Rabu, 21 Oktober 2026
06:27 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Wisma Nusantara

Wisma Nusantara

gedung pencakar langit di Indonesia

Bagikan:
Gedung perkantoan in DKI Jakarta, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Gedung perkantoan in DKI Jakarta, Indonesia
Wisma Nusantara
330px-Wisma_Nusantara_%282025%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wisma Nusantara bersebelahan dengan Hotel Pullman.
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Wisma_Nusantara&revid=29895021&groups=_028ee282c925e78df6e1abf02d20c1a9d024c5f5&parser=parsoid
Peta interaktif area Wisma Nusantara
Rekor tinggi
Tertinggi di Indonesia sejak 1972[1] hingga 1983[2][I]
DidahuluiGedung Sarinah
DigantikanGraha Mandiri
Informasi umum
StatusSelesai
JenisGedung perkantoan
Gaya arsitekturGaya Internasional
LokasiJakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia
AlamatJl. M.H. Thamrin No. 59, Jakarta 10350
Koordinat6°11′38″S 106°49′25″E / 6.193962°S 106.823673°E / -6.193962; 106.823673
Mulai dibangun1963
Diresmikan2 Desember 1972
PemilikPT Wisma Nusantara International
Tinggi117 m (384 ft)
Data teknis
Jumlah lantai30[3]
Luas lantai25.386 m2 (273.250 sq ft)[3]
Lift4 unit pada lantai ke-13 sampai ke-28, 3 unit pada lantai dasar sampai ke-13 floor[3]
Desain dan konstruksi
Kontraktor utamaMitsui Construction Co.
250px-Jalan_MH_Thamrin_Menteng%2C_Jakarta_Pusat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wisma Nusantara dari kejauhan

Wisma Nusantara adalah sebuah gedung perkantoran yang terletak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Indonesia. Dibangun pada tahun 1963, Wisma Nusantara merupakan gedung pencakar langit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara[4] yang mencapai ketinggian 100 meter. Bangunan tersebut berada di satu kompleks dengan Hotel Pullman.

Sejarah

Pembangunan Wisma Nusantara diawali dari gagasan Presiden Soekarno untuk membangun gedung pencakar langit pertama di Jakarta. Kontrak pertama lalu diteken pada tahun 1963 dengan nilai sebesar $5,7 juta[5] menggunakan pampasan perang dari Jepang dan gedung ini pun mulai dibangun pada tahun yang sama. Namun, penurunan nilai rupiah serta upaya kudeta kemudian menunda pembangunan Wisma Nusantara. Akibat kehabisan dana, gedung ini tidak dapat diselesaikan dan hanya berupa kerangka baja selama sekitar lima tahun.[5][6]

Pembangunan lalu dilanjutkan oleh Mitsui Construction Co. pada tahun 1972 setelah kontrak diperbarui. Wiratman Wangsadinata, pendiri dari PT. Wiratman & Associates, kemudian dipilih sebagai pengawas proyek ini pada tahun 1970. Gedung ini akhirnya selesai dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 2 Desember pada tahun yang sama, bersama dengan peresmian President Hotel (kini Pullman Hotel).[4] Sebagai bagian dari kesepakatan, sebanyak 55% saham pengelola gedung ini dipegang oleh Mitsui, sementara pemerintah Indonesia memegang sisanya.[4] Karena biaya sewa yang tinggi, gedung ini pun hanya disewa oleh perusahaan-perusahaan asal Jepang selama beberapa tahun. Akibatnya, gedung ini memicu antipati dari masyarakat Indonesia.[5] Pada suatu waktu, papan nama Suzuki berukuran besar juga pernah terpasang di puncak gedung ini. Sebuah film Indonesia yang disutradarai oleh Sjumandjaja, Budak Nafsu (1984), menampilkan adegan wanita muda yang diperkosa dan dijadikan selir bagi Jepang pada masa perang serta kehilangan gairah hidup, berjalan di Jakarta serta dikelilingi oleh papan-papan neon perusahaan-perusahaan Jepang di Jalan M.H. Thamrin, yang dengan jelas menunjukkan sikap sentimen terhadap Jepang di Indonesia pada saat itu.[5]

Renovasi besar pertama dilakukan pada tahun 1990 oleh JICA. Jembatan penghubung antara gedung perkantoran Wisma Nusantara dengan hotel (saat itu bernama Nikko Hotel) dibangun pada tahun 2002. Pada tahun 2003, Nikko Hotel diperluas dengan penambahan berupa menara berlantai sebelas yang menyediakan kamar-kamar mewah di sebelah utara kompleks Wisma Nusantara. Menara hotel ini dibangun oleh Kenzo Tange International. Pada tahun 2005, Gedung Annex selesai dibangun untuk mengakomodasi parkir.

Rancangan

Wisma Nusantara dianggap sebagai gedung pencakar langit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang mencapai ketinggian di atas 100 meter. Gedung ini juga merupakan purwarupa gedung tahan gempa generasi kedua bagi pencakar langit di Jepang. Baja berkualitas tinggi yang diimpor dari Jepang digunakan sebagai penyangga utama dari gedung ini. Wisma Nusantara menggunakan pondasi sumuran untuk menjaga gedung tetap stabil saat terjadinya gempa bumi.[4]

Referensi

  1. ↑ Haryanti, Rosiana (10 September 2018). Alexander, Hilda B (ed.). "Cerita 3 Pencakar Langit Pertama di Indonesia". Kompas.com. Diakses tanggal 7 Maret 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Prihatin, Intan Umbari (20 Maret 2017). "Puncak langit Jakarta, dari Sarinah ke Gama Tower". Merdeka.com. Diakses tanggal 7 Maret 2021.
  3. 1 2 3 "Wisma Nusantara - Building Information - Facilities". Wisma Nusantara. PT. Wisma Nusantara International. 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-06-16. Diakses tanggal 18 Januari, 2017. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 3 4 "Wisma Nusantara - history". Wisma Nusantara. PR. Wisma Nusantara International. 2014. Diakses tanggal 18 Januari, 2017.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. 1 2 3 4 Miyake 2006, hlm. 6.
  6. ↑ Merrillees 2015, hlm. 105.

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan