Selasa, 03 November 2026
21:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Segitiga Emas Jakarta

Segitiga Emas Jakarta

kawasan sentral di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Segitiga Emas Jakarta" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2022)

Segitiga Emas Jakarta adalah sebuah daerah berbentuk segitiga imajiner yang terletak di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia yang membentang dari Jakarta Pusat hingga Jakarta Selatan. Sebagian besar aktivitas bisnis, keuangan, dan diplomatik terjadi di daerah yang juga merupakan pusat kota ini. Daerah tersebut merupakan distrik bisnis pusat terbesar di Jakarta, dengan sebagian besar gedung pencakar langit tertinggi di Jakarta berada di sini.[1] Segitiga ini dibentuk oleh beberapa jalan utama Jakarta, yakni Jalan M. H. Thamrin (Jembatan Dukuh Atas s.d. Bundaran Arjuna Wijaya)-Jalan Jenderal Sudirman (Jembatan Dukuh Atas s.d. Bundaran Patung Pemuda Membangun), Jalan H. R. Rasuna Said (Jembatan Menteng s.d. Persimpangan Kuningan), dan Jalan Jenderal Gatot Subroto (Simpang Susun Semanggi s.d. Persimpangan Patung Pancoran).

960px-Jakarta_CBD_from_South_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan panorama gedung-gedung pencakar langit di kawasan Segitiga Emas Jakarta

Ada beberapa kawasan bangunan komersial terpadu di kawasan ini, seperti Sudirman Central Business District (45 hektar), Mega Kuningan (54 hektar), Rasuna Epicentrum (53.6 hektar) dan Kuningan Persada (17 hektar).[2] Segitiga Emas Jakarta adalah salah satu distrik bisnis pusat yang paling cepat berkembang di kawasan Asia-Pasifik.[3]

Sejarah dan Geografi

250px-Thamrin_Road_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan M.H Thamrin
250px-Sudirman_Road_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan Jenderal Sudirman

Selama tahun 1960-1965, perkembangan DKI Jakarta berubah drastis sejak Presiden RI yang pertama, Soekarno, yang sekaligus merupakan seorang arsitek dan perencana kota, membangun ulang Jakarta menjadi ibu kota negara yang modern yang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi "mercusuar" dari sebuah bangsa baru yang kuat.[4] Selama tahun 1950-an, poros perkembangan Jakarta diperluas ke arah selatan dari Medan Merdeka menuju Kebayoran Baru sebagai pusat kota Jakarta, menggantikan poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara yang sudah berkembang pesat sejak Abad ke-18.

Sejumlah proyek infrastruktur terkenal dari Soekarno selama paruh pertama tahun 1960-an adalah pembangunan jalan raya yang lebar, seperti Jalan M. H. Thamrin, Jalan Gatot Subroto, dan Jembatan Semanggi. Jalan HR. Rasuna Said dibangun pada tahun 1970-an dan disaat yang bersamaan, Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto membentuk formasi Segitiga Emas. Selama periode tersebut, pembangunan dimulai dari sebelah utara Jembatan Semanggi di Jalan Jendral Sudirman.

Penggunaan istilah segitiga emas untuk distrik bisnis pusat (CBD) Jakarta dipopulerkan pada tahun 1990-an.[2] Tiga titik yang membentuk area segitiga emas adalah:

Segitiga Emas Jakarta memiliki sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan M. H. Thamrin, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan K.H Mas Mansyur, dan Jalan Satrio. Secara administratif, kawasan Segitiga Emas terletak di Kecamatan Menteng dan Tanah Abang di Jakarta Pusat, serta Kecamatan Setiabudi, Kebayoran Baru, dan Mampang Prapatan di Jakarta Selatan.

Kawasan-kawasan Penting

250px-Jalan_Gatot_Subroto_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Gatot_Subroto_%28Gatsu%29_-_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan Jendral Gatot Subroto dengan Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta, ruas Cawang-Pluit.

Banyak pusat komersial yang telah dikembangkan secara bertahap sebagai klaster dalam kawasan Segitiga Emas Jakarta, seperti Bundaran Hotel Indonesia, Sudirman Central Business District (SCBD), dan Mega Kuningan. Sebagian besar gedung pencakar langit di Jakarta terletak di kawasan ini.

Transportasi

250px-Bis_Transjakarta_melewati_halte_Bundaran_Senayan_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Jakarta_MRT_Setiabudi_Station_Platform.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Kereta_Rel_Listrik_seri_TM_6000..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Railink_EA203_passing_Sudirman_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-LRTJabodebekDutasPlatform.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai macam moda transportasi umum yang melayani kawasan Segitiga Emas Jakarta. Dari atas ke bawah: Transjakarta, MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan LRT Jabodebek.

Kawasan Segitiga Emas Jakarta dilayani oleh layanan bus raya terpadu Transjakarta Koridor 1, 6, dan 9. Banyak rute yang dioperasikan oleh bus kota Transjakarta melalui operator bus yang bekerjasama dengan PT Transportasi Jakarta. Stasiun Sudirman, Cikini, dan Gondangdia adalah salah satu stasiun Commuter Line yang terletak di kawasan Segitiga Emas. Terdapat Stasiun Sudirman Baru (BNI City) sebagai pemberhentian keretea bandara Kereta Bandara Soekarno-Hatta. MRT Jakarta Lin Utara-Selatan juga melewati kawasan ini dengan 6 stasiun bawah tanah di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Kawasan ini juga dilayani oleh LRT Jabodebek Lin Cibubur dan Lin Bekasi. Berikut adalah daftar layanan transportasi publik yang melayani kawasan Segitiga Emas:

Angkutan Darat

Angkutan Rel

Galeri

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Segitiga Emas Jakarta Tetap Primadona". Kompas. Diakses tanggal 2017-08-10.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kaliMore than one of |work= dan |newspaper= specified (bantuan)
  2. 1 2 "Segitiga Emas Jakarta Tetap Jadi Patokan Kawasan Perkantoran". Detik. Diakses tanggal 2017-06-20.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kaliMore than one of |work= dan |newspaper= specified (bantuan)
  3. ↑ "Where are the fastest evolving Central Business Districts in Asia Pacific?". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-09. Diakses tanggal 2017-06-20.
  4. ↑ Post, The Jakarta. "Sukarno's vision of a modern capital". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-05-28.{{cite web}}: C1 control karakter dalam |title= pada posisi 9
Ikon rintisan

Artikel bertopik Jakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan