| Nama sebelumnya | PT Bank Artos Indonesia Tbk (1992–2020) |
|---|---|
| Jenis | Perseroan terbatas publik |
| BEI: ARTO | |
| IndustrI | Jasa keuangan |
| Pendiri | Keluarga Arto Hardy |
| Kantor pusat | |
Wilayah yang dilayani | Indonesia |
Tokoh kunci | Arief Harris Tandjung (Direktur Utama) Jerry Ng (Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Layanan |
|
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (29,81%) Gopay (21,40%) Wealth Track Technology Ltd. (11,68%) |
Jumlah karyawan | 596 (2025)[1] |
| Situs web | www.bankartos.co.id |
PT Bank Jago Tbk adalah sebuah bank swasta devisa yang berkantor pusat di Jakarta. Awalnya beroperasi sebagai bank tradisional dengan nama Bank Artos, sejak 2021 bank ini berfokus pada perbankan digital baik secara konvensional atau syariah. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, Bank Jago memiliki 3 kantor cabang, 2 kantor cabang pembantu, 1 kantor cabang syariah, dan 5 ATM yang tersebar di sejumlah kota di Pulau Jawa.[1][2]
Sejarah
Bank Artos Indonesia

Pada mulanya PT Bank Jago Tbk berdiri dengan nama PT Bank Artos Indonesia pada 1 Mei 1992 yang berbasis di Kota Bandung, Jawa Barat. Bank Artos selanjutnya memulai operasionalnya sebagai bank swasta non-devisa mulai 12 Desember 1992.[1] Sama seperti kebanyakan bank yang lahir pasca-Pakto 88, bank ini lahir sebagai ekspansi bisnis keluarga pengusaha Arto Hardy. Keluarga ini dikenal sebagai pemain utama di bisnis tekstil dan alas kaki di Jawa Barat,[3] seperti lewat PT Artostex, PT Polyfin Canggih dan PT Asiasport.[4]
Mengingat lokasi bisnis keluarga Hardy tersebut, mulanya Bank Artos memfokuskan operasionalnya di Bandung, yaitu di Jl. Kopo No. 28A-40, sebelum berpindah ke Jl. Otto Iskandardinata No. 18 sejak 1994. Baru pada 12 Februari 1996 bank ini membuka kantor cabang di Jakarta, yaitu di Jl. Suryopranoto 59.[5] Ditambah ekspansi selanjutnya, di tahun 2016 Bank Artos Indonesia memiliki 8 kantor cabang yang berlokasi di Bandung, Jakarta dan Tangerang.[6]
Sepanjang sejarahnya, Bank Artos lebih dikenal sebagai bank berskala kecil dengan target bisnis usaha kecil dan menengah. Per Juni 2015 saja, asetnya hanya mencapai Rp 730 miliar dan bermodal inti Rp 105 miliar.[6] Seiring kebutuhan permodalan, keluarga Hardy melepas sebagian saham mereka di bank ini lewat proses penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia. IPO pada 12 Januari 2016 itu melepas 20% saham dengan harga penawaran Rp 132/lembar.[7] Pada akhir 2019, Bank Artos tercatat memiliki aset Rp 1,32 triliun, kredit yang disalurkan sebesar Rp 285 miliar, dan merugi Rp 121 miliar.[8]
Menjadi Bank Jago
Kondisi keuangan yang kurang baik tersebut, ditambah kewajiban pemenuhan modal membuat keluarga Hardy (Arto Hardy, Lanny Miguna, Sinatra, William dan Lina Arto Hardy) akhirnya melepas sahamnya di Bank Artos. Mulanya, yang dikabarkan sebagai peminat adalah Bank Central Asia, yang ternyata hanya rumor semata.[9] Belakangan, saham keluarga tersebut dilepas kepada dua entitas, yaitu PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Ltd., Hong Kong. Pasca-transaksi senilai Rp 242,99 miliar pada 26 Desember 2019 ini,[10] kedua perusahaan masing-masing menguasai 37,65% dan 13,35% saham Bank Artos, sedangkan pemilik lama hanya tersisa 4,5%.[8] PT MEI dan Wealth Track merupakan besutan dua partner bisnis lama, yaitu bankir senior Jerry Ng dan investor kawakan Patrick Sugito Walujo. Keduanya dahulu pernah bekerjasama di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dimana Jerry sebelumnya menjabat direktur utama bank tersebut, sementara Patrick adalah salah satu pendiri Northstar Group yang pernah berinvestasi di BTPN sebelum diakuisisi oleh SMBC.[11]
Dalam suatu kesempatan, Jerry mengungkapkan Bank Artos dipilih sebagai target akuisisi karena model bisnis eksisting bank yang belum banyak mengadopsi teknologi, memiliki cakupan bisnis kecil, dan NPL yang minim. Hal ini tentunya memudahkan transformasi Bank Artos sesuai keinginan pemilik baru.[12] Berkeinginan melanjutkan legacy Jerry di BTPN dengan aplikasi Jenius, Bank Artos pun dirombak model bisnisnya menjadi bank digital yang berkolaborasi dengan ekosistem digital, khususnya di bidang transportasi, e-commerce, multifinance, startup, dan lainnya. Sebagai persiapan, Bank Artos kemudian mengganti jajaran manajemennya dengan memasukkan orang-orang eks-BTPN (termasuk direktur utama Kharim Siregar)[8] ditambah menggaet investor baru. Mereka adalah GoPay yang membeli 22,16% saham ARTO pada Desember 2020, disusul GIC (perusahaan investasi Singapura) yang mengakuisi 9,12% saham pada Maret 2021.[1]

Masuknya GoPay dan Northstar sempat memunculkan spekulasi bahwa Gojek dan pemegang saham lain berencana mengubah nama Bank Artos menjadi GoBank, dimana GoBank akan menjadi bank utama yang menangani bisnis dan transaksi aneka layanan Gojek.[13] Belakangan nama baru yang dipilih adalah Bank Jago, yang mulai digunakan sejak 6 Mei 2020.[1] Selain mengganti nama dari PT Bank Artos Indonesia Tbk menjadi PT Bank Jago Tbk, perusahaan juga memindahkan kantor pusatnya dari Bandung ke Jakarta (Menara BTPN Lt. 46).[14]
Setelah semua persiapan selesai, pada 15 April 2021 Bank Jago memperkenalkan aplikasi perbankan digitalnya kepada masyarakat. Produk tersebut diklaim mengusung cara pengelolaan keuangan yang simpel, kolaboratif dan inovatif dengan fokus life-centric. Beberapa fitur yang dihadirkan seperti adanya "kantong" yang menyimpan dana sesuai kebutuhan masing-masing, dan penerapan teknologi modern sehingga memperingan jalannya aplikasi.[15] Selanjutnya, pada bulan Juli 2021, kemitraan strategis dijalin dengan PT Bibit Tumbuh Bersama dan PT Stockbit Sekuritas Digital, yang memudahkan nasabah ketiga aplikasi untuk melakukan investasi di pasar modal, reksa dana dan obligasi.[16] Pada periode yang sama, bank memulai integrasi utama dengan aplikasi Gojek lewat kehadiran Kantong Jago sebagai salah satu metode pembayaran non-tunai di aplikasi tersebut.[2] Selain Bibit dan Gojek, Bank Jago ikut menjalin kerjasama dengan 19 partner lainnya.[17]
Dengan cepat, fitur-fitur dan integrasi/kerjasama diatas mampu mendongkrak nasabah Bank Jago dari hanya 110.000 per kuartal-II 2021 menjadi 1,4 juta di akhir 2021.[17] Antusiasme tersebut sukses meningkatkan penyaluran kredit dan penghimpunan dana perusahaan, begitu juga membalikan kondisi rugi menjadi laba Rp 86 miliar.[17] Tidak hanya dalam pengguna, harga saham ARTO pun meroket dari hanya ratusan rupiah menjadi Rp 18.200/lembar pada Juli 2021, yang membuat nama Jerry Ng sempat dimasukkan sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.[18]
Demi menjangkau nasabah yang lebih luas, Bank Jago kemudian hadir dengan fitur-fitur lain. Pada bulan September 2021, bank ini meluncurkan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk dapat melayani nasabahnya dengan prinsip syariah, yang produk perbankannya (Jago Syariah) hadir pada Januari 2024. Mereka juga menghadirkan fitur QRIS dan GoPay Tabungan (2023); kredit dana cepat (2025); kartu debit fisik dan digital; dan lainnya.[1] Selain itu, di akhir 2024 Bank Jago memperoleh status bank devisa,[19] yang membuat mereka bisa menghadirkan fitur "Kantong Valas".[20] Fitur lain yang sedang dijajaki untuk dikembangkan adalah investasi emas.[16]
Pada tahun 2025, Bank Jago tercatat memiliki 18,2 juta pengguna, yang meraup dana pihak ketiga hingga Rp 25,9 triliun. Adapun kredit yang disalurkan sebesar Rp 24,9 triliun.[20] Dengan kinerja yang meningkat pesat dibanding saat bernama Bank Artos, manajemennya mengklaim hal tersebut diperoleh tanpa strategi "bakar uang". Bisnis Bank Jago berjalan secara bertahap demi menjaga angka NPL yang rendah dan kondisi keuangan yang tetap meraih laba sehingga bisnisnya tetap sustainable.[21]
Manajemen
- Komisaris Utama: Jerry Ng
- Komisaris: Anita Faisal
- Komisaris Independen: Mahdi Syahbuddin
- Komisaris Independen: Arief Tarunakarya Surowidjojo
- Direktur Utama: Arief Harris Tandjung
- Direktur Kepatuhan: Tjit Siat Fun
- Direktur: Sonny Christian Joseph
- Direktur: Umakanth Ratna Pai
- Direktur: Supranoto Prajogo
- Direktur: Nicholas Tan Yanming
- Ketua Dewan Pengawas Syariah: Yulizar Djamaluddin Sanrego
- Anggota Dewan Pengawas Syariah: Muhammad Maksum
- Anggota Dewan Pengawas Syariah: Sutan Emir Hidayat[1]
Produk dan layanan

Fokus Bank Jago adalah menghadirkan produk dan layanan perbankan, baik secara konvensional maupun syariah, yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ritel, mass market, sampai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layanan aplikasi perbankan Bank Jago dirancang untuk dapat tertanam di berbagai ekosistem digital, serta dapat disesuaikan dan dipersonalisasi agar kompatibel dengan teknologi pelaku ekosistem dan kebutuhan masing-masing nasabah.[20]
Integrasi

Pada tahun 2024, Stockbit berkolaborasi dengan PT Bank Jago Tbk untuk meluncurkan RDN Jago Syariah, sebuah Rekening Dana Nasabah syariah berbasis digital, untuk memfasilitasi investasi saham syariah.[22] Diperkirakan pada Juli 2026 ada sekitar 3,6 juta nasabah Bank Jago yang terkoneksi dengan platform investasi Bibit dan Stockbit.[16]
Kantor
Bank ini berpusat di Jakarta, dan memiliki 5 kantor cabang di Jakarta (Mega Kuningan dan Kelapa Gading), Tangerang (Alam Sutera Konvensional/Syariah), Bandung dan Surabaya.[1]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Jago Tbk. Diakses tanggal 21 Juni 2025.
- 1 2 "Sejarah Perusahaan". PT Bank Jago Tbk. Diakses tanggal 18 Januari 2022.
- ↑ Bank Artos, Jadi GoBank atau Sekadar Investasi Patrick Walujo [pranala nonaktif]
- ↑ Informasi
- ↑ Sejarah Bank Artos
- 1 2 Prospektus ARTO 2016
- ↑ Listing di BEI, Harga Saham Tertinggi Bank Artos Rp150/Saham
- 1 2 3 Annual report ARTO 2019
- ↑ Rights issue Bank Artos bakal diserap oleh BCA?
- ↑ Akuisisi Bank Artos, Hadiah Natal Jerry Ng & Patrick Walujo
- ↑ Jerry Ng dan Sugito Walujo Resmi Akuisisi Bank Artos Rp 243 Miliar
- ↑ Alasan Pendiri Bank Jago Pilih Akuisisi Artos Jadi Bank Digital
- ↑ Soal Isu Bank Artos Jadi GoBank, Ini Kata Gojek
- ↑ Bank Artos Ganti Nama Menjadi Bank Jago
- ↑ Bank Jago Meluncurkan Aplikasi Digital Berbasis Life-Centric
- 1 2 3 Jurus Bank Jago Genjot Nasabah
- 1 2 3 Dari Hanya 500 ribuan, ARTO Kini Punya 1,4 Juta Nasabah
- ↑ Saham Bank Jago Rekor! Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 RI
- ↑ Dirut Bank Jago: Pertumbuhan Bisnis Tahun Ini Positif Mengejutkan
- 1 2 3 Memberi Manfaat Nyata bagi Nasabah, Bank Jago Konsisten Tumbuh di 2025
- ↑ Bank Jago Tumbuh Berkualitas Tanpa Bakar Uang
- ↑ Mediatama, Grahanusa (2024-08-28). "Bank Jago dan Bibit Luncurkan RDN Syariah Berbasis Digital Pertama di Indonesia". kontan.co.id. Diakses tanggal 2025-08-31.
Pranala luar
- (Indonesia) Situs Resmi