Senin, 02 November 2026
00:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bank Saqu Indonesia

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
Bank Saqu Indonesia
Nama sebelumnyaPT Bank Pasar Warga Grogol (1971–1975)
PT Bank Pasar Warga Gembira (1975–1978)
PT Bank Pasar Jasa Jakarta (1978–1989)
PT Bank Jasa Jakarta (1989–2025)
IndustriJasa keuangan
Tokoh kunci
Leka Madiadipura
(Plt. Direktur Utama)
Suparno Djasmin
(Komisaris Utama)
Layanan
PendapatanKenaikanRp 933,88 miliar (2025)[1]
KenaikanRp -177,77 miliar (2025)[1]
Total asetKenaikanRp 15,38 triliun (2025)[1]
Total ekuitasKenaikanRp 6,45 triliun (2025)[1]
Jumlah karyawan
396 (2025)[1]
IndukPT Sedaya Multi Investama (49,62%)
WeLab Sky Ltd. (49,62%)
PT Widya Raharja Dharma (0,76%)[1]

Bank Saqu Indonesia (sebelumnya bernama Bank Jasa Jakarta) merupakan sebuah bank swasta non-devisa yang fokus melayani segmen ritel dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan kantor pusat di Jakarta. Bank ini dimiliki secara patungan oleh Astra Financial dengan WeLab.

Selain menjalankan bisnisnya secara tradisional (menggunakan kantor cabang), awalnya Bank Saqu dikenal lewat salah satu layanan perbankan digital PT Bank Jasa Jakarta yang bertujuan untuk memberikan tambahan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi bagi nasabah. Namun sejak Mei 2025 nama perusahaan diubah sepenuhnya menjadi PT Bank Saqu Indonesia, menyesuaikan produk digitalnya tersebut.

Perkembangan

Bank Jasa Jakarta

Bank-jasa-jakarta-14700.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Logo Bank Jasa Jakarta sejak 1989, digunakan bersamaan dengan logo Bank Saqu hingga 2025

Bank kecil dengan modal inti Rp 2,1 triliun dan aset Rp 6,5 triliun di tahun 2021 ini[2][3] awalnya didirikan pada 23 Maret 1971[4] dengan nama PT Bank Pasar Warga Grogol,[5] dengan status sebagai bank pasar (kini Bank Perekonomian Rakyat). Di tanggal 28 Oktober 1975, namanya berganti menjadi PT Bank Pasar Warga Gembira dan di tanggal 25 September 1978, menjadi PT Bank Pasar Jasa Jakarta.[6]

Di tahun 1984, Bank Pasar Jasa Jakarta diakuisisi oleh Iskandar Widyadi, seorang pengusaha yang kemudian akan terus menguasai bank ini sampai lebih dari 35 tahun kemudian.[6] Lima tahun kemudian, pada 7 Januari 1989 nama perusahaan berganti menjadi PT Bank Jasa Jakarta, yang selanjutnya berubah status dari BPR ke bank umum bermodal Rp 20 miliar sejak 2 Agustus 1989.[4][5] Bank ini kemudian terus berkembang dengan tetap mengedepankan strategi konservatif dan kehati-hatian, yang membawanya mampu berkembang dan bertahan, seperti pada periode krisis moneter di akhir 1990-an. Fokus bank ini adalah pada sektor ritel, dengan dibantu 1 kantor pusat dan 13 kantor cabang yang tersebar di Jabodetabek.[5][7]

Akuisisi Astra dan menjadi Bank Saqu

Belakangan, bank ini mengalami perubahan kepemilikan sebagai rangka menghadapi kewajiban modal inti bank Rp 3 triliun serta upaya transformasi dan digitalisasinya. Iskandar Widyadi, yang awalnya mengendalikan bank ini lewat PT Widya Raharja Dharma (70,91%) dan PT Adikarta Graha (29,09%), kemudian melepas sebagian sahamnya ke WeLab Sky Ltd. sebesar 24%.[5] Transaksi yang memakan biaya US$ 240 juta ini dilakukan pada Desember 2021.[8] WeLab merupakan sebuah perusahaan fintech yang berbasis di Hong Kong dan dimiliki sejumlah pemodal seperti International Finance Corporation, Sequoia Capital dan Li Ka-shing.[9]

Akhirnya, Iskandar Widyadi melepas hampir seluruh sahamnya di bank ini lewat shares subscription agreement pada 1 Juli 2022, kepada WeLab dan PT Sedaya Multi Investama (anak usaha PT Astra International Tbk). Keduanya masing-masing menjadi pemegang 49,56% saham BJJ. Terkhusus bagi Astra, ini adalah kali ketiga mereka memegang bank, setelah sebelumnya melepas Bank Permata pada 2020 dan sempat memegang Bank Universal hingga dilepas ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 1999; sedangkan bagi WeLab, mereka berencana akan mengubah BJJ menjadi bank digital mereka yang kedua setelah di Hong Kong. Transaksi ini tuntas dilakukan pada 19 September 2022 dengan total harga Rp 3,87 triliun.[9][10][11]

Sesuai rencana yang disiapkan pemilik baru, Bank Jasa Jakarta direncanakan akan berubah menjadi bank digital. Dari awalnya ditargetkan pada September 2023,[12][13] produk perbankan digital BJJ resmi diluncurkan pada 20 November 2023 dengan nama Bank Saqu.[14] Bank Saqu diklaim mampu mendukung, melengkapi dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia khususnya bagi generasi muda dan UMKM. Produk tersebut menawarkan sejumlah fitur, antara lain 20 "saku" simpanan, tabungan otomatis Tabungmatic, dan bunga 10%.[15] Pada akhir 2023 diperkirakan 100.000 nasabah baru telah berhasil dijaring oleh aplikasi digital ini.[16]

Sejak 21 Mei 2025 (namun baru diresmikan 7 hari kemudian), nama lama Bank Jasa Jakarta resmi ditanggalkan sepenuhnya dengan kini mengikuti nama aplikasinya, Bank Saqu. Perubahan ini diklaim sebagai "evolusi menyeluruh dari cara Bank Saqu melayani nasabahnya". Dengan 2,5 juta nasabah, Bank Saqu memiliki dua fokus yaitu segmen ritel berupa solopreneur serta segmen bisnis berupa UMKM.[17]

Manajemen

Dewan Komisaris
  • Presiden Komisaris: Suparno Djasmin
  • Komisaris Independen: Ilya Avianti
  • Komisaris: Ernest Leung Chun-man
Direksi
  • Presiden Direktur: lowong
  • Direktur: Leka Madiadipoera
  • Direktur: Hendrik Komandangi
  • Direktur: Imeida Radjamin

Kantor

250px-Bank_Saqu_di_Kelapa_Gading.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebagai bank digital, Bank Saqu tetap mempertahankan kantor cabang.

Bank ini berpusat di Jakarta, dan memiliki 11 kantor cabang yang tersebar di Jabodetabek (Mangga Dua, Kelapa Gading, Fatmawati, Gajah Mada, Kebon Jeruk, BSD, Benda, Cimone, Matraman, Muara Karang dan Sentul).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Saqu Indonesia. Diakses tanggal 30 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Laba Bersih Bank Jasa Jakarta Naik 37,2% pada Kuartal III/2021
  3. ↑ Simak Daftar Bank Umum Swasta yang Belum Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun
  4. 1 2 Informasi, Volume 12,Masalah 145-150
  5. 1 2 3 4 Lap Tahunan BJJ 2021
  6. 1 2 Profil Bank Jasa Jakarta yang diakuisisi fintech asal Hong Kong
  7. ↑ Sekilas Bank Jasa Jakarta
  8. ↑ Simak Kinerja Keuangan Bank Jasa Jakarta yang Diakuisisi WeLab
  9. 1 2 Intip Portofolio WeLab yang Buat Astra (ASII) Kepincut Bermitra Bangun Bank Digital
  10. ↑ Ini Alasan Astra International (ASII) Akuisisi Bank Jasa Jakarta Setelah Lepas BNLI
  11. ↑ Astra dan WeLab Resmi Mengakuisisi Bank Jasa Jakarta (BJJ)
  12. ↑ Astra Bakal Punya Bank Digital usai Akuisisi Bank Jasa Jakarta
  13. ↑ WeLab Segera Tambah Saham di Bank Jasa Jakarta
  14. ↑ Bank Saqu BJJ
  15. ↑ Astra-WeLab Luncurkan Bank Saqu, Tawarkan Bunga Sampai 10%
  16. ↑ Bank Saqu Besutan Astra Group Jaring 100.000 Nasabah Baru di Penghujung 2023
  17. ↑ Bank Jasa Jakarta resmi ubah nama perseroan jadi Bank Saqu Indonesia

Pranala luar

Bank sentral: Bank Indonesia
Sistem konvensional
Bank BUMN
Bank Pembangunan Daerah
Bank swasta
Bank Allo ·Bank Amar ·Bank ANZ Indonesia ·Bank Artha Graha Internasional ·Bank BNP Paribas Indonesia ·Bank Bumi Arta ·Bank Capital ·Bank CCB Indonesia ·Bank Central Asia ·Bank CIMB Niaga ·Bank CTBC Indonesia ·Bank Danamon ·Bank Digital BCA ·Bank DBS Indonesia ·Bank Ganesha ·Bank Hana Indonesia ·Bank HSBC Indonesia ·Bank IBK Indonesia ·Bank ICBC Indonesia ·Bank Ina ·Bank Index ·Bank Jago ·Bank J Trust Indonesia ·Bank KB Indonesia ·Bank Kasikorn Indonesia ·Bank Krom ·Bank Mayapada ·Bank Maybank Indonesia ·Bank Mega ·Bank Mestika ·Bank Mizuho Indonesia ·Bank MNC ·Bank Multiarta Sentosa ·Bank Nobu ·Bank Neo Commerce ·Bank OCBC Indonesia ·Bank of India Indonesia ·Bank OK! Indonesia ·Bank Panin ·Bank Permata ·Bank QNB Indonesia ·Bank Resona Perdania ·Bank Saqu Indonesia ·Bank Sahabat Sampoerna ·Bank SBI Indonesia ·Bank Seabank Indonesia ·Bank Shinhan Indonesia ·Bank Sinarmas ·Bank SMBC Indonesia ·Bank Superbank ·Bank UOB Indonesia ·Bank Victoria ·Bank Woori Saudara
Kantor cabang bank asing
Sistem syariah
Bank syariah BUMN
Bank syariah daerah
Bank syariah swasta
Unit usaha syariah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan