Minggu, 11 Oktober 2026
07:22 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Bank Nationalnobu

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
Bank Nationalnobu
Nama sebelumnyaPT Alfindo Sejahtera Bank (1990)
PT Bank Alfindo (1990–2008)
PT Bank First Union (2008)[1]
BEI: NOBU
IndustriJasa keuangan
PendiriAlfi Gunawan
Kantor pusat
Indonesia Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Produk
PendapatanKenaikan Rp 1,13 triliun (2025)[2]
Kenaikan Rp 481,32 miliar (2025)[2]
Total asetKenaikan Rp 41,21 triliun (2025)[2]
Total ekuitasKenaikan Rp 4,18 triliun (2025)[2]
PemilikLippo Group (38,92%)
Hanwha Life Insurance (40%)
Jumlah karyawan
1.199 (2025)[2]
Situs webwww.nobubank.com Sunting ini di Wikidata

PT Bank Nationalnobu Tbk (atau lebih dikenal sebagai Nobu Bank) adalah sebuah bank swasta devisa di Indonesia yang berkantor pusat di Lippo Village, Tangerang, Banten. Bank ini merupakan bagian dari Grup Lippo. Didirikan pada tahun 1990, hingga akhir tahun 2025 bank menengah ini memiliki 42 kantor cabang, 71 kantor cabang pembantu, dan 202 ATM yang berlokasi di berbagai daerah di Indonesia.[2]

Sejarah

Awal beroperasi

Sebagai salah satu bank pasca-Pakto 88, PT Bank Nationalnobu Tbk awalnya didirikan pada 13 Februari 1990 dengan nama PT Alfindo Sejahtera Bank, yang sedikit dimodifikasi menjadi PT Alfindo Bank di tanggal 14 Juli 1990.[1] Alfindo Bank selanjutnya memulai operasionalnya sebagai bank umum non-devisa pada 16 Agustus 1990 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 949/KMK.013/1990.[2] Sesuai namanya, Bank Alfindo didirikan dan dimiliki oleh keluarga Alfi Gunawan yang lebih dikenal sebagai perintis bisnis air minum merek Ades. Mayoritas sahamnya sendiri dikuasai oleh PT Gunawan Sejahtera (perusahaan keluarga Gunawan) dan Alfi secara pribadi.[1]

Sepanjang sejarahnya, Bank Alfindo lebih dikenal sebagai bank papan bawah, dimana pada tahun 2007 berkantor pusat di Jembatan Lima, Jakarta Barat dan hanya memiliki 3 kantor cabang di Jakarta. Dibandingkan bank swasta lainnya, aset bank ini pun dianggap sebagai salah satu yang terkecil dengan hanya mencapai Rp 19,4 miliar di akhir 2006.[3][4] Bank ini juga berkali-kali menghadapi berbagai tantangan. Seperti ketika krisis moneter 1998, Bank Alfindo sempat menghentikan sementara bisnisnya akibat kenaikan kredit macet dan suku bunga.[5] Masalah pelik kembali hadir ketika Bank Indonesia (BI) mulai menerapkan kebijakan Arsitektur Perbankan Indonesia, dimana Bank Alfindo justru mengalami penurunan aset.[6] Bank ini pun menempati posisi terbawah dari daftar bank yang memenuhi ketentuan modal inti Rp 80 miliar dari BI.[7]

Sulit memenuhi kebutuhan modal banknya, Alfi Gunawan selanjutnya mulai menawarkan saham Bank Alfindo kepada calon investor. Mulanya yang sempat menunjukkan ketertarikan adalah Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam.[8] Belakangan, di awal 2008 muncul dua peminat lain yaitu raksasa perbankan Austria, Raiffeisen Bank International dan duo petinggi Pikko Group, Hendro Setiawan dan Nio Yantony.[1] (Sebagai informasi, Pikko dahulu pernah memiliki Bank Pikko dari 1996-2004 sebelum dimerger ke Bank Century).[9] Di tengah proses negosiasi itu, PT Bank Alfindo mengganti namanya menjadi PT Bank First Union (atau Bank Union) pada 16 April 2008.[10] Namun, nama baru itu hanya bertahan singkat, dengan digantikan nama saat ini, yaitu PT Bank Nationalnobu terhitung sejak 18 September 2008.[1]

Masuknya Grup Lippo

250px-Logo_Nobubank.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo lama Bank Nobu (2008-2026)

Setelah sempat terkatung-katung akibat masalah persyaratan investor, BI akhirnya mengeluarkan persetujuan akuisisi Bank Nobu pada Oktober 2010.[11] Secara mengejutkan, pendiri Grup Lippo Mochtar Riady tampil sebagai pemilik baru bank ini bersama Nio Yantony. Adapun Mochtar menggantikan posisi Hendro Setiawan. Berdasarkan kesepakatan yang diteken pada 4 Maret 2010, Alfi Gunawan setuju untuk menjual 60% saham Bank Nobu kepada PT Kharisma Buana Nusantara milik Mochtar, sedangkan 40%-nya menjadi milik Nio Yantony secara pribadi.[1] Proses akuisisi ini selesai dilakukan pada September 2010.[1][12] Akuisisi itu menandakan kembalinya Lippo Group ke dunia perbankan, setelah melepas kepergian Lippo Bank yang diambilalih pemerintah, lalu dijual ke Swissasia Global, yang kemudian dijual lagi ke Khazanah Nasional. Setelah dijual, Lippo Bank merger ke Bank CIMB Niaga pada tahun 2008.[13]

Menurut tokoh Lippo Group, Theo Sambuaga, Mochtar masuk ke Bank Nobu setelah ditawari oleh Nio secara pribadi. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menarik, ditambah keinginan membantu kebutuhan permodalan para usahawan dan reputasi Mochtar yang sudah dikenal luas, membuat Lippo Group yakin Bank Nobu bisa bertumbuh besar di tangan mereka.[14] Hal tersebut juga dibenarkan oleh Nio sendiri.[13] Keyakinan tersebut hadir di tengah kondisi Bank Nobu pra-akuisisi yang terbilang "menyedihkan", seperti pada suasana kantor cabang yang tidak menarik. Indikator keuangannya per kuartal-I 2010 pun menunjukkan kerugian Rp 12,6 miliar, dana pihak ketiga dan kreditnya masing-masing hanya Rp 23,8 miliar dan Rp 1,31 miliar, dan asetnya hanya Rp 111,5 miliar, meskipun modal intinya sudah memenuhi batas minimum.[15]

Pasca masuknya Lippo, Bank Nobu mulai berbenah sejak Januari 2011. Dengan berfokus dalam segmen ritel dan UMKM, Bank Nobu memulai pembukaan kantor cabang di banyak daerah, yang diperkirakan mencapai 15 kantor baru pertahun.[16] Pada akhir tahun 2011, kantor pusat Bank Nationalnobu pindah dari Jembatan Lima ke Graha Granadha di Jl. Jend. Sudirman, yang selanjutnya kembali pindah (hingga 2023) ke Plaza Semanggi Lt. UG dan 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 50, Jakarta. Nuansa kantor di lantai UG yang cerah dan transparan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung mal yang berlalu-lalang. Sesuai komitmen ke BI, Bank Nobu juga menambah permodalannya agar memenuhi ketentuan.[12] Proses tersebut memperkuat posisi Lippo di bank ini, dengan kepemilikan sahamnya naik hingga 79,9%, sedangkan 20,10% sisanya masih dimiliki Nio Yantony.[1]

Lewat perbaikan dan ekspansi bisnis, kinerja Bank Nobu pun meningkat pesat. Jika di tahun 2011 asetnya hanya Rp 333,83 miliar, pada 2015 sudah meningkat pesat menjadi Rp 6,703 triliun. Demikian pula laba bersihnya pada 2011 hanya Rp 1,92 miliar, sudah melonjak menjadi Rp 18,21 miliar pada 2015. Kredit yang disalurkan juga sudah berlipat-lipat dari hanya Rp 162,77 miliar pada 2011 menjadi Rp 3,482 triliun pada 2015. Demikian pula dana pihak ketiga yang dihimpunnya sudah melonjak dari Rp 200,14 miliar menjadi Rp 4,801 triliun. Pada akhir 2012, Bank Nobu telah memiliki 38 kantor cabang,[1] yang terus bertambah menjadi 74 kantor yang tersebar di 38 kota di 26 provinsi di Indonesia di tahun 2014.[2]

Sesuai rencana yang sudah disiapkan sebelumnya, pada 20 Mei 2013 Bank Nobu melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan melepas 52% sahamnya ke masyarakat dengan harga Rp 375/lembar.[1][17] Pemegang saham bank ini setelah IPO meliputi PT Kharisma Buana Nusantara (atau Mochtar Riady) 24,12%, Nio Yantony 9,65%, PT Prima Cakrawala Sentosa 5,08%, PT Lippo General Insurance Tbk 5,08%, dan PT Putera Mulia Indonesia 4,06%, sisanya publik.[18] Belakangan, kepemilikan Bank Nobu sepenuhnya dikuasai oleh Lippo, pasca Nio Yantony menjual sahamnya yang tersisa (9,01%) di tanggal 7 Juni 2018.[19]

Setahun pasca-IPO, yaitu pada 21 November 2014, Bank Nobu resmi menjadi bank devisa, yang bisnisnya mulai dijalankan sejak Februari 2015. Bank Nobu kemudian terus mengembangkan layanan maupun produk baru, seperti corporate internet banking, mobile banking dan e-money pada 2015, laku pandai Nobu Bank 88 dan dompet elektronik Nobu ePay pada 2018, ditambah proses digitalisasi sepanjang 2019 hingga 2022, seperti penerapan QRIS dan pembaruan aplikasi Nobu Neo.[2]

Rencana merger dan akuisisi oleh Hanwha

Secara mengejutkan, pada Maret 2023, Bank Nobu mengumumkan rencana merger dengan Bank MNC Internasional milik konglomerat lain, Hary Tanoesoedibjo. Isu merger yang juga diiyakan pihak Otoritas Jasa Keuangan ini lebih ditujukan untuk meningkatkan modal bank hasil konsolidasi agar naik kelas, mengingat kedua bank sudah mampu memenuhi modal inti Rp 3 triliun yang dipersyaratkan OJK.[20] Menurut OJK, konsolidasi ini akan menguntungkan mengingat bank hasil merger akan disokong pemodal yang sama-sama kuat, dengan target selesai di bulan Juni 2023.[21] Namun, sampai bulan September 2023, rencana merger ini tidak kunjung terlaksana. Sempat pada Mei 2024 isu tersebut kembali menghangat ketika Grup MNC (lewat PT MNC Land Tbk) dan Grup Lippo (lewat PT Prima Cakrawala Sentosa) saling membeli 10% saham antar kedua bank milik mereka. Namun, setahun kemudian, kedua belah pihak resmi melepas kembali saham masing-masing.[22] Akhirnya, pada 22 November 2025, OJK resmi mengumumkan pembatalan merger Nobu Bank dan MNC Bank, dengan syarat keduanya tetap memperkuat permodalan.[23]

Gagal menggandeng MNC, keluarga Riady justru berhasil menarik investor asing yaitu raksasa asuransi jiwa asal Korea Selatan, Hanwha Life Insurance Co. Ltd. (yang juga sudah memiliki usaha di Indonesia). Setelah pada April 2023 sukses menguasai 62% saham asuransi umum PT Lippo General Insurance Tbk, pada 1 Juli 2025 Hanwha ikut membeli 40% saham PT Bank Nobu Tbk senilai Rp 3,79 triliun.[24] Pengakuisisian ini seiring adanya kerjasama antara Hanwha dan Lippo Group dan perjanjian akuisisi yang diteken pada 3 Mei 2024.[25] Setelah akuisisi itu, Bank Nobu dan Hanwha Life Insurance Indonesia berusaha bersinergi, seperti dalam pemasaran produk bancassurance.[26] Kini, Nobu Bank bisa dikatakan merupakan joint venture antara Lippo Group dan Hanwha Group.

Pada tanggal 15 Juni 2026, Nobu Bank resmi memperkenalkan logo barunya ke masyarakat. Berbeda dengan logo lama yang didominasi warna merah, logo kali ini menggunakan warna hijau yang dominan dan terkesan modern. Logo tersebut digambarkan seperti kapsul "N" yang melambangkan pemenuhan kebutuhan nasabah dan pemanfaatan teknologi yang mempermudah penggunanya. Sedangkan tulisan "nobu" dibuat lowercase sebagai tanda kedekatan dan fleksibilitas.[27]

Struktur kepemilikan

Berikut struktur kepemilikan dari Bank Nationalnobu per 31 Desember 2025:[28]

No.Pemegang SahamKepemilikan
1Hanwha Life Insurance Co. Ltd.40,00%
2PT Prima Cakrawala Sentosa20,87%
3PT Matahari Department Store Tbk9,74%
5PT Star Pacific Tbk8,31%
6OCBC Securities Pte. Ltd.6,90%
7Masyarakat (masing-masing <5%)13,18%

Produk dan layanan

  • Laku Pandai
  • Nobu Debit Mastercard
  • Nobu Savings
  • Nobu Junior
  • Nobu Payroll
  • Nobu Savings Plan
  • Savings Plus By Nobu
  • Nobu Deposits
  • Nobu Giro
  • Nobu Savings Dollar
  • Nobu Deposits Dollar
  • Nobu Giro Dollar
  • Nobu Savings & Investment Plan (NSIP), tabungan rencana dan reksa dana
  • Agen Penjual Reksa Dana
  • Bancassurance
  • Nobu Loan
    • Kredit Modal Kerja (pinjaman rekening koran, demand loan)
    • Kredit Investasi (pinjaman tetap angsuran)
    • Kredit Usaha Rakyat (KUR)
    • Kredit Konsumsi (KPR, KPM)
  • Nobu Card
  • Nobu Direct
  • Nobu www.banking
  • Nobu Virtual Account
  • Nobu e-Money
  • Nobu Link
  • Nobu ePay
  • Nobu QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)
  • Nobu Mobile

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Prospektus NOBU, 2014
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Nationalnobu Tbk. Diakses tanggal 21 Januari 2022.
  3. ↑ Indonesia Banking Directory
  4. ↑ Selected Papers from the Asia-Pacific Conference on Economics & Finance (APEF 2016)
  5. ↑ Tempo interaktif
  6. ↑ Dunia EKUIN dan PERBANKAN
  7. ↑ Artikel: Lippo siap besarkan Bank Nobu di detik.com
  8. ↑ Indonesia Bank Directory
  9. ↑ Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 9,Masalah 15-16
  10. ↑ Announcement from IDX NOBU
  11. ↑ BI sudah keluarkan izin akuisisi Bank NationalNobu
  12. 1 2 Lippo Akan Suntik Modal Bank Nobu
  13. 1 2 Lippo Group Kuasai Saham Nobu Bank
  14. ↑ Lippo Group Gandeng Petinggi Pikko Kuasai Nobu Bank
  15. ↑ Mengintip Kondisi Bank Nobu 'Mainan' Baru Mochtar Riady
  16. ↑ Lippo Siapkan 15 Kantor Cabang Bank Nobu
  17. ↑ Suara Pembaruan - IPO,Bank Nobu Genjot Kredit UKM[pranala nonaktif permanen]
  18. ↑ Inilah.com - Pasar Modal - Bank National Nobu dapat kode bursa NOBU
  19. ↑ Jual Saham ke James Riady, Bos Pikko Cabut dari Bank Nobu
  20. ↑ NOBU dan Bank MNC resmi umumkan merger
  21. ↑ OJK Beberkan Rencana Merger Bank Nobu (NOBU) dan Bank MNC (BABP)
  22. ↑ Merger Batal, NOBU dan KPIG Kembali Tukar Guling Saham
  23. ↑ Lika Liku Rencana Merger MNC Bank dan NOBU hingga Berujung Pisah Jalan
  24. ↑ Bukan Sama MNC, Nobu Bank Umumkan Diakuisisi Hanwha
  25. ↑ OJK belum terima pengajuan tertulis akuisisi Bank Nobu oleh Hanwha
  26. ↑ Hanwha Life dan Nobu Bank Perkuat Kemitraan Strategis Bancassurance
  27. ↑ Nobu Bank Level Up — Ini Bukan Sekadar Logo Baru
  28. ↑ "Struktur Kepemilikan". Nobu Bank. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.

Pranala luar

Bank sentral: Bank Indonesia
Sistem konvensional
Bank BUMN
Bank Pembangunan Daerah
Bank swasta
Bank Allo ·Bank Amar ·Bank ANZ Indonesia ·Bank Artha Graha Internasional ·Bank BNP Paribas Indonesia ·Bank Bumi Arta ·Bank Capital ·Bank CCB Indonesia ·Bank Central Asia ·Bank CIMB Niaga ·Bank CTBC Indonesia ·Bank Danamon ·Bank Digital BCA ·Bank DBS Indonesia ·Bank Ganesha ·Bank Hana Indonesia ·Bank HSBC Indonesia ·Bank IBK Indonesia ·Bank ICBC Indonesia ·Bank Ina ·Bank Index ·Bank Jago ·Bank J Trust Indonesia ·Bank KB Indonesia ·Bank Kasikorn Indonesia ·Bank Krom ·Bank Mayapada ·Bank Maybank Indonesia ·Bank Mega ·Bank Mestika ·Bank Mizuho Indonesia ·Bank MNC ·Bank Multiarta Sentosa ·Bank Nobu ·Bank Neo Commerce ·Bank OCBC Indonesia ·Bank of India Indonesia ·Bank OK! Indonesia ·Bank Panin ·Bank Permata ·Bank QNB Indonesia ·Bank Resona Perdania ·Bank Saqu Indonesia ·Bank Sahabat Sampoerna ·Bank SBI Indonesia ·Bank Seabank Indonesia ·Bank Shinhan Indonesia ·Bank Sinarmas ·Bank SMBC Indonesia ·Bank Superbank ·Bank UOB Indonesia ·Bank Victoria ·Bank Woori Saudara
Kantor cabang bank asing
Sistem syariah
Bank syariah BUMN
Bank syariah daerah
Bank syariah swasta
Unit usaha syariah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan