabungan Rencana (asas Wadiah/titipan untuk Haji dan Umrah serta Qurban)
    • Rekening Tabungan Jamaah Haji
    • Tepat Giro (asas Wadiah/titipan)
  • Kredit

Referensi

  1. "Dewan Direksi". PT Bank BTPN Syariah Tbk. Diakses tanggal 31 Januari 2022.
  2. "Dewan Komisaris". PT Bank BTPN Syariah Tbk. Diakses tanggal 31 Januari 2022.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank BTPN Syariah Tbk. Diakses tanggal 31 Januari 2022.
  4. 1 2 "Sejarah Perusahaan". PT Bank BTPN Syariah Tbk. Diakses tanggal 31 Januari 2022.
  5. Sejarah singkat Yayasan Purba Danarta
  6. Diskusi Ahli, Pemberdayaan dan Replikasi Aspek Finansial Usaha Kecil di Indonesia
  7. Mencari dan Menemukan Tuhan dalam Segala: Usaha Menemukan Spiritualitas Awam
  8. Indonesia Banking Directory
  9. Kisah TP Rachmat Dapat Untung Besar di Bank Purba
  10. T.P. Rachmat on Excellence (SC)
  11. Bank sahabat bersiap ganti nama
  12. BTPN Akuisisi 70% Saham Bank Sahabat
  13. BTPN Syariah Resmi Beroperasi
  14. BTPN Syariah mulai beroperasi 21 Juli 2014
  15. "BTPN Syariah mencatat pertumbuhan laba 16,6 persen jadi Rp644 miliar". ANTARA News. 25 Juli 2025. Diakses tanggal 27 Juli 2026.

Pranala luar

Bank sentral: Bank Indonesia
Sistem konvensional
Bank BUMN
Bank Pembangunan Daerah
Bank swasta
Bank Allo ·Bank Amar ·Bank ANZ Indonesia ·Bank Artha Graha Internasional ·Bank BNP Paribas Indonesia ·Bank Bumi Arta ·Bank Capital ·Bank CCB Indonesia ·Bank Central Asia ·Bank CIMB Niaga ·Bank CTBC Indonesia ·Bank Danamon ·Bank Digital BCA ·Bank DBS Indonesia ·Bank Ganesha ·Bank Hana Indonesia ·Bank HSBC Indonesia ·Bank IBK Indonesia ·Bank ICBC Indonesia ·Bank Ina ·Bank Index ·Bank Jago ·Bank J Trust Indonesia ·Bank KB Indonesia ·Bank Kasikorn Indonesia ·Bank Krom ·Bank Mayapada ·Bank Maybank Indonesia ·Bank Mega ·Bank Mestika ·Bank Mizuho Indonesia ·Bank MNC ·Bank Multiarta Sentosa ·Bank Nobu ·Bank Neo Commerce ·Bank OCBC Indonesia ·Bank of India Indonesia ·Bank OK! Indonesia ·Bank Panin ·Bank Permata ·Bank QNB Indonesia ·Bank Resona Perdania ·Bank Saqu Indonesia ·Bank Sahabat Sampoerna ·Bank SBI Indonesia ·Bank Seabank Indonesia ·Bank Shinhan Indonesia ·Bank Sinarmas ·Bank SMBC Indonesia ·Bank Superbank ·Bank UOB Indonesia ·Bank Victoria ·Bank Woori Saudara
Kantor cabang bank asing
Sistem syariah
Bank syariah BUMN
Bank syariah daerah
Bank syariah swasta
Unit usaha syariah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan