Minggu, 20 September 2026
13:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Mega Kuningan

Mega Kuningan

kawasan sentral di Indonesia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Mega Kuningan"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Distrik bisnis pusat in Jakarta Selatan, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Distrik bisnis pusat in Jakarta Selatan, Indonesia
Mega Kuningan
Gedung-gedung di kawasan Mega Kuningan (sebelah kiri foto) terlihat dari Jalan HR Rasuna Said
Gedung-gedung di kawasan Mega Kuningan (sebelah kiri foto) terlihat dari Jalan HR Rasuna Said
Koordinat: 6°13′51″S 106°49′32″E / 6.230730°S 106.825680°E / -6.230730; 106.825680
Negara Indonesia
KotaJakarta Selatan
ProvinsiDKI Jakarta
Dinamai berdasarkanKabupaten Kuningan
Luas
  Total0,54 km2 (0,21 sq mi)
Bahasa
  ResmiIndonesia
Inggris
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)

Mega Kuningan adalah sebuah kawasan bisnis dengan konsep pengembangan terintegrasi yang terletak di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.[1] Mega Kuningan dikelilingi oleh beberapa jalan protokol Jakarta (Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio), dan berada di dalam kawasan Segitiga Emas Jakarta.[2]

Mega Kuningan dikembangkan sebagai sebuah kawasan bisnis dan diplomatik terintegrasi yang dilengkapi infrastruktur dan jaringan utilitas berstandar internasional. Selain properti komersial, juga ada beberapa kedutaan besar negara sahabat yang terletak di sini. Mega Kuningan terbagi menjadi delapan blok, yang dibagi lagi menjadi 44 subblok.[3]

Sejarah

250px-Mega_Kuningan_Jakarta_%282025%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mega Kuningan.

Kawasan ini memulai sejarahnya pada tahun 1990, saat Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mendapat modal dari pemerintah berupa lahan seluas 311.930 meter persegi di Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang sebelumnya dikelola oleh Departemen Keuangan RI.[4] RNI kemudian mendirikan sebuah perusahaan patungan bersama PT Abadi Guna Papan untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi kawasan ini.[5] Peternakan sapi yang berada di atas lahan tersebut pun dipindah ke lahan lain di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur yang juga diserahkan oleh pemerintah ke RNI.

Bangunan penting

Kedutaan besar Tiongkok, Kuwait, Mongolia, Pakistan, Qatar, dan Thailand untuk Indonesia terletak di kawasan ini. Selain kedutaan-kedutaan besar, juga terdapat Ciputra World Jakarta dan gedung-gedung yang menjadi kantor dari beberapa perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Bangunan penting di Mega Kuningan antara lain:[6]

Akses

Kawasan Mega Kuningan dapat diakses dari gerbang utama di Jalan Profesor Dr. Satrio di sebelah utara dan dari Jalan HR Rasuna Said di sebelah timur.

Transportasi

Jalur Bus

Transjakarta

250px-Kuningan_Timur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Patra_Kuningan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Kuningan Timur (atas) dan halte Patra Kuningan di Jalan HR Rasuna Said di sebelah timur kawasan Mega Kuningan

Kawasan Mega Kuningan dapat dijangkau dengan berbagai moda transportasi, seperti Transjakarta yang melewati Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Profesor Dr. Satrio. Berikut adalah rute Transjakarta yang melewati kawasan di sekitar Mega Kuningan:

Bus Lainnya

  • Mikrolet M44 Kampung Melayu-Karet (via Tebet - Casablanca - Prof. dr. Satrio)
  • Sinar Jaya AC149 Tanah Abang-Bekasi (via KH Mas Mansyur - Prof. dr. Satrio - Kp. Melayu - UKI - Bulak Kapal)

Jalur Kereta Api

250px-Kuningan_LRT_Jabodebek_station_2022-07.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun LRT Kuningan adalah satu satunya stasiun pemberhentian LRT Jabodebek yang terletak dekat dengan kawasan Mega Kuningan

Insiden

Kawasan ini terdampak Pengeboman Hotel Marriott 2003 dan Pengeboman JW Marriott - Ritz-Carlton 2009.[8][9]

Galeri

  • Kantor Taman A9
    Kantor Taman A9
  • Kantor Taman E3.3
    Kantor Taman E3.3

Lihat juga

Referensi

  1. "Condoms, underwear clog sewer in embassy district". The Jakarta Post. Diakses tanggal 19 Juli 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Foreign developers eye local prospects". The Jakarta Post. Diakses tanggal 10 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Pengembang Jepang Incar Mega Kuningan". Kompas. Diakses tanggal 10 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 1990" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 23 Oktober 2021.
  5. "Laporan Tahunan" (PDF). rni.co.id. Rajawali Nusantara Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-08-31. Diakses tanggal 31 Agustus 2021.
  6. "Persaingan Superblok di Mega Kuningan Makin Sengit". Kompas. Diakses tanggal 10 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Jelang 2019, Tokyu Land Rilis Proyek Rp 2,2 Triliun di Mega Kuningan". Kompas. Diakses tanggal 10 Juni 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "FACTBOX: Five facts about Islamic militant Noordin Top | International". Reuters. 2008-12-05. Diakses tanggal 2019-06-10.
  9. "Sydney Morning Herald". Smh.com.au. 2009-09-18. Diakses tanggal 2019-06-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan